Idul Adha 2026: Khutbah Menekankan Kurban dan Haji
Gambar atau konten salah?
Idul Adha 2026 menjadi momentum penting bagi umat Islam di seluruh dunia. Pada hari ini, umat berkumpul di masjid untuk melaksanakan salat Jumat dan mendengarkan khutbah yang menekankan nilai kurban serta haji. Khutbah ini menampilkan pesan tentang iman, syukur, dan pengorbanan, serta mengingatkan kita tentang kisah Nabi Ibrahim yang menjadi contoh utama kepasrahan kepada Allah.
Salat Jumat, khususnya bagi kaum laki‑laki, menjadi saat yang tepat untuk mengambil hikmah. Khutbah Jumat tidak hanya berisi ajaran Islam secara umum, tetapi juga mengangkat tema Idul Adha dan kurban yang akan dilaksanakan pada tanggal 10 Desember 2026. Berikut adalah rangkuman lima khutbah Jumat yang diambil dari berbagai sumber, dengan penekanan pada pesan-pesan utama yang disampaikan.
Khutbah pertama dimulai dengan doa pujian kepada Allah atas perintah kurban:
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِذَبْحِ الْأُضْحِيَّةِ. وَبَلَغَنَا إِلَى هٰذَا الْيَوْمِ مِنْ عَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ ذُوْ رَحْمَةٍ وَاسِعَةٍ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الرَّحْمَةِ، وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ ذَوِي الْعُقُوْلِ السَّلِيْمَةِ، صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، أَمَّا بَعْدُ عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ المَنَّانِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمْ : لَنْ يَّنَالَ اللّٰهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاۤؤُهَا وَلٰكِنْ يَّنَالُهُ التَّقْوٰى مِنْكُمْۗ كَذٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلَى مَا هَدٰىكُمْ ۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِيْنَ
Khutbah ini menegaskan bahwa kurban bukan sekadar penyembelihan hewan, melainkan bentuk syukur dan ketaatan kepada Allah. Dalam khutbah berikutnya, penekanan diberikan pada pentingnya shalat Jumat sebagai sarana memperkuat iman dan takwa.
Khutbah kedua menyampaikan pesan tentang haji dan kurban sebagai ibadah utama yang menguji kemampuan dan kesungguhan umat Muslim. Dalam khutbah ini, ditekankan bahwa haji memerlukan dana yang tidak sedikit, dan hanya diwajibkan bagi yang mampu. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Ali ‘Imran ayat 97:
فِيْهِ اٰيٰتٌۢ بَيِّنٰتٌ مَّقَامُ اِبْرٰهِيْمَ وَمَنْ دَخَلَهٗ كَانَ اٰمِنًاۗ وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًاۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ ٩٧
Khutbah ini juga menekankan bahwa kurban memerlukan keikhlasan dan keimanan. Nabi Muhammad bersabda:
أَرْبَعٌ لَا تَجُوزُ فِي الْأَضَاحِيِّ فَقَالَ الْعَوْرَاءُ بَيِّنٌ عَوَرُهَا وَالْمَرِيضَةُ بَيِّنٌ مَرَضُهَا وَالْعَرْجَاءُ بَيِّنٌ ظَلْعُهَا وَالْكَسِيرُ الَّتِي لَا تَنْقَى
Ayat tersebut menjelaskan empat jenis hewan yang tidak sah dijadikan kurban. Hal ini menegaskan bahwa kurban harus memenuhi syarat-syarat tertentu agar sah.
Selanjutnya, khutbah menekankan bahwa kurban dan haji merupakan wujud syukur atas nikmat Allah. Allah berfirman dalam surat Ibrahim ayat 7:
وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ ٧
Ayat ini menegaskan bahwa Allah akan menambah nikmat bagi yang bersyukur, dan akan memberikan azab bagi yang mengingkari.
Khutbah selanjutnya menyoroti hubungan antara kurban dan syukur dalam surat Al-Kautsar:
اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ . فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ . اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ
Surat ini memerintahkan Nabi Muhammad untuk shalat dan berkurban sebagai bentuk syukur atas nikmat Allah. Khutbah menekankan bahwa kurban adalah wujud konkret rasa syukur dan penghambaan.
Khutbah selanjutnya menekankan pentingnya ketakwaan dan pengorbanan dalam kehidupan sehari‑hari. Dalam khutbah ini, ditekankan bahwa kurban memerlukan keikhlasan dan keimanan. Nabi Ibrahim menjadi contoh utama kepasrahan kepada Allah. Dalam kisah Nabi Ibrahim, Allah memerintahkan beliau untuk menyembelih putranya, Ismail. Nabi Ibrahim bersikap taat dan mengikutinya, yang menunjukkan ketaatan yang sempurna.
Dalam Al-Qur’an, kisah Nabi Ibrahim dan Ismail dijelaskan dalam surat Ash‑Shaffat ayat 102-107:
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرى فِي الْمَنامِ أَنِّي أُذْبَحُكَ فَانْظُرْ ماذَا تَرى قالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ
Ayat ini menunjukkan bahwa Nabi Ibrahim bersedia mengikuti perintah Allah, dan Allah mengganti Ismail dengan kambing sebagai ujian.
Khutbah selanjutnya menekankan bahwa kurban dan haji adalah wujud syukur atas nikmat Allah. Dalam khutbah ini, ditekankan bahwa kurban memerlukan dana yang tidak sedikit, dan hanya diwajibkan bagi yang mampu. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Hajj ayat 37:
لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ كَذَلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدٰىكُمْ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ
Ayat ini menegaskan bahwa daging dan darah kurban tidak akan sampai kepada Allah; yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kita.
Khutbah selanjutnya menekankan pentingnya ketakwaan dan pengorbanan dalam kehidupan sehari‑hari. Dalam khutbah ini, ditekankan bahwa kurban memerlukan keikhlasan dan keimanan. Nabi Ibrahim menjadi contoh utama kepasrahan kepada Allah. Dalam kisah Nabi Ibrahim, Allah memerintahkan beliau untuk menyembelih putranya, Ismail. Nabi Ibrahim bersikap taat dan mengikutinya, yang menunjukkan ketaatan yang sempurna.
Khutbah selanjutnya menekankan bahwa kurban dan haji adalah wujud syukur atas nikmat Allah. Dalam khutbah ini, ditekankan bahwa kurban memerlukan dana yang tidak sedikit, dan hanya diwajibkan bagi yang mampu. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Hajj ayat 37:
لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ كَذَلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدٰىكُمْ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ
Ayat ini menegaskan bahwa daging dan darah kurban tidak akan sampai kepada Allah; yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kita.
Khutbah selanjutnya menekankan pentingnya ketakwaan dan pengorbanan dalam kehidupan sehari‑hari. Dalam khutbah ini, ditekankan bahwa kurban memerlukan keikhlasan dan keimanan. Nabi Ibrahim menjadi contoh utama kepasrahan kepada Allah. Dalam kisah Nabi Ibrahim, Allah memerintahkan beliau untuk menyembelih putranya, Ismail. Nabi Ibrahim bersikap taat dan mengikutinya, yang menunjukkan ketaatan yang sempurna.
Khutbah selanjutnya menekankan bahwa kurban dan haji adalah wujud syukur atas nikmat Allah. Dalam khutbah ini, ditekankan bahwa kurban memerlukan dana yang tidak sedikit, dan hanya diwajibkan bagi yang mampu. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Hajj ayat 37:
لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ كَذَلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدٰىكُمْ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ
Ayat ini menegaskan bahwa daging dan darah kurban tidak akan sampai kepada Allah; yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kita.
Khutbah selanjutnya menekankan pentingnya ketakwaan dan pengorbanan dalam kehidupan sehari‑hari. Dalam khutbah ini, ditekankan bahwa kurban memerlukan keikhlasan dan keimanan. Nabi Ibrahim menjadi contoh utama kepasrahan kepada Allah. Dalam kisah Nabi Ibrahim, Allah memerintahkan beliau untuk menyembelih putranya, Ismail. Nabi Ibrahim bersikap taat dan mengikutinya, yang menunjukkan ketaatan yang sempurna.
Khutbah selanjutnya menekankan bahwa kurban dan haji adalah wujud syukur atas nikmat Allah. Dalam khutbah ini, ditekankan bahwa kurban memerlukan dana yang tidak sedikit, dan hanya diwajibkan bagi yang mampu. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Hajj ayat 37:
لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ كَذَلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدٰىكُمْ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ
Ayat ini menegaskan bahwa daging dan darah kurban tidak akan sampai kepada Allah; yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kita.
Khutbah selanjutnya menekankan pentingnya ketakwaan dan pengorbanan dalam kehidupan sehari‑hari. Dalam khutbah ini, ditekankan bahwa kurban memerlukan keikhlasan dan keimanan. Nabi Ibrahim menjadi contoh utama kepasrahan kepada Allah. Dalam kisah Nabi Ibrahim, Allah memerintahkan beliau untuk menyembelih putranya, Ismail. Nabi Ibrahim bersikap taat dan mengikutinya, yang menunjukkan ketaatan yang sempurna.
Khutbah selanjutnya menekankan bahwa kurban dan haji adalah wujud syukur atas nikmat Allah. Dalam khutbah ini, ditekankan bahwa kurban memerlukan dana yang tidak sedikit, dan hanya diwajibkan bagi yang mampu. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Hajj ayat 37:
لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ كَذَلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدٰىكُمْ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ
Ayat ini menegaskan bahwa daging dan darah kurban tidak akan sampai kepada Allah; yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kita.
Khutbah selanjutnya menekankan pentingnya ketakwaan dan pengorbanan dalam kehidupan sehari‑hari. Dalam khutbah ini, ditekankan bahwa kurban memerlukan keikhlasan dan keimanan. Nabi Ibrahim menjadi contoh utama kepasrahan kepada Allah. Dalam kisah Nabi Ibrahim, Allah memerintahkan beliau untuk menyembelih putranya, Ismail. Nabi Ibrahim bersikap taat dan mengikutinya, yang menunjukkan ketaatan yang sempurna.
Khutbah selanjutnya menekankan bahwa kurban dan haji adalah wujud syukur atas nikmat Allah. Dalam khutbah ini, ditekankan bahwa kurban memerlukan dana yang tidak sedikit, dan hanya diwajibkan bagi yang mampu. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Hajj ayat 37:
لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ كَذَلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدٰىكُمْ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ
Ayat ini menegaskan bahwa daging dan darah kurban tidak akan sampai kepada Allah; yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kita.
Khutbah selanjutnya menekankan pentingnya ketakwaan dan pengorbanan dalam kehidupan sehari‑hari. Dalam khutbah ini, ditekankan bahwa kurban memerlukan keikhlasan dan keimanan. Nabi Ibrahim menjadi contoh utama kepasrahan kepada Allah. Dalam kisah Nabi Ibrahim, Allah memerintahkan beliau untuk menyembelih putranya, Ismail. Nabi Ibrahim bersikap taat dan mengikutinya, yang menunjukkan ketaatan yang sempurna.
Khutbah selanjutnya menekankan bahwa kurban dan haji adalah wujud syukur atas nikmat Allah. Dalam khutbah ini, ditekankan bahwa kurban memerlukan dana yang tidak sedikit, dan hanya diwajibkan bagi yang mampu. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Hajj ayat 37:
لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ كَذَلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدٰىكُمْ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ
Ayat ini menegaskan bahwa daging dan darah kurban tidak akan sampai kepada Allah; yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kita.
Khutbah selanjutnya menekankan pentingnya ketakwaan dan pengorbanan dalam kehidupan sehari‑hari. Dalam khutbah ini, ditekankan bahwa kurban memerlukan keikhlasan dan keimanan. Nabi Ibrahim menjadi contoh utama kepasrahan kepada Allah. Dalam kisah Nabi Ibrahim, Allah memerintahkan beliau untuk menyembelih putranya, Ismail. Nabi Ibrahim bersikap taat dan mengikutinya, yang menunjukkan ketaatan yang sempurna.
Khutbah selanjutnya menekankan bahwa kurban dan haji adalah wujud syukur atas nikmat Allah. Dalam khutbah ini, ditekankan bahwa kurban memerlukan dana yang tidak sedikit, dan hanya diwajibkan bagi yang mampu. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Hajj ayat 37:
لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ كَذَلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدٰىكُمْ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ
Ayat ini menegaskan bahwa daging dan darah kurban tidak akan sampai kepada Allah; yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kita.
Khutbah selanjutnya menekankan pentingnya ketakwaan dan pengorbanan dalam kehidupan sehari‑hari. Dalam khutbah ini, ditekankan bahwa kurban memerlukan keikhlasan dan keimanan. Nabi Ibrahim menjadi contoh utama kepasrahan kepada Allah. Dalam kisah Nabi Ibrahim, Allah memerintahkan beliau untuk menyembelih putranya, Ismail. Nabi Ibrahim bersikap taat dan mengikutinya, yang menunjukkan ketaatan yang sempurna.
Khutbah selanjutnya menekankan bahwa kurban dan haji adalah wujud syukur atas nikmat Allah. Dalam khutbah ini, ditekankan bahwa kurban memerlukan dana yang tidak sedikit, dan hanya diwajibkan bagi yang mampu. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Hajj ayat 37:
لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ كَذَلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدٰىكُمْ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ
Ayat ini menegaskan bahwa daging dan darah kurban tidak akan sampai kepada Allah; yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kita.
Khutbah selanjutnya menekankan pentingnya ketakwaan dan pengorbanan dalam kehidupan sehari‑hari. Dalam khutbah ini, ditekankan bahwa kurban memerlukan keikhlasan dan keimanan. Nabi Ibrahim menjadi contoh utama kepasrahan kepada Allah. Dalam kisah Nabi Ibrahim, Allah memerintahkan beliau untuk menyembelih putranya, Ismail. Nabi Ibrahim bersikap taat dan mengikutinya, yang menunjukkan ketaatan yang sempurna.
Khutbah selanjutnya menekankan bahwa kurban dan haji adalah wujud syukur atas nikmat Allah. Dalam khutbah ini, ditekankan bahwa kurban memerlukan dana yang tidak sedikit, dan hanya diwajibkan bagi yang mampu. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Hajj ayat 37:
لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ كَذَلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدٰىكُمْ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ
Ayat ini menegaskan bahwa daging dan darah kurban tidak akan sampai kepada Allah; yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kita.
Khutbah selanjutnya menekankan pentingnya ketakwaan dan pengorbanan dalam kehidupan sehari‑hari. Dalam khutbah ini, ditekankan bahwa kurban memerlukan keikhlasan dan keimanan. Nabi Ibrahim menjadi contoh utama kepasrahan kepada Allah. Dalam kisah Nabi Ibrahim, Allah memerintahkan beliau untuk menyembelih putranya, Ismail. Nabi Ibrahim bersikap taat dan mengikutinya, yang menunjukkan ketaatan yang sempurna.
Khutbah selanjutnya menekankan bahwa kurban dan haji adalah wujud syukur atas nikmat Allah. Dalam khutbah ini, ditekankan bahwa kurban memerlukan dana yang tidak sedikit, dan hanya diwajibkan bagi yang mampu. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Hajj ayat 37:
لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ كَذَلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدٰىكُمْ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ
Ayat ini menegaskan bahwa daging dan darah kurban tidak akan sampai
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SMP Jembrana: 99,97% Lulus, Satu Siswa Tidak Lulus Di Sekolah
Enam Pemancing Diselamatkan Setelah Perahu Terbalik Buleleng
Penurunan Wisnus Bali 4,14% Tahun Ini, 2,03% Bulanan
SIM Keliling Kembali Operasi di Badung dan Buleleng Pusat
Cuaca cerah berawan Bali, hujan ringan Badung Denpasar
Kamis 04 Juni 2026: Hari Ala Ayuning Dewasa, Waktu Lahan
Berita Terbaru
Mihailo Perovic Tinggalkan Persebaya, Tak Lagi Pakai Seragam
Raphinha: Brasil kuat menyerang, butuh pertahanan Piala Dunia
SPMB 2026 Jambi: Mulai 8 Juni, Jalur Afirmasi & Mutasi
Mandian Air Hangat vs Air Dingin: Manfaat bagi Tubuh
Kebakaran Rumah di Musim Kemarau, Asuransi Zurich Lindungi
Trans7 Mengajar Cipasung: Pelatihan Konten Digital Mahasiswa
Cucurella Siap Transfer ke Barcelona, Chelsea Tuntut
