IHSG Anjlok 3,78%, OJK Sebut Efek 'Detoks' Pasar Modal

Sinta R. · 2 min baca · 1 jam lalu · 24 dibaca
Bisik.id
IHSG Anjlok 3,78%, OJK Sebut Efek 'Detoks' Pasar Modal

Gambar atau konten salah?

Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali turun pada penutupan perdagangan Selasa, 03 November 2026. Data dari RTI Business menunjukkan, IHSG melemah sebesar 3,78% hingga mencapai level 4.904,28.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menjelaskan bahwa pelemahan IHSG merupakan konsekuensi wajar dari reformasi pasar modal yang tengah dijalankan oleh pihaknya bersama Self-Regulatory Organization (SRO). Ia juga menambahkan, pergerakan indeks saham dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti geopolitik global, tekanan inflasi, dan ekspektasi suku bunga.

"Jadi, kalau kita melihat, ditambah dengan reformasi struktural di pasar modal kita, tentu saat ini kita bisa melihat itu adalah konsekuensi logis dari berbagai reformasi yang kita lakukan. Jadi beberapa waktu yang lalu juga sudah saya sampaikan, ini seperti mungkin kayak detox gitu, ya. Kalau ngeluarin yang nggak bagus-bagus dan lain-lain mungkin akan tercermin di kondisi IHSG saat ini," ungkapnya dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Gedung Bank Indonesia (BI), Jakarta, Selasa, 03 November 2026.

Meski indeks melemah, Friderica menegaskan fundamental emiten di pasar modal domestik masih terjaga dengan baik. Hingga Oktober 2026, penghimpunan dana tercatat mencapai Rp 205,77 triliun. Angka ini berasal dari tujuh initial public offering (IPO), 20 penawaran umum terbatas, 11 penawaran umum efek bersifat utang atau sukuk, dan 135 penawaran umum berkelanjutan EBUS.

Saat ini, masih ada 25 rencana penawaran umum dengan nilai indikatif sekitar Rp 26 triliun. Realisasi target penghimpunan dana pada 2026 diperkirakan mencapai sekitar Rp 250 triliun hingga akhir tahun.

Perempuan yang akrab disapa Kiki itu menegaskan, OJK terus memperketat penindakan terhadap pelaku pelanggaran di pasar modal. Hal ini menyusul pengumuman sanksi terbesar dalam sejarah pasar modal Indonesia pada 16 Oktober lalu. Sanksi tersebut disebut juga sebagai salah satu yang terbesar dibandingkan dengan pasar modal negara lain di kawasan.

"Jadi jangan main-main di pasar modal kita, jangan melakukan manipulasi, jangan melakukan koordinatif trading dan selanjutnya kita juga untuk proses untuk lebih severe daripada sekedar sanksi denda seperti itu," pungkasnya.

Pelemahan IHSG ini terjadi di tengah upaya OJK melakukan reformasi struktural. Meski indeks saham turun, penghimpunan dana dari emiten masih menunjukkan angka yang cukup besar. OJK juga terus memperketat pengawasan dengan memberikan sanksi berat bagi pelaku pelanggaran di pasar modal.

IHSG turunreformasi pasar modalfundamental emitenpenghimpunan danasanksi OJKgeopolitik global

Komentar

Memuat komentar...