IHSG Buka Merah 2026, Balik Hijau Setelah Turun Awal
Gambar atau konten salah?
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka pada pagi hari di zona merah. Pada pukul 09.10 WIB, nilai indeks berada di 5.889,29, turun 0,22 % atau 13,07 poin dibandingkan dengan sesi sebelumnya. Pembukaan indeks tercatat di 5.899,26, dengan titik tertinggi 5.929,55 dan terendah 5.850,57.
Volume transaksi mencapai 3,60 miliar saham, menghasilkan turnover sebesar Rp 2,14 triliun. Frekuensi transaksi mencapai 259.927 kali. Dari total saham yang diperdagangkan, 226 saham menguat, 297 saham melemah, dan 191 saham tetap stagnan.
Di pukul 09.29, indeks berbalik arah ke zona hijau, naik menjadi 5.974. Pergerakan ini menunjukkan sinyal pemulihan, meski masih di bawah level pembukaan.
Indeks saham di pasar Asia lainnya menampilkan pergerakan serupa. Nikkei melemah 0,29 %, Hang Seng menguat 0,22 %, dan Shanghai Composite turun 0,14 %.
Menurut Ratih Mustikoningsih, analis keuangan di Ajaib Sekuritas, prediksi hari ini berada di kisaran 5.800‑5.900. Ia menegaskan, "Meskipun IHSG rebound dalam 2 hari terakhir, namun investor asing masih outflow di pasar reguler senilai Rp 5,52 triliun."
Sentimen pasar dipengaruhi oleh beberapa faktor. IHSG menunjukkan kenaikan +5,5 % secara week to date (10 Juni 2026). Namun, investor asing tetap melakukan penarikan dana, mencatat outflow sebesar Rp 5,52 triliun. Bank Indonesia melaporkan Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) pada Mei 2026 turun ke 120,9 dari 123 bulan sebelumnya, menjadi nilai terendah sejak September 2025. Penurunan optimisme konsumen disebabkan oleh kenaikan harga BBM dan LPG non‑subsidi serta suku bunga yang naik 50 basis poin pada Mei 2026. IKK berpotensi melanjutkan tren penurunan seiring ekspektasi suku bunga tinggi, dengan kemungkinan kenaikan BI‑Rate 25 basis poin menjadi 5,5 % pada Juni 2026.
Di pasar global, indeks Wall Street mengalami penurunan kompak. Nasdaq turun 1,98 % dan S&P 500 turun 1,62 % pada 10 Juni 2026. Meskipun begitu, pasar merespons positif terhadap data inflasi AS pada Mei 2026, yang mencapai +4,2 % yoy, lebih tinggi dari bulan sebelumnya +3,8 % yoy, meski masih dalam ekspektasi konsensus. Inflasi tersebut merupakan yang tertinggi sejak April 2023 akibat kenaikan harga energi di tengah konflik Timur Tengah.
Harga minyak mentah Brent tetap solid, berada di US$ 94,9 per barel, naik 1,9 % pada 11 Juni 2026. Sementara itu, IPO SpaceX menunjukkan oversubscription 4 kali lipat dibandingkan Facebook 20 kali lipat dan Saudi Aramco 4,6 kali lipat. Harga IPO final ditetapkan USD 135 per saham, mengumpulkan dana sebesar USD 75 miliar, menjadi yang terbesar sepanjang sejarah, dan menempatkan kapitalisasi pasar di US$ 1,77 triliun.
Secara keseluruhan, pasar saham Indonesia menunjukkan dinamika yang dipengaruhi oleh faktor domestik seperti sentimen konsumen dan kebijakan moneter, serta faktor global seperti inflasi AS dan pergerakan indeks pasar saham dunia. Meskipun ada sinyal pemulihan, ketidakpastian masih terasa, terutama di sisi aliran modal asing dan ekspektasi suku bunga.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Dudy: TBA Ekonomi Tidak Diubah, Fuel Surcharge Penyesuaian
Paku Buwono XIV Setujui Pertemuan Mayor Solo Malam 1 Suro
Pendaftaran PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026 Dibuka Online
Nasi Bakar Liwet Derajat Jadi Trend Ciledug Tangerang
Nasi Jaha Manado: Hidangan Khas dengan Aroma Smoky dan Pedas
Pindad Siapkan Mobil Nasional dengan TKDN Tinggi Indonesia
Yamaha Tawarkan MX King 150 Prima Pramac Terbatas Jakarta
Piala Dunia 2026!: Jadwal Lengkap, 48 Tim, 12 Grup