Gejala Hati Terganggu: Mulai Dari Gatal hingga Kuning Mata

Bima J. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Gejala Hati Terganggu: Mulai Dari Gatal hingga Kuning Mata

Gambar atau konten salah?

Liver atau hati adalah organ vital yang terletak di bawah tulang rusuk kanan. Organ ini bertugas membantu proses pencernaan, mengeluarkan limbah, dan menjaga aliran darah tetap lancar. Ketika fungsi hati terganggu, dampaknya bisa dirasakan di seluruh tubuh, sehingga penting mengetahui tanda-tanda masalah hati.

Gejala penyakit hati tidak selalu jelas. Beberapa orang bahkan tidak menyadari adanya gangguan sampai kondisi sudah parah. Berikut ini uraian lengkap gejala, tahapan penyakit, serta pemeriksaan yang dapat mengungkap kondisi hati.

Gejala yang Mungkin Muncul

1. Kulit Gatal – Rasa gatal biasanya muncul di lengan, kaki, telapak tangan, atau telapak kaki. Jika disebabkan oleh masalah hati, kulit tidak menampilkan ruam. Penyebab pasti belum dipastikan, namun dapat dipicu oleh penumpukan garam empedu di bawah kulit atau perubahan zat kimia seperti histamin dan serotonin akibat fungsi hati yang menurun.

2. Kulit dan Bagian Putih Mata Menguning – Kondisi ini dikenal sebagai jaundice. Jaundice terjadi ketika bilirubin, pigmen kuning yang terbentuk saat sel darah merah hancur, menumpuk di darah. Normalnya, hati memproses bilirubin dan mengeluarkannya lewat empedu. Bila hati tidak berfungsi, bilirubin menumpuk dan membuat kulit serta mata terlihat kuning. “Infeksi pun bisa menyebabkan kuning akibat kerusakan sel-sel hati akibat infeksi,” ujar spesialis penyakit dalam dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH.

3. Perubahan Warna Feses dan Urine – Bilirubin tinggi dapat memengaruhi warna tinja dan urine. Tinja menjadi terang atau menyerupai tanah liat, sedangkan urine berubah coklat atau oranye. Perubahan warna ini menandakan proses pengeluaran bilirubin yang terganggu.

4. Perut Begah dan Mual – Gejala ini sering dikaitkan dengan infeksi virus hepatitis C. Sering kali, gejala mual, lelah, dan perut begah dianggap sebagai masuk angin atau maag. “Kebanyakan penderita tidak menyadari jika dirinya sedang terinfeksi virus hepatitis C akut. Gejala seperti mual, lelah, dan perut begah sering dianggap gejala masuk angin, maag, atau kelelahan,” kata spesialis penyakit dalam dr Femmy Nurul Akbar SpPD KGEH. Pada sirosis, penumpukan cairan perut (ascites) dapat menyebabkan perut bengkak dan rasa begah.

5. Kelelahan – Ketika hati tidak memproduksi zat kimia yang diperlukan tubuh, atau ketika zat berbahaya menumpuk, tubuh menjadi lelah. Kelelahan juga dapat terjadi karena kurang tidur akibat gatal atau ketidaknyamanan lain yang disebabkan oleh gangguan hati.

Tahapan Penyakit Hati

Penyakit hati dapat berkembang melalui beberapa tahap, mulai dari peradangan ringan hingga gagal hati kronis.

1. Hepatitis – Hepatitis adalah peradangan hati. Peradangan ini bisa menjadi proses penyembuhan, namun bila berlangsung terus-menerus dapat memicu pembentukan jaringan parut.

2. Fibrosis – Fibrosis merupakan jaringan parut yang terbentuk akibat peradangan kronis. Pita tipis jaringan fibrosa secara bertahap mengeraskan hati, menurunkan elastisitas organ.

3. Sirosis – Sirosis terjadi ketika jaringan parut menumpuk sampai hati tidak dapat pulih lagi. Meskipun permanen, proses kemajuan sirosis dapat diperlambat atau dihentikan pada tahap ini dengan perawatan yang tepat.

4. Gagal Hati – Gagal hati kronis muncul ketika sirosis mengganggu fungsi hati. Ketika fungsi hati menurun, komplikasi dapat menyebar ke seluruh tubuh, menandakan kondisi kritis.

Pemeriksaan untuk Mengetahui Kondisi Hati

Berbagai tes dapat membantu memeriksa kondisi hati. Berikut beberapa di antaranya:

1. Tes Darah – Tes fungsi hati mengukur enzim hati, protein, dan kadar bilirubin. Hasilnya dapat menunjukkan adanya peradangan, tingkat keparahan, atau bahkan gagal hati.

2. Pemindaian – USG, CT-Scan, atau MRI dapat menampilkan ukuran, bentuk, dan tekstur hati. Pemindaian ini membantu mengidentifikasi peradangan, pembengkakan, atau perubahan struktural lainnya.

3. Elastografi – Dengan teknologi ultrasound atau MRI, elastografi mengukur kekakuan hati. Hasilnya memberi indikasi tingkat fibrosis yang telah terjadi.

4. Endoskopi – Metode ini memanfaatkan kamera kecil yang dimasukkan melalui saluran pencernaan atas untuk memeriksa saluran empedu. Endoskopi membantu mengidentifikasi penyumbatan atau kelainan pada empedu.

Mengetahui gejala dan melakukan pemeriksaan secara rutin sangat penting, terutama bagi orang yang memiliki faktor risiko seperti konsumsi alkohol berlebihan, obesitas, atau riwayat infeksi hepatitis. Meskipun beberapa gejala tampak ringan, mereka dapat menjadi indikator awal gangguan hati yang serius. Dengan deteksi dini, langkah-langkah pencegahan atau pengobatan dapat diambil sebelum kondisi memburuk menjadi sirosis atau gagal hati. Perawatan yang tepat, pola hidup sehat, dan pemantauan berkala dapat membantu menjaga fungsi hati tetap optimal dan mencegah komplikasi yang lebih berat.

gejala hatijaundicebilirubinsirosisgagal hatites fungsi hatielastografiendoskopi

Komentar

Memuat komentar...