IHSG Hari Ini Naik 7,57% Menutup di Zona Hijau Tahun 2026

Nita W. · 3 min baca · 1 hari lalu · 70 dibaca
Bisik.id
IHSG Hari Ini Naik 7,57% Menutup di Zona Hijau Tahun 2026

Gambar atau konten salah?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan pada Selasa, 9 Juni 2026 di zona hijau, naik 7,57% menjadi 5.746,65. Kenaikan ini didorong oleh beberapa saham utama yang mencatat lonjakan harga.

BBRI naik 7,72%, BMRI melonjak 10,24%, dan TLKM menguat 11,49%. Ketiganya menjadi pendorong utama pergerakan indeks. Di sisi lain, beberapa saham mengalami penurunan. MPRO turun 8,53%, MPMX menurun 14,49%, dan MSIN melemah 1,72%, menambah tekanan pada pergerakan pasar.

Walaupun indeks menguat, arus keluar dana asing tetap kuat. Investor asing mencatatkan aksi jual bersih sebesar Rp2,59 triliun di pasar reguler dan Rp2,45 triliun di seluruh pasar. Hal ini menunjukkan sentimen pasar domestik belum sepenuhnya membaik.

Secara sektoral, semua sektor berhasil menguat. Sektor bahan baku memimpin dengan kenaikan 9,97%. Sektor lain juga menunjukkan performa positif, menandai momentum pasar yang masih kuat.

Di pasar global, pergerakan indeks saham Amerika Serikat beragam. Dow Jones menguat 0,17% menjadi 50.872, sementara S&P 500 turun 0,26% menjadi 7.386. Nasdaq menurun 0,97% ke 25.678. Pergerakan ini memengaruhi sentimen pasar global secara keseluruhan.

Indeks yang merepresentasikan saham Indonesia di pasar luar negeri juga menguat. ETF EIDO naik 7,41%, dan MSCI Indonesia naik 7,97%. Kenaikan ini mencerminkan minat investor internasional terhadap saham Indonesia.

Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) mengalokasikan belanja modal sebesar Rp74 miliar pada 2026 untuk pengadaan armada baru. Ini merupakan bagian dari total kebutuhan investasi perusahaan sebesar Rp148,8 miliar. IPCM memperkirakan pembangunan kapal tunda baru memerlukan waktu sekitar 28 bulan. Hingga kuartal I-2026, perusahaan telah mengoperasikan 68 kapal tunda, 31 kapal pandu, dan empat kapal kepil.

IPCM juga menyiapkan ekspansi bisnis melalui layanan di Terminal Khusus (Tersus) dan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS). Saat ini, terdapat 2.349 fasilitas TUKS dan Tersus, terdiri atas 947 TUKS dan 1.402 Tersus di berbagai wilayah. Kerja sama dengan mitra menjadi kunci dalam upaya ini.

Bank OCBC NISP Tbk (NISP) menandatangani perjanjian jual beli saham pada 8 Juni 2026 untuk mengambil alih 20% kepemilikan PT Great Eastern Life Indonesia dari The Great Eastern Life Assurance Company Limited. Transaksi ini bernilai Rp201,98 miliar. Bagian dari pembentukan konglomerasi keuangan OCBC Group di Indonesia, NISP akan berperan sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan Operasional (PIKK), sementara Great Eastern Life Indonesia akan menjadi anggota dalam kelompok usaha tersebut.

Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) memutuskan pembagian dividen tunai sebesar Rp47 per saham atau Rp1,05 triliun untuk tahun buku 2025. Keputusan ini mendapat persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 9 Juni 2026. Besaran dividen setara 73,59% dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Sepanjang 2025, TBIG mencatat pendapatan sebesar Rp6,91 triliun, meningkat dibandingkan Rp6,87 triliun pada tahun sebelumnya. Laba bersih tumbuh 4,79% menjadi Rp1,43 triliun, dan laba per saham (EPS) naik 5,51% menjadi Rp63,71. Pada penutupan perdagangan 9 Juni 2026, saham TBIG berada di level Rp1.525 per saham. Perseroan menetapkan jadwal cum dividen pada 18 Juni 2026, dan pembayaran dividen kepada pemegang saham akan dilakukan pada 9 Juli 2026.

Rekomendasi saham hari ini: BBRI - Buy 2.770-2.790 | TP 2.830-2.900 | SL 2.610; BUMI - Buy 144-146 | TP 149-153 | SL 138; SOFA - Buy 252-258 | TP 264-270 | SL 244; DEWA - Buy 274-280 | TP 286-294 | SL 262; RAJA - Buy 3.250-3.300 | TP 3.360-3.420 | SL 3.090.

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi.

Secara keseluruhan, pasar saham Indonesia menunjukkan pergerakan positif meski arus keluar dana asing masih kuat. Kenaikan indeks didukung oleh saham-saham BUMN yang kuat, sementara beberapa saham swasta mengalami penurunan. Di pasar global, pergerakan indeks Amerika Serikat beragam, memengaruhi sentimen investor internasional. Perusahaan-perusahaan besar seperti IPCM, NISP, dan TBIG melaporkan langkah strategis yang dapat memengaruhi kinerja mereka di masa depan. Investor perlu memperhatikan dinamika ini dalam membuat keputusan investasi.

IHSGBBRIIPCMNISPTBIGArus keluar dana asingSektor bahan baku

Komentar

Memuat komentar...