IHSG Naik Tipis di Tengah Aksi Jual Asing Rp 3,19 Triliun

Cahyo S. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
IHSG Naik Tipis di Tengah Aksi Jual Asing Rp 3,19 Triliun

Gambar atau konten salah?

Sepanjang pekan perdagangan 15 hingga 19 Juni 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hanya mencatat kenaikan tipis. Pada penutupan perdagangan Jumat, 20 Juni 2026, indeks menguat terbatas sebesar 0,08%. Kenaikan ini terjadi di tengah besarnya aksi jual bersih yang dilakukan oleh investor asing, atau yang biasa disebut net foreign sell.

Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan, dalam sepekan terakhir IHSG berhasil naik 2,82%. Indeks ditutup di level 6.177,139 pada hari Jumat. Angka ini lebih tinggi dibandingkan posisi di pekan sebelumnya yang berada di level 6.007,656.

Pada perdagangan Jumat, pasar mencatat aksi jual dari investor asing senilai Rp 3,19 triliun. Sekretaris BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, dalam keterangan tertulis pada Sabtu, 20 Juni 2026, menyatakan, "Investor asing hari ini (Jumat) mencatatkan nilai jual bersih Rp 3,19 triliun dan sepanjang tahun 2026, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 68,25 triliun."

Meskipun ada aksi jual besar, kapitalisasi pasar BEI justru naik 2,51%. Angkanya menjadi Rp 10.788 triliun, naik dari Rp 10.524 triliun pada periode sebelumnya. Namun, rata-rata nilai transaksi harian mengalami penurunan sebesar 1,02% menjadi Rp 24,81 triliun, turun dari Rp 25,06 triliun.

Penurunan juga terlihat pada rata-rata volume transaksi harian BEI. Angkanya turun 5,83% menjadi 34,03 miliar saham, dari sebelumnya 36,14 miliar saham. Sementara itu, rata-rata frekuensi transaksi harian pekan ini turun hingga 10,33% menjadi 2,25 juta kali transaksi, dari 2,51 juta kali transaksi.

Secara keseluruhan, meski IHSG menguat tipis, data menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan di pasar modal mengalami penurunan di berbagai indikator. Aksi jual asing yang besar juga masih terus berlanjut sepanjang tahun 2026.

IHSGkenaikan tipisnet foreign sellaksi jual asingkapitalisasi pasarrata-rata transaksipenurunan aktivitas

Komentar

Memuat komentar...