IHSG Setengah Hari Berbalik, MSCI Turunkan Rating Akses Pasar

Iwan D. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
IHSG Setengah Hari Berbalik, MSCI Turunkan Rating Akses Pasar

Gambar atau konten salah?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dua arah pada pembukaan perdagangan pagi pada hari Jumat, 19 Juni 2026. Pergerakan ini terjadi bersamaan dengan pengumuman aksesibilitas pasar modal Indonesia oleh MSCI.

Menurut data RTI Business, IHSG sempat melemah 0,18 % ke level 6.156,92, lalu menguat 0,60 % ke 6.209,41 pada pukul 09.03 WIB. Volume perdagangan mencapai 2,20 miliar saham, nilai transaksi Rp 1,5 triliun, dan frekuensi transaksi sebanyak 139.437 kali.

Papan utama LQ45 menguat 0,41 %. Dari 555 saham yang diperdagangkan, 323 saham menguat, 147 melemah, dan 187 tetap stagnan.

Di antara saham yang paling kuat, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) di LQ45 menguat 2,47 % ke harga Rp 6.225 per saham. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) juga menguat 2,16 % ke Rp 1.420 per saham.

MSCI menurunkan penilaian arus informasi pasar modal Indonesia menjadi negatif dari positif. Penurunan ini disebabkan oleh kekhawatiran investor terkait aksesibilitas pasar, khususnya karena kurangnya transparansi struktur kepemilikan saham.

Laporan berjudul MSCI 2026 Global Market Accessibility Review menyoroti beberapa kendala: 1) kesetaraan hak bagi investor asing dipengaruhi oleh informasi perusahaan yang tidak selalu tersedia secara mudah dan lengkap dalam bahasa Inggris; 2) transaksi efek menggunakan valuta asing terbatas karena belum ada pasar mata uang offshore yang efisien dan masih ada pembatasan di pasar valas domestik; 3) investor asing tidak dapat mengakses fasilitas overdraft; 4) fleksibilitas transfer aset saham hanya diperbolehkan dalam kondisi tertentu; 5) akses peminjaman saham atau stock lending dibatasi dengan jangka waktu maksimal 90 hari; 6) skema perdagangan short selling dibatasi.

MSCI menambahkan: “Masalah terkait kelayakan investasi masih ada akibat keterbatasan transparansi dalam struktur kepemilikan saham serta perilaku perdagangan terkoordinasi yang mengganggu pembentukan harga yang wajar. Informasi pasar saham yang terperinci tidak selalu diungkapkan dalam bahasa Inggris,” tulis MSCI, Jumat, 19 Juni 2026.

Perubahan rating MSCI menandai tantangan bagi investor asing, sementara pergerakan pasar pada pagi hari menunjukkan volatilitas moderat. Investor perlu memperhatikan kebijakan akses dan transparansi yang masih menjadi perhatian utama di pasar modal Indonesia.

IHSGMSCI ratingaksesibilitas pasar modalLQ45transparansi kepemilikan sahamvolatilitas pasarinvestor asing

Komentar

Memuat komentar...