Ikan Sapu‑Sapu di Siomay: Ancaman dan Risiko Kesehatan
Gambar atau konten salah?
Ikan sapu‑sapu yang dulu dianggap sebagai pembersih kolam kini menjadi ancaman bagi ekosistem sungai Jakarta. Populasinya yang melimpah menimbulkan kekhawatiran, terutama karena ikan ini bersifat invasif dan dapat merusak keseimbangan alam. Selain itu, ikan ini tidak cocok dikonsumsi. Hidup di air yang tercemar, ikan ini dapat menampung logam berat. Jika dimakan, risiko kerusakan sistem saraf, otak, organ, dan penyakit kronis meningkat.
Meski begitu, di Indonesia ikan sapu‑sapu masih sering dijadikan bahan campuran siomay. Harga murah membuat beberapa penjual lebih memilihnya daripada ikan tenggiri atau ikan laut lainnya. Berikut beberapa perbedaan yang dapat dikenali antara siomay berbahan ikan sapu‑sapu dan siomay berbahan ikan tenggiri:
- Warna: Siomay dari ikan sapu‑sapu cenderung lebih gelap dan keabu‑abuan karena dagingnya kusam.
- Aroma: Siomay berbahan ikan sapu‑sapu biasanya memiliki aroma tajam dan amis, berbeda dengan siomay ikan tenggiri yang umumnya gurih.
- Tekstur dan rasa: Tekstur siomay dari ikan sapu‑sapu terasa alot, sulit dikunyah, dan tidak mudah hancur. Rasa gurihnya tidak bersih dan meninggalkan aftertaste tidak nyaman di lidah.
- Harga: Siomay berbahan ikan sapu‑sapu biasanya lebih murah. Dengan harga Rp 10.000, pelanggan dapat seporsi siomay lengkap dengan kondimen lain seperti pare, kentang, dan tahu. Siomay ikan tenggiri biasanya dibanderol Rp 5.000 – Rp 15.000 per buah, dengan ukuran yang tidak begitu besar.
Di Depok Dua Tengah, depan Rumah Sakit Primaya, seorang penjual siomay bernama Adi mengaku menggunakan ikan tenggiri untuk membuat siomay dan batagor. Menurutnya, ada penjual yang memakai ikan tongkol atau ikan laut asin, tetapi penggunaan ikan sapu‑sapu dianggap kurang tepat. Di sekitar Staisun Tebet, Jakarta Selatan, penjual lain juga menyatakan tidak pernah menggunakan ikan sapu‑sapu sebagai bahan utama siomay. Ia selalu memakai ikan laut. Penjual bernama Amin tidak menghakimi penjual lain yang memakai ikan sapu‑sapu, menganggap itu urusan masing‑masing.
Para chef juga pernah berbagi pandangan tentang konsumsi siomay berbahan ikan sapu‑sapu. Pada 28 Januari 2023, seorang chef mengungkapkan ketidaktahuannya apakah ikan sapu‑sapu bisa dikonsumsi atau tidak. “Dari pemahaman saya selama tidak berbahaya dan tidak mengandung racun tertentu bisa aja sih,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa asal usul ikan sapu‑sapu harus jelas. “Jika berasal dari sungai yang tercemar, maka tidak disarankan untuk dikonsumsi.”
Chef lain memiliki pandangan serupa. Ia menekankan bahwa ikan sapu‑sapu aman dikonsumsi asal habitatnya bersih dan terkontrol, bukan ikan sapu‑sapu yang hidup liar di sungai Ciliwung. “Ikan sapu‑sapu bisa dikonsumsi asal ekosistemnya bersih dan terkontrol, bukan ikan sapu‑sapu yg hidup liar di kali (sungai) Ciliwung,” jelasnya.
Foto: Ikan sapu‑sapu. (San Antonio River Authority)
Penggunaan ikan sapu‑sapu dalam siomay tetap kontroversial. Di satu sisi, harga murah membuatnya menarik bagi penjual. Di sisi lain, risiko kesehatan jangka panjang membuat beberapa penjual dan chef memilih ikan laut lain. Dengan demikian, konsumen diharapkan lebih waspada terhadap asal usul bahan makanan yang mereka konsumsi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Lombok Cooking Class Jakarta 18 Juni: Ayam Bakar Taliwang
Pasar Beriman Tomohon Batasi Satwa Liar, Baru 2024
Dua Lipa Pilih Maxwell Food Centre: Surga Kuliner Singapura
Fan Sumu Bikin Replika Qingming 7m dengan 60kg Cokelat
Hotel Penitipan Starter Sourdough Jadi Trend di Swedia
Prabowo Tekankan Standar 8 Potong Ayam MBG, Kumink Jelaskan
Berita Terbaru
Jadwal Sholat Surabaya 5 Juni 2026: Mulai Imsak 04.05 WIB
Jonatan Christie Batalkan Alwi Farhan, Raih Papan Indonesia
Jadwal Salat Denpasar 05 Juni 2026: Subuh, Zuhur, Asar
Jakarta Menang di Short Course, Ade Jona Cita Olimpiade
BMKG Prediksi Cuaca Jawa Timur 5 Juni 2026: Variasi Tinggi
McDonald's Indonesia Gelar Kampanye FIFA World Cup 2026
ORADO Resmi Jadi Anggota KONI, Domino Menjadi Olahraga Nasional
Suporter AS Kekecewa: Tempat Duduk Piala Dunia 2026 Terbagi
