Indonesia-Belarus Tandatangani MoU Rp7 Triliun, Kerja Sama

Fitri A. · 3 min baca · 19 hari lalu · 53 dibaca
Bisik.id
Indonesia-Belarus Tandatangani MoU Rp7 Triliun, Kerja Sama

Gambar atau konten salah?

Jakarta, 16 Mei 2026 – Dalam rangka memperkuat hubungan ekonomi, Indonesia dan Belarus menandatangani Agreed Minutes Sidang Komisi Bersama (SKB) ke‑8 serta beberapa Memorandum of Understanding (MoU) antar pelaku usaha.

Penandatanganan Agreed Minutes dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Deputi Perdana Menteri Belarus Viktor Karankevich. Kesepakatan ini menandai komitmen kedua negara untuk melaksanakan kerja sama ekonomi yang telah dibahas dalam rangkaian SKB ke‑8, serta memastikan agenda kerja sama dapat diimplementasikan secara sistematis, terarah, dan berorientasi pada hasil nyata.

“Kesepahaman yang telah dicapai dalam SKB ini harus dapat diterjemahkan menjadi langkah konkret yang memberikan dampak langsung bagi peningkatan hubungan ekonomi Indonesia dan Belarus,” kata Airlangga dalam keterangan tertulis, Sabtu (16 Mei 2026).

Pertemuan tersebut membahas berbagai bidang kerja sama, mulai dari perdagangan, investasi, industri, pertanian, ketahanan pangan, kehutanan, perbankan, kesehatan, pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, budaya, olahraga, hingga pariwisata. Airlangga menekankan bahwa Agreed Minutes ini dapat menjadi instrumen penting untuk mempercepat pelaksanaan kesepakatan dan mewujudkannya menjadi proyek kerja sama yang dapat diimplementasikan.

Deputi Perdana Menteri Belarus, Viktor Karankevich, menyampaikan komitmen negaranya untuk terus memperdalam kerja sama dengan Indonesia, khususnya pada sektor industri, pertanian, dan teknologi. Ia juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi dunia usaha kedua negara.

Di sela pertemuan, lima MoU antar pelaku usaha Indonesia dan Belarus ditandatangani, dengan total nilai mencapai Rp 7 triliun. MoU tersebut antara PT Pupuk Indonesia (Persero) dengan Nedra Nezhin; antara PT Indonesia Belarus Jaya dengan OJSC Minsk Dairy Plant No. 1; antara PT Indonesia Belarus Jaya dengan Energi Complekt; antara PT Indonesia Belarus Jaya dengan OJSC Dolomite; serta antara PT Indonesia Belarus Jaya dengan Belindo Trade.

PT Indonesia Belarus Jaya, perusahaan yang dibentuk di bawah naungan Jaya Group, menandatangani nota kesepahaman bisnis senilai Rp 7 triliun. Langkah ini menjadi strategi untuk memperkuat hubungan ekonomi bilateral Indonesia-Belarus sekaligus membuka pasar yang lebih kompetitif bagi kedua negara.

CEO Jaya Group, Tomy Suhartanto, menegaskan, “PT Indonesia Belarus Jaya adalah perusahaan yang dibentuk di bawah naungan Jaya Group. Fokus dan concern kami adalah men‑support dan melakukan action nyata untuk mendukung kerja sama bilateral Indonesia dan Belarus.”

Menurut Tomy, kerja sama tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan potensi unggulan kedua negara agar dapat saling diserap dan dimanfaatkan oleh pasar masing-masing. “Concern kami dalam kerja sama ini adalah mengoptimalkan segala potensi yang ada di kedua negara. Indonesia memiliki komoditas seperti kakao dan kelapa sawit, sementara produk‑produk Belarus yang dapat diserap dan dimanfaatkan di Indonesia antara lain susu, kabel dan kawat, serta pupuk,” katanya.

Tomy menambahkan, “Tujuan kami menandatangani MoU ini selain untuk men‑support pemerintah, juga untuk memberikan daya saing yang kompetitif bagi market Indonesia.”

Ia optimistis bahwa hubungan ekonomi Indonesia-Belarus akan terus bertumbuh. Menurutnya, fondasi hubungan kedua negara telah dibangun sejak era Presiden Abdurrahman Wahid dan memiliki peluang besar untuk berkembang lebih optimal pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Kesepakatan ini menandai langkah konkret dalam mempererat hubungan ekonomi bilateral, menegaskan komitmen kedua negara untuk memanfaatkan potensi komoditas dan teknologi yang saling melengkapi. Dengan nilai MoU mencapai Rp 7 triliun, kedua belah pihak menunjukkan tekad kuat untuk mengembangkan pasar dan memperkuat kerjasama industri, pertanian, serta sektor teknologi. Langkah ini diharapkan membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan memperluas jaringan bisnis di antara Indonesia dan Belarus.

Indonesia-BelarusSKB ke-8MoU 7 triliunPT Indonesia Belarus JayaIndustriPertanianTeknologiKomoditas

Komentar

Memuat komentar...