Indosat Luncurkan AI di Jaringan Seluler
Gambar atau konten salah?
Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) memperkenalkan solusi jaringan baru yang mengintegrasikan kecerdasan buatan. Teknologi ini disebut Artificial Intelligence Radio Access Network (AI-RAN).
AI-RAN membawa kemampuan kecerdasan buatan langsung ke dalam jaringan radio seluler. Tujuannya agar jaringan bisa mempelajari pola penggunaan, beradaptasi otomatis, dan mengoptimalkan kinerja secara langsung.
VP Head of Tech Strategic & Partnership Management IOH, Irwan Radius, menjelaskan di Surabaya pada (20/06/2024) bahwa aplikasi AI dijalankan pada stasiun pemancar (BTS) yang sudah dioptimalkan. Ia mencontohkan perangkat seperti smart glass yang mengirim video ke BTS. Jika sebelumnya fokus pada kecepatan unduh (download), kini kecepatan unggah (upload) dan latensi rendah juga harus baik. Teknologi AI-RAN mampu memberikan kapabilitas tersebut.
Pemanfaatan AI-RAN memungkinkan jaringan mengatur lalu lintas data lebih cerdas, meningkatkan kualitas sinyal, dan menghemat energi. Pengguna diharapkan merasakan koneksi yang lebih stabil dan handal di berbagai lokasi.
Pengembangan AI-RAN ini merupakan hasil kolaborasi yang didukung oleh teknologi komputasi AI dari NVIDIA dan teknologi 5G dari Nokia. Kolaborasi ini menjadi dasar untuk membangun infrastruktur digital yang lebih cerdas dan berkelanjutan.
Dalam penerapannya, AI-RAN menggunakan tiga pendekatan utama:
- AI-and-RAN: Menggunakan infrastruktur yang sama untuk menjalankan fungsi jaringan radio dan komputasi AI secara bersamaan.
- AI-on-RAN: Memungkinkan aplikasi AI berjalan langsung pada jaringan akses radio.
- AI-for-RAN: Memanfaatkan AI untuk meningkatkan kinerja jaringan, mengoptimalkan sumber daya, serta memperbaiki pengalaman pelanggan.
Dengan adanya 5G yang dimiliki IOH dan pengembangan AI-RAN, teknologi AI yang tadinya hanya bersifat digital kini bisa diimplementasikan secara fisik. Irwan Radius menyatakan bahwa jaringan 5G perlu lebih kuat, dan di sinilah peran AI menjadi penting. Sinergi antara 5G dan AI digunakan.
Kemampuan 5G AI RAN ini telah dibuktikan melalui sebuah demonstrasi. Perintah suara dikirim dari jarak ribuan kilometer, dari Barcelona menuju Surabaya, untuk memandu robot. Robot anjing tersebut berhasil mengikuti semua arahan yang diberikan.
IOH menargetkan sektor-sektor yang memerlukan solusi 5G AI RAN. Ini mencakup area perumahan (residensial) maupun industri yang menuntut koneksi cepat dan cerdas untuk pengawasan. Menurut Irwan Radius, industri sangat cocok untuk kontrol robot atau mesin, seperti lengan robot. Saat ini, komputasi untuk lengan robot mungkin masih terpisah di masing-masing perangkat. Dengan adanya GPU plus perangkat lunak dari Indosat, lengan robot tersebut dapat dijalankan melalui perangkat terdekat yang terhubung.
IOH menghadirkan teknologi jaringan yang menggabungkan kecepatan dan kecerdasan buatan melalui implementasi AI-RAN. Teknologi ini memungkinkan optimasi jaringan secara otomatis dan mendukung aplikasi berat seperti pengendalian robot jarak jauh, didukung oleh kemitraan dengan NVIDIA dan Nokia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Telkomsel dan SiCepat Luncurkan Paket Data Khusus Kurir
XLSmart Gelar Bravo 500 Summit 2026, Digital di Indonesia
Telkomsel Perluas Jaringan 5G ke 107 Kota, 2026 Lebih Cepat
Puskesmas Ohoiel Raih Penghargaan Digitalisasi Layanan Kesehatan
SMA N1 Bintan Pesisir Unggul Jadi Sekolah Teladan Digital
Pos Marinir Pulau Fanildo Pemenang Konektivitas Digital 2026
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
