Indosat Ooredoo Hutchison: Pendapatan Q1 2026 Naik 12%

Ayu W. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 103 dibaca
Bisik.id
Indosat Ooredoo Hutchison: Pendapatan Q1 2026 Naik 12%

Gambar atau konten salah?

Indosat Ooredoo Hutchison memulai 2026 dengan lonjakan pendapatan dua digit. Pada kuartal pertama, pendapatan mencapai Rp 15,2 triliun, naik 12% dibanding tahun sebelumnya. Laba bersih melonjak 26% menjadi Rp 1,5 triliun. “Indosat memulai 2026 dengan performa Q1 yang kuat. Kami mencatat pertumbuhan double digit di seluruh metrik utama, pendapatan naik 12%, EBITDA 13%, laba bersih 26%,” kata President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha dalam keterangan tertulis, Kamis (7/5/2026).

Vikram Sinha menekankan bahwa performa kuartal pertama ini menandai momentum pemulihan industri telekomunikasi Indonesia setelah beberapa tahun tekanan. “Momentum ini juga mencerminkan dinamika yang lebih luas di industri telekomunikasi Indonesia yang mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan serta kembali ke jalur pertumbuhan setelah periode tekanan dalam beberapa tahun terakhir,” tuturnya.

Pertumbuhan pendapatan berasal dari peningkatan rata-rata pendapatan per pengguna (ARPU). ARPU naik 15% YoY menjadi Rp 45.000. “Yang paling mencolok bukan hanya besaran pendapatannya, melainkan dari mana pertumbuhan itu berasal. Rata-rata pendapatan per pengguna (ARPU) naik 15% secara tahunan menjadi Rp 45.000. Hal ini bukan tanpa sebab, melainkan hasil dari pelanggan yang secara aktif mengonsumsi lebih banyak layanan bernilai tinggi,” tuturnya.

AI hyper-personalization menjadi mesin di balik pergeseran tersebut. Sistem berbasis kecerdasan buatan menganalisis kebiasaan digital 94 juta pelanggan secara individual untuk menawarkan produk dan paket yang relevan secara real‑time.

Trafik data Indosat juga melonjak 25,1% YoY, mencapai 4.906 petabyte, mencerminkan ketergantungan pelanggan pada layanan digital perusahaan.

Pertumbuhan ARPU kami didorong oleh AI hyper-personalization, jaringan yang semakin baik, dan fokus pada pengalaman pelanggan,” ujar Vikram Sinha.

Indosat tidak hanya menjual konektivitas. Melalui platform AI Neocloud berbasis infrastruktur NVIDIA, perusahaan memonetisasi kapasitas komputasi AI kepada korporasi. Pada kuartal pertama 2026, segmen ini sudah menghasilkan US$ 16 juta dengan kontrak tiga tahun ke depan.

Kerja sama dengan Google memperkuat portofolio layanan AI langsung ke konsumen. Indosat bundel akses Google Gemini ke dalam paket data seluler.

Di lapisan infrastruktur, Indosat bersama Nokia dan NVIDIA menjadi yang pertama di Asia Tenggara menjalankan panggilan 5G Layer 3 berbasis AI‑RAN. Teknologi ini memungkinkan jaringan radio dan beban kerja AI berjalan di atas infrastruktur fisik yang sama. Pusat riset AI‑RAN beroperasi di Surabaya, satu-satunya di Asia.

Efisiensi AI meningkatkan akurasi perencanaan kapasitas jaringan hingga 98%, menghemat sekitar US$ 10 juta dalam belanja modal hanya dari perencanaan kapasitas. “Dengan AI, akurasi perencanaan kapasitas jaringan bisa mencapai 98%, dan itu memungkinkan kami menghemat sekitar US$ 10 juta dalam belanja modal hanya dari perencanaan kapasitas,” kata Vikram Sinha.

Belanja modal Indosat melonjak 59,6% YoY, namun utang bersih turun 9,2% menjadi Rp 8,5 triliun, dengan rasio net debt terhadap EBITDA 0,31 kali. “Perusahaan berinvestasi agresif sambil memperkuat posisi keuangannya, kombinasi yang langka di industri telekomunikasi mana pun,” jelasnya. Indosat mengakui masih ada ruang peningkatan efisiensi biaya di berbagai lini operasional. Ke depan, optimalisasi biaya tetap berjalan seiring komitmen utama menghadirkan pengalaman pelanggan lebih baik. “Semangat ini sejalan dengan nilai #lebihbaikIndosat, di mana setiap optimalisasi biaya yang dihasilkan akan dialokasikan untuk memperkuat kualitas layanan dan membangun customer love secara berkelanjutan,” tuturnya. “Kami memiliki keyakinan kuat bahwa kami sedang menuju pertumbuhan double digit penuh untuk sepanjang 2026,” tutupnya.

Indosat Ooredoo Hutchison menunjukkan pertumbuhan kuat di Q1 2026, didorong oleh AI hyper-personalization dan investasi infrastruktur. Pendapatan naik dua digit, laba bersih meningkat 26%, ARPU tumbuh 15%. Perusahaan menggabungkan peningkatan layanan pelanggan dengan efisiensi biaya, menempatkan diri sebagai pemain yang kuat di pasar telekomunikasi Indonesia.

IndosatAI hyper-personalisasiARPU5G AI‑RANNeocloudNVIDIAGoogle Gemini

Komentar

Memuat komentar...