ITS Rilis AI Cek Kerusakan Jalan Otomatis Menit Pemerintah
Gambar atau konten salah?
Berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari desa hingga provinsi, menghadapi jalan rusak yang meluas. Metode pemantauan tradisional masih manual dan memakan waktu.
Untuk mengatasi masalah ini, Dr. Hani'ah Mahmudah dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menciptakan sistem deteksi kerusakan jalan berbasis kecerdasan buatan (AI). Sistem ini memanfaatkan model Convolutional Neural Network (CNN) yang dijalankan pada perangkat komputasi edge.
Alat ini menempatkan sensor kamera pada kendaraan, sehingga setiap jalan yang rusak dapat teridentifikasi secara otomatis. Data visual berupa foto atau video dikumpulkan, lalu dianalisis menggunakan model AI untuk mengenali kerusakan seperti lubang atau retakan.
"Optimasi pendeteksi yang digunakan ini berbasis akal imitasi (AI) untuk mempercepat pengambilan data secara tepat waktu," katanya, dikutip dari laman resmi ITS, Rabu (15/4/2026).
Data visual diproses dengan model iYOLOv7-TPE-SS agar objek dapat dikenali lebih akurat. Hasil identifikasi kemudian diolah menggunakan perangkat komputasi berbasis AI, yakni NVIDIA AGX Orin. Dari proses tersebut, sistem menghasilkan informasi kondisi jalan yang dapat langsung digunakan untuk perencanaan perbaikan.
Teknologi ini dinilai meningkatkan efisiensi pengambilan data dibandingkan metode konvensional. Menurut Hani'ah, manfaatnya tidak hanya bagi dunia akademik, tetapi juga memiliki potensi implementasi luas. Sistem deteksi otomatis dapat membantu pemerintah menghemat biaya pemeliharaan jalan sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna.
"Tak hanya itu, inspeksi jalan yang lebih cepat dan objektif dengan AI juga mendukung terciptanya smart city dan Internet of Vehicles (IoV)," paparnya.
Selama masa studinya, Hani'ah menghasilkan sejumlah publikasi ilmiah di jurnal internasional. Sebanyak tujuh dari sembilan artikel ilmiah yang ditulisnya diterbitkan oleh Institute of Electrical and Electronics Engineers. Penelitian tersebut berfokus pada machine learning dan digital signal processing.
Hani'ah berharap inovasi yang dikembangkan dapat menarik mitra industri agar teknologi tersebut dapat diterapkan secara luas.
Pengembangan teknologi ini juga mendukung komitmen ITS dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada bidang pendidikan berkualitas, inovasi infrastruktur, serta kota berkelanjutan.
Teknologi AI deteksi jalan ini dapat membantu pemerintah menghemat biaya pemeliharaan jalan dan meningkatkan keselamatan pengguna.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
