Izzah, Mantan Kanker Serviks, Jadi Usahawan Gluten‑Free
Gambar atau konten salah?
Maizatul Akmar Rizah Mazlan (54), yang biasa dipanggil Izzah, seorang ibu tunggal asal Malaysia, berhasil bangkit dari masa sulit setelah didiagnosis kanker serviks stadium dua pada 20 Maret 2024. Diagnosis itu menjadi titik balik bagi gaya hidupnya, khususnya pola makan.
Selama menjalani pengobatan, Izzah mengaku kesulitan menemukan camilan yang sesuai dengan kebutuhannya. “Selama menjalani pengobatan, saya harus lebih berhati-hati dengan asupan makanan. Sulit menemukan camilan yang cocok, jadi saya mulai mencoba membuat kue dengan tepung bebas gluten,” ujarnya.
Ide membuat biskuit gluten‑free muncul dari kebutuhan pribadi. Namun prosesnya tidak mudah. Izzah harus melalui berbagai percobaan sebelum menemukan resep yang tepat. “Tidak mudah menghasilkan kue bebas gluten. Setelah beberapa kali mencoba, akhirnya saya menemukan formula yang pas, tetap renyah dan enak,” jelasnya.
Usahanya kini berkembang pesat. Biskuit buatan Izzah hadir dalam berbagai varian, seperti suji, kacang, kelapa, dan triple cokelat. Ia juga memproduksi oat cereal dan murukku di bawah merek Izzah Recipe. Produk tersebut semakin diminati, terutama oleh mereka yang menjalani pola makan sehat atau memiliki kebutuhan diet khusus.
Awalnya hanya untuk kebutuhan sendiri, “Awalnya ini hanya untuk kebutuhan sendiri, tapi ternyata banyak yang suka. Sekarang permintaannya terus meningkat, termasuk dari orang‑orang dengan kondisi kesehatan tertentu,” tambahnya. Izzah kini memproduksi biskuitnya di sebuah workshop di Kampung Cenderawasih Timur. Produk dijual sepanjang tahun dengan harga Rp 33.000–Rp 115.000, serta didistribusikan melalui sejumlah agen dan stokis.
Perjalanan Izzah sebagai pelaku usaha tidak lepas dari kisah perjuangannya sebagai ibu tunggal sejak akhir 1990‑an. Demi menghidupi dua anaknya, ia pernah menjalani berbagai pekerjaan sekaligus, mulai dari pemungut sampah hingga mencuci piring. “Saat anak‑anak masih kecil, saya melakukan banyak pekerjaan dalam sehari. Saya juga membuat kue untuk menambah penghasilan,” kenangnya.
Perkembangan usaha ini perlahan namun pasti. Ia mulai menerima pesanan kue dan memperluas jenis produk yang dijual, sehingga mampu meningkatkan taraf hidup keluarganya. Penghargaan sebagai Ikon Usahawan Asnaf 2023 menjadi pengakuan atas kerja kerasnya.
Izzah dinyatakan bebas kanker sejak 2021. Ia melihat pengalaman pahit di masa lalu sebagai motivasi untuk bangkit dan membantu orang lain melalui produk yang lebih sehat. Kisahnya menegaskan bahwa ketekunan dan kreativitas dapat mengubah tantangan menjadi peluang, sekaligus memberi dampak positif bagi komunitas yang membutuhkan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
5 Beras Terbaik Dunia 2026: Thai Jasmine, Basmati, Arborio
Lombok Cooking Class Jakarta 18 Juni: Ayam Bakar Taliwang
Pasar Beriman Tomohon Batasi Satwa Liar, Baru 2024
Dua Lipa Pilih Maxwell Food Centre: Surga Kuliner Singapura
Fan Sumu Bikin Replika Qingming 7m dengan 60kg Cokelat
Hotel Penitipan Starter Sourdough Jadi Trend di Swedia
Berita Terbaru
Perez Siap Jadi Presiden Real, Rencanakan Kembali Mourinho
PHK 23.470 Orang 2026, Penurunan dari 46.015 Tahun Lalu
5 Juni 2026: Hari Lingkungan & Perlindungan IUU Ikan
Beasiswa Garuda 2026: Peluang Penuh Dana untuk Siswa SMA
Timnas Indonesia Hadapi Oman 5 Juni 2026 di GBB, Persiapan
Registrasi UM‑PTKIN 2026 Tutup, Ujian SSE 8-14 Juni
