Jeje Adriel, Youtuber 25 Tahun, Diderita Limfoma Hodgkin
Gambar atau konten salah?
Jeje Adriel, pemuda asal Jakarta Utara, baru saja mengumumkan bahwa ia didiagnosis dengan limfoma Hodgkin stadium 2 pada usia 25 tahun. Ia dikenal sebagai Youtuber dan mantan pro player Mobile Legends.
Setelah menerima hasil tes, Jeje membagikan kabar tersebut lewat akun Instagramnya. Ia meminta pengikutnya untuk tetap tenang dan tidak terlalu khawatir, sekaligus memohon doa. Meski begitu, ia menegaskan bahwa ia tidak ingin orang terlalu memikirkan hal tersebut.
Jeje mengaku belum mengetahui secara pasti apa penyebab kanker limfoma yang ia alami. Dokter yang merawatnya juga belum dapat menentukan faktor penyebabnya secara pasti. Namun, ia menyadari bahwa beberapa faktor dapat meningkatkan risiko terkena limfoma.
“Ya, ada yang bilang bad luck aja gitu kan. Ada yang bilang dari faktor genetik juga bisa gitu kan. Ada yang bilang juga kalau pola hidup ya,” cerita Jeje dikutip dari akun Instagram-nya dengan izin yang bersangkutan. “Kalau gue sendiri gue nggak ngerokok, minum alkohol. Cuma memang kalau jam tidur gue nggak sebagus itulah jam tidur gue ya. Cuma bukan berarti gue membenarkan diri gue nih. Menurut gue ya, banyak juga nih orang kayaknya yang jam tidurnya lebih parah gitu kan,” sambungnya.
Jeje pertama kali didiagnosis pada 17 April 2026. Saat ini, perawatan yang ia jalani berupa kemoterapi. Setelah beberapa sesi, dokter akan meninjau kondisinya kembali untuk menentukan langkah selanjutnya.
“Target kemoterapi dari dokter 2 siklus dulu (4x kemo) lalu di PET scan lagi, setelah itu baru dilihat dari hasil pet scan selanjutnya bagaimana,” ungkap Jeje.
Menurut Mayo Clinic, penyebab pasti limfoma Hodgkin belum diketahui. Kanker terjadi ketika sel mengalami perubahan pada DNA-nya. Pada sel sehat, DNA memberi instruksi agar sel tumbuh dan berkembang biak dengan kecepatan tertentu, lalu mati pada waktunya. Pada sel kanker, perubahan DNA memberikan instruksi yang berbeda. Perubahan tersebut membuat sel kanker memproduksi jauh lebih banyak sel dengan cepat. Sel kanker juga dapat terus hidup ketika sel sehat seharusnya mati. Akibatnya, jumlah sel menjadi berlebihan.
Di limfoma Hodgkin, sel kanker dapat menumpuk di kelenjar getah bening, sumsum tulang, limpa, dan jaringan lain di seluruh tubuh. Limfoma Hodgkin bermula pada sel darah putih pelawan infeksi yang disebut limfosit B.
Faktor risiko limfoma Hodgkin meliputi:
- Usia: paling sering didiagnosis pada orang berusia 20‑30 tahun dan orang yang berusia di atas 65 tahun.
- Riwayat keluarga limfoma: memiliki kerabat sedarah, seperti orang tua atau saudara kandung, yang menderita limfoma dapat meningkatkan risiko.
- Infeksi: infeksi tertentu dikaitkan dengan limfoma Hodgkin, termasuk HIV dan virus Epstein‑Barr (EBV).
- Sistem kekebalan tubuh yang lemah atau kondisi autoimun: memiliki kondisi yang memengaruhi sistem imun dapat meningkatkan risiko, contohnya rheumatoid arthritis, lupus eritematosus sistemik, sarkoidosis, dan lainnya. Sistem imun juga dapat melemah setelah transplantasi organ.
Jeje berharap proses kemoterapi dapat mengendalikan pertumbuhan sel kanker dan memulihkan kesehatannya. Ia mengajak pengikutnya untuk tetap memberikan dukungan tanpa menimbulkan kekhawatiran berlebih. Dengan informasi yang terbuka, ia berharap dapat membantu orang lain yang mungkin menghadapi situasi serupa.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
SIM Keliling Kembali di Klungkung dan Badung Hari Ini
Surabaya Cerah, Suhu Capai 33 Derajat
Trossard Tinggalkan Arsenal, Fenerbahce Jadi Tujuan
Prakiraan BMKG: Bandung Cerah Senin Pekan Depan
6 Juli 2026: Hari Baik untuk Bangun Rumah, Pantang untuk Panen Buah
Jadwal Sholat Surabaya 6 Juli 2026: Imsak hingga Isya
Air Suci Dipakai Romero dan Martinez Sebelum Argentina Menang
Jadwal Salat Denpasar 6 Juli 2026 Lengkap dengan Niat
Konser Denny Caknan Ricuh, Pagar Jebol Dua Petugas Luka
Portugal Vs Spanyol: Final Kepagian di Babak 32 Besar
