Nyeri Bahu Pria Texas Ternyata Kanker Darah
Gambar atau konten salah?
Seorang pria di Texas, Amerika Serikat, awalnya hanya mengira nyeri di bahunya adalah cedera otot biasa. Ternyata, itu adalah tanda awal dari kanker.
Eric Dillon, nama pria tersebut, pertama kali memeriksakan diri dan dokter mengatakan ia mengalami cedera rotator cuff. Itu adalah kerusakan pada otot dan tendon di sekitar sendi bahu. Ia menjalani terapi fisik dan peregangan. Rasa sakitnya mereda. Selama dua tahun berikutnya, rasa tidak nyaman datang dan pergi. Ia bisa mengatasinya dengan mengubah posisi tidur atau mengurangi aktivitas. Nyeri itu perlahan menjadi bagian dari kesehariannya.
Pada Mei 2024, Dillon memutuskan untuk kembali ke dokter ortopedi. Hasil pemindaian MRI menunjukkan sesuatu yang mencurigakan. Ia kemudian dirujuk ke dokter onkologi. Saat itu, ia belum tahu apa yang sebenarnya terjadi.
"Saya masuk, dan dia langsung bertanya, 'Anda tahu mengapa Anda di sini?' Saya menjawab, 'Saya mendapat rujukan dari dokter lain untuk menemui Anda,'" kenang Dillon. "Dia berkata, 'Saya seorang ahli onkologi ortopedi... Saya menangani kanker.'"
Pernyataan itu mengejutkan Dillon. Pemeriksaan memastikan bahwa ia mengidap multiple myeloma, sejenis kanker darah yang menyerang sel plasma. Ia kemudian memeriksakan diri ke MD Anderson Cancer Center di Houston, Texas. Hasilnya sama.
Sel kanker dapat mengganggu pembentukan darah normal. Ini menyebabkan anemia, kerusakan ginjal, dan peningkatan kadar kalsium. Penyakit ini juga bisa merusak bagian keras tulang. Pada kasus Dillon, kerusakan itu muncul sebagai nyeri bahu.
Dr. Hearn Cho, dokter yang menangani Dillon, mengatakan bahwa penyakit ini sering salah didiagnosis sebagai cedera biasa. Dillon menjalani delapan siklus pengobatan selama hampir setahun. Ia juga membuat jurnal harian untuk mencatat proses pengobatannya.
"Sejak saat itu, semuanya tampaknya berjalan dengan baik. Tidak ada efek samping yang besar, tidak ada dampak besar, atau hal lain apa pun," kata Dillon.
Setelah menyelesaikan uji klinis, masih ada sisa kanker di tulang bahunya. Sisa kanker itu berhasil dihilangkan setelah beberapa kali menjalani radiasi tambahan. Rasa sakit di bahunya pun akhirnya hilang.
"Rasanya luar biasa bisa bebas dari rasa sakit dan terus maju," kata Dillon. "Sekarang, semuanya indah."
Saat ini, Dillon dalam kondisi remisi. Ia rutin memeriksakan diri ke dokter onkologi untuk memastikan kankernya tidak kambuh. Ia juga mengonsumsi satu obat setiap hari untuk menjaga kondisinya. Dillon ingin meningkatkan kesadaran orang tentang gejala multiple myeloma yang tidak biasa. Ia juga ingin orang tahu bahwa ada alat yang bisa membantu mempercepat diagnosis.
"Ini bukan salah satu jenis kanker yang tidak ada pengobatannya," kata Dillon. "Masa depannya cerah. Peluangnya cerah."
Kasus ini menunjukkan bahwa nyeri yang tampak sepele bisa menjadi petunjuk penyakit serius. Multiple myeloma sering terdeteksi terlambat karena gejalanya mirip dengan kondisi lain yang lebih umum, seperti cedera otot. Diagnosis dini dan pengobatan yang tepat, seperti yang dijalani Dillon, bisa membuat perbedaan besar dalam hasil pengobatan pasien.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Anak 5 Tahun Tewas Digigit Ular Weling Saat Tidur
Dokter Ungkap Tanda Bahaya dalam Hubungan
Persija Kirim Enam Pemain ke TC Timnas Jelang Piala AFF 2026
Warga Mesuji Tangkap-Sembelih Tapir, Satwa Langka Disangka Babi
Tim Evakuasi Temukan Tiga Kobra Jawa di Klaten, Dua Sedang Kawin
Festival Durian Melaka: Makan Sepuasnya Rp44 Ribu
Simon: Ronaldo Tak di Puncak, Tapi Tetap Berbahaya
Mahasiswi Tel-U Hilang, Keluarga Dibayangi Penipuan
Kucing Tak Pilih Gender, Hanya Cari yang Beri Makan