Jemaah Cadangan Ponorogo Berangkat Bertahap, Kloter Lain
Gambar atau konten salah?
Sejumlah tujuh jemaah cadangan asal Ponorogo kini mendapat kepastian untuk berangkat secara bertahap guna mengisi kursi kosong di beberapa kelompok terbang.
Menurut Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Ponorogo, Marjuni, para jemaah cadangan tidak diberangkatkan sekaligus. “Jemaah cadangan ini berangkatnya bertahap, tidak bersamaan. Ada yang masuk kloter 22, 24, dan 25,” ujarnya pada Senin, 27 April 2026.
Marjuni menambahkan bahwa untuk kloter 25, pihaknya akan turut mendampingi langsung karena jemaah tersebut tergabung dengan peserta dari daerah lain.
“Untuk kloter 25 saya ikut mengantar karena bergabung dengan Pacitan, kebetulan saya juga menjabat Plt di sana,” jelas Marjuni.
Kesempatan bagi jemaah cadangan muncul setelah beberapa jemaah utama batal berangkat karena alasan kesehatan. Salah satunya adalah calon jemaah atas nama Samingan, yang harus menunda keberangkatan akibat serangan stroke.
“Pak Samingan ini sebelumnya sudah istithaah dan melunasi biaya haji. Tapi menjelang keberangkatan mengalami stroke sehingga tidak bisa berangkat,” jelas Marjuni.
Keadaan tersebut membuka ruang bagi jemaah cadangan untuk mengisi kursi yang kosong. Bahkan, satu jemaah cadangan berhasil masuk ke kloter awal yang sudah lebih dulu diberangkatkan.
“Cadangan urutan 8 bisa masuk ke kloter 20 untuk mengisi kursi kosong. Atas nama Sri Haryuni, alhamdulillah bisa berangkat lebih dulu,” ungkap Marjuni.
Marjuni menegaskan bahwa penempatan jemaah cadangan tidak selalu berada di daerah asal. “Penempatannya tidak selalu di kloter daerah sendiri. Bisa bergabung dengan kabupaten lain, tergantung kursi yang tersedia,” pungkasnya.
Jamaah haji asal Ponorogo pada tahun 2026 berjumlah 565 orang, termasuk jamaah dan petugas.
Dengan sistem penempatan yang fleksibel, jemaah cadangan dapat memanfaatkan kesempatan yang terbuka ketika kursi kosong muncul, memastikan proses keberangkatan tetap berjalan lancar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Webinar AI untuk Riset Akademik: Percepat Skripsi dan Tesis
Menteri Dorong Rektor Naikkan Gaji Dosen
Stella Christie: Kunci RI Kuasai AI Ada di Data
SPP SMA Negeri Jawa Barat Akan Dihidupkan Kembali?
Prabowo Hentikan MBG untuk Anak Orang Kaya
BGN Kaji Libatkan Kantin Sekolah untuk MBG
DPR Desak Penataan Taxiway Bandara Halim
Menkeu Purbaya: Surat Tambahan Anggaran IKN Rp 2,86 T Belum Sampai
