Agrinas Bantah PHK, Siap Rekrut 20.000 Pekerja
Gambar atau konten salah?
Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara, Abdul Ghani, dengan tegas membantah rumor yang beredar mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK) di perusahaannya. Ia menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar. Sebaliknya, perusahaan justru sedang bersiap untuk membuka lowongan kerja besar-besaran.
"Ini informasi penting bahwa Agrinas itu bukan melakukan PHK, justru kami akan merekrut banyak pekerja, karena untuk meningkatkan produktivitas kami harus memastikan seluruh tanaman dikelola dengan baik," ujar Abdul dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR pada Senin, 06 Juli 2026.
Abdul menjelaskan, proses perekrutan ini akan berlangsung pada bulan Juli hingga Agustus 2026. Kebutuhan tenaga kerja mencakup posisi manajemen hingga pekerja lapangan. Total rekrutmen yang disiapkan mencapai lebih dari 20.000 orang.
"Insyaallah bulan Juli ini seluruh tenaga yang dibutuhkan, tenaga manajemen akan kita penuhi, kami merekrut 1.844 orang tenaga karyawan pimpinan, 9.500 orang mandor, dan 11.000 pemanen, belum lagi pembelian. Jadi, 20 ribuan ada, lebih 20 ribuan," katanya.
Dalam proses rekrutmen ini, Abdul menekankan bahwa perusahaan akan mengutamakan tenaga kerja dari masyarakat sekitar. Hal ini dilakukan agar warga di wilayah operasional perusahaan bisa merasakan langsung manfaat dari keberadaan Agrinas.
"Kami untuk mandor dan karyawan panen kita akan mengutamakan dari daerah masing-masing, jadi bukan dari luar," katanya.
Pernyataan ini sekaligus mengklarifikasi isu yang beredar di publik. Agrinas Palma Nusantara, yang bergerak di sektor perkebunan, justru membutuhkan banyak tenaga kerja baru untuk mengelola lahan dan meningkatkan produktivitas. Fokus utama perusahaan saat ini adalah memastikan seluruh tanaman terawat dengan baik, yang memerlukan tambahan sumber daya manusia dalam jumlah besar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
