Jepang Pangkas Subsidi BBM Mulai Desember

Ani R. · 2 min baca · 1 jam lalu · 24 dibaca
Bisik.id
Jepang Pangkas Subsidi BBM Mulai Desember

Gambar atau konten salah?

Pemerintah Jepang berencana memangkas subsidi bahan bakar minyak (BBM) secara bertahap. Rencananya, kebijakan ini mulai berlaku pada Desember mendatang. Langkah ini diambil di tengah tekanan biaya hidup yang terus meningkat di Negeri Sakura.

Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, mengungkapkan bahwa subsidi bensin saat ini sudah melampaui 50 yen per liter. Angkanya fantastis. Biaya yang dikeluarkan negara mencapai lebih dari 10 miliar yen setiap harinya. Sejak Oktober tahun lalu, total subsidi yang sudah digelontorkan mencapai sekitar 1,4 triliun yen.

Sejak Maret lalu, subsidi bensin diberikan untuk menjaga harga eceran tetap di kisaran 170 yen per liter. Takaichi menjelaskan, harga acuan ini rencananya akan dinaikkan 5 yen setiap bulan menjelang musim semi. Kenaikan bertahap, bukan sekaligus.

Namun, jangan salah. Pemerintah Jepang tidak serta-merta meninggalkan warganya. Di musim dingin nanti, mereka tetap akan memberikan subsidi untuk tagihan listrik dan gas. Pola yang sama seperti tahun lalu. Dengan kebijakan ini, setiap rumah tangga diperkirakan bisa menghemat sekitar 7.000 yen (setara 44 dolar AS) selama tiga bulan, terhitung mulai Desember.

Latar belakangnya jelas. Harga minyak mentah global melonjak drastis setelah Selat Hormuz ditutup. Penyebabnya adalah pecahnya perang antara AS-Israel dengan Iran pada akhir Februari. Jepang, sebagai negara yang minim sumber daya alam, sangat bergantung pada impor minyak dari Timur Tengah. Lonjakan harga minyak jelas membebani anggaran negara.

Kebijakan pengurangan subsidi BBM ini menjadi dilema. Di satu sisi, pemerintah ingin mengurangi beban anggaran negara. Di sisi lain, warga masih harus menghadapi kenaikan biaya hidup. Subsidi listrik dan gas di musim dingin menjadi kompensasi, setidaknya untuk sementara waktu.

pemotongan subsidi BBMJepangkenaikan harga minyaksubsidi listrik dan gasbiaya hidupanggaran negaraSelat Hormuz

Komentar

Memuat komentar...