Tiga BUMN Teken MoU Ekosistem Motor Listrik
Gambar atau konten salah?
Tiga perusahaan milik negara, PT Pertamina Patra Niaga, PT Len Industri, dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), baru saja menandatangani nota kesepakatan. Tujuannya? Mengembangkan ekosistem pengisian daya dan penukaran baterai untuk kendaraan listrik. Langkah ini dianggap penting untuk mendukung program Motor Listrik Nasional (Molinas).
Eko Ricky, Direktur Pemasaran Retail Pertamina Patra Niaga, menyebut MoU ini sebagai langkah strategis. Perusahaannya ingin ambil bagian dalam transisi energi nasional, terutama di sektor transportasi roda dua. "Melalui kolaborasi lintas BUMN ini, kami ingin memastikan bahwa transisi menuju kendaraan listrik tidak hanya berhenti pada penyediaan unit kendaraannya saja, tetapi juga didukung oleh ekosistem energi yang handal, mudah diakses dan merata di berbagai wilayah," ujar Eko dalam keterangan tertulis pada Jumat, 30 Oktober 2026.
Pertamina Patra Niaga akan fokus pada penyediaan infrastruktur hilir. Mereka akan memanfaatkan jaringan SPBU dan titik-titik ritel strategis milik perusahaan. Titik-titik ini akan diintegrasikan dengan fasilitas pengisian daya dan penukaran baterai motor listrik.
Perusahaan sudah mengembangkan Green Energy Station (GES) di berbagai wilayah Indonesia. Hingga saat ini, 837 SPBU Pertamina telah bertransformasi menjadi Green Energy Station. Dari jumlah itu, tersedia 112 unit stasiun pengisian kendaraan listrik dan 122 unit stasiun penukaran baterai. Semua ini untuk mendukung kebutuhan kendaraan listrik, termasuk motor listrik.
"Transformasi SPBU menjadi Green Energy Station melalui penyediaan infrastruktur pengisian dan penukaran baterai ini merupakan wujud nyata kesiapan kami dalam menghadirkan ekosistem energi masa depan yang andal dan mudah diakses oleh masyarakat," kata Eko.
Sinergi tiga BUMN ini diharapkan bisa mempercepat kemandirian industri kendaraan listrik dalam negeri. Sekaligus mendukung target pemerintah menurunkan emisi karbon di sektor transportasi secara berkelanjutan.
Program Molinas sendiri merupakan inisiatif strategis nasional. Program ini diresmikan Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya membangun kemandirian industri kendaraan listrik roda dua di Indonesia, mulai dari komponen lokal, manufaktur, baterai, hingga layanan purnajual.
"Melalui kolaborasi strategis antar-BUMN ini, kami optimis ekosistem kendaraan listrik nasional tidak hanya sekadar tumbuh, tetapi benar-benar mandiri dan berdaya saing global demi masa depan energi Indonesia yang lebih bersih," pungkas Eko.
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pemerintah serius mendorong kendaraan listrik. Bukan cuma soal menjual motor listrik, tapi juga memastikan infrastruktur pendukungnya siap. SPBU yang biasanya hanya menjual BBM, kini perlahan berubah menjadi pusat energi yang melayani berbagai jenis kendaraan. Ini adalah perubahan besar yang butuh waktu dan investasi tidak sedikit.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Tiga BUMN Teken MoU Ekosistem Motor Listrik
SEFAS Group Resmi Kuasai Seluruh SPBU Shell di Indonesia
Laba Exxon Melonjak Akibat Krisis Energi Global
Menteri ESDM: Tambang Wajib Pulihkan Lingkungan
Jepang Pangkas Subsidi BBM Mulai Desember
Warga Dawuhan Tukar Minyak Bekas Jadi Uang Tunai
Pertamina Tak Ubah Harga BBM Nonsubsidi per November
Singapura Bantah Tuduhan Bahlil Soal Ekspor Ulang LNG
Harga BBM November 2026: Tidak Ada Perubahan
Singapura Setuju Impor Listrik 1,3 GW dari Vietnam via Malaysia
