Warga Dawuhan Tukar Minyak Bekas Jadi Uang Tunai

Putri N. · 2 min baca · 1 jam lalu · 27 dibaca
Bisik.id
Warga Dawuhan Tukar Minyak Bekas Jadi Uang Tunai

Gambar atau konten salah?

Di Desa Dawuhan, Kecamatan Banyumas, Jawa Tengah, ada cara baru untuk mendapatkan uang tambahan. Warga bisa menukarkan minyak jelantah—minyak goreng bekas pakai—dengan uang tunai. Tempatnya di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) setempat.

Minyak bekas yang terkumpul tidak dibuang begitu saja. Minyak itu akan diolah menjadi bahan bakar, seperti Bioavtur dan Green Gasoline. Program uji coba pengumpulan ini digagas oleh Pertamina Patra Niaga bersama Kementerian Koperasi. Peluncuran resminya dilakukan di KDKMP Desa Dawuhan pada Kamis, 29 Oktober 2023.

Samini, warga RT 01/RW 01, punya cerita. Sebelum ada program ini, ia biasa mengumpulkan sisa minyak goreng untuk dibuat lilin darurat. Kini, kebiasaannya itu punya nilai lebih. "Setiap selesai menggoreng di rumah, sisa minyaknya saya kumpulkan sedikit demi sedikit. Dulu cuma dipakai sendiri untuk bikin lilin kalau mati lampu. Sekarang senang sekali karena bisa ditukarkan jadi uang tunai di koperasi," ujar Samini. Ia menambahkan, "Tentu jadi makin semangat mengumpulkan jelantah dari dapur karena bisa menambah uang belanja kebutuhan sehari-hari."

Warga lain, Yati, merasakan manfaat serupa. Menurutnya, program ini membantu ekonomi keluarga. Ada efek samping yang positif juga. Yati bilang, pengumpulan minyak jelantah ini mengingatkan warga untuk tidak memakai minyak goreng berkali-kali. "Bagi ibu-ibu yang rutin memasak, program ini sangat bermanfaat. Minyak yang tadinya dibuang atau berbahaya kalau dipakai berulang kali, sekarang dikumpulkan dan disetorkan ke koperasi. Minyak jelantah yang dulu tidak bermanfaat kini jadi rupiah dan membawa berkah," tuturnya.

Ketua KDKMP Desa Dawuhan, Suparjo, mengungkapkan antusiasme warga. Setelah sosialisasi selama sepekan terakhir, warga dan pelaku usaha kuliner mulai menyetorkan minyak jelantah mereka. "Respons masyarakat sangat baik. Untuk tingkat rumah tangga, warga mampu mengumpulkan lebih dari setengah liter per minggu. Sementara dari pelaku UMKM kuliner dan gorengan di sekitar desa, ada yang mampu menyetorkan 10, 20, hingga 25 liter minyak jelantah dalam seminggu," jelas Suparjo.

Program ini pada dasarnya mengubah sesuatu yang biasa dianggap limbah dapur menjadi sumber pendapatan. Minyak jelantah yang selama ini mungkin dibuang atau malah dipakai ulang hingga berbahaya bagi kesehatan, kini punya jalur ekonomi yang jelas. Dari dapur rumah tangga hingga warung gorengan, semuanya bisa berpartisipasi. Ujungnya, minyak bekas itu disulap menjadi bahan bakar pesawat dan kendaraan.

minyak jelantahtukar uangdesa dawuhanpertaminakoperasibioavturekonomi sirkuler

Komentar

Memuat komentar...