Jibom Brimob Musnahkan Bom Pesawat di Blitar
Gambar atau konten salah?
Tim Penjinak Bom (Jibom) Brimob Polda Jawa Timur dari Mako Kediri telah melaksanakan pemusnahan atau disposal terhadap sebuah bom jenis pesawat terbang. Bom tersebut sebelumnya ditemukan di aliran Sungai Lahar yang berada di Jalan Manggar, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar.
Proses pemusnahan dilakukan di kawasan Kali Bladak, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Lokasi ini sengaja dipilih karena letaknya yang jauh dari permukiman penduduk. Meski begitu, getaran dari ledakan tetap terasa oleh warga yang tinggal dalam radius hingga lima kilometer dari titik peledakan.
AKP Samsul Anwar, Kepala Seksi Humas Polres Blitar Kota, menjelaskan bahwa bom yang telah dievakuasi sehari sebelumnya langsung dimusnahkan oleh tim Jibom Polda Jatim yang bekerja sama dengan personel Polres Blitar Kota. "Disposal dilakukan siang tadi, dan berjalan lancar," ujarnya pada Jumat, 10 Juli 2026.
Lokasi disposal berada di bekas galian tambang yang ada di kawasan Kali Bladak. Menurut Samsul, tempat tersebut dinilai aman karena tidak dekat dengan pemukiman. Selain itu, area di sana cukup luas sehingga proses pemusnahan bisa dilakukan dengan lebih leluasa dan terkendali.
Sebelum bom diledakkan, personel terlebih dahulu melakukan sterilisasi lokasi. Langkah ini penting untuk memastikan tidak ada warga atau pekerja tambang pasir yang melintas di sekitar area disposal. "Nah, setelah dinyatakan aman baru dilakukan disposal dan alhamdulillah semuanya berjalan lancar," jelas Samsul.
Proses disposal dilakukan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dari Tim Jibom Brimob. Keselamatan personel dan lingkungan sekitar menjadi prioritas utama. Polres Blitar Kota memastikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan pemusnahan berlangsung dalam kondisi yang kondusif. "Sampai dengan disposal selesai, personel dipastikan dalam keadaan aman dan lancar," kata Samsul.
Salah seorang warga Nglegok bernama Eka mengaku mendengar suara ledakan yang cukup keras dan merasakan getarannya. Rumahnya berjarak sekitar 4 hingga 5 kilometer dari Kali Bladak, lokasi peledakan bom. "Kedengeran cukup keras sekali. Beberapa warga sekitar sini juga kaget, berhamburan keluar rumah. Kami kira Gunung Kelud meletus, ternyata sedang ada peledakan bom dari polisi," ujarnya.
Ledakan bom jenis pesawat terbang ini sempat membuat warga sekitar panik karena getaran dan suaranya yang mirip dengan letusan gunung berapi. Namun, setelah mengetahui bahwa itu adalah proses pemusnahan bom oleh pihak kepolisian, situasi kembali tenang. Proses disposal berjalan tanpa hambatan dan tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan di lingkungan sekitar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
