Jokowi Resmi Bergabung PSI, Akan Menjadi Dewan Pembina

Hendra M. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Jokowi Resmi Bergabung PSI, Akan Menjadi Dewan Pembina

Gambar atau konten salah?

Joko Widodo mengungkapkan pandangannya tentang kabar beliau akan memakai jaket PSI dan menjabat sebagai Dewan Pembina pada Jumat, 19 Juni 2026. Dalam pertemuan di kediamannya di Sumber, Banjarsari, ia menekankan bahwa proses internal partai harus dilalui.

"Di PSI itu kan ada mekanisme partai yang harus dilalui, tidak hanya penjaketan saja langsung," kata Jokowi ditemui di kediamannya, Sumber, Banjarsari, Jumat (19/6/2026).

Jokowi menegaskan bahwa ia menghargai setiap undangan, baik dari masyarakat maupun dari pihak PSI. Ia bersedia hadir di semua agenda saat berkeliling Indonesia.

"Yang paling penting, undangan-undangan yang saya terima dari masyarakat, dari PSI, nanti akan saya hadiri semuanya," ungkapnya.

Ketika ditanya tentang posisi di PSI, Jokowi menjawab singkat bahwa perannya lebih sebagai pemberi semangat.

"Sebagai apa, sebagai motivator," ujar Jokowi sembari tersenyum saat ditanya posisinya di PSI.

Meski belum mengumumkan secara gamblang posisi struktural, Jokowi menegaskan komitmennya untuk memenangkan PSI. Ia menyatakan siap terjun total untuk partai yang kini dipimpin oleh putra bungsunya, Kaesang Pangarep.

"Ya seperti yang sudah saya sampaikan di kongres, di rakernas, saya akan bekerja mati-matian untuk PSI," tegasnya.

Ketua DPP PSI, Bestari Barus, menyatakan bahwa partainya akan segera melakukan penyematan jaket PSI kepada Presiden ke-7 RI sebagai tanda resmi menjadi Ketua Dewan Pembina. Ia menegaskan bahwa penyematan itu juga menandai Jokowi tak lagi bersama PDIP.

"Ya, bisa seperti itu (sebelum keliling), bisa mengalir. Yang paling penting adalah bahwa menjadi permakluman publik Pak Jokowi itu bukan sekadar kata-kata saja," kata Bestari kepada wartawan, Sabtu (13/6).

"Tetapi nanti, setelah disematkan jaket itu dan diumumkan secara resmi oleh Ketua Umum, itu menjadi permakluman publik sebesar-besarnya bahwa Pak Jokowi sudah bersama PSI dan tidak lagi bersama PDI," sambungnya.

Bestari menjelaskan bahwa rencana Jokowi menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina PSI telah disampaikan sebelumnya oleh Kaesang dalam kunjungan ke Sumatera Selatan dan Lampung. Ia menekankan bahwa penjaketan itu bersifat simbolik, menyesuaikan waktu dan tempat ketika Ketua Umum akan menyematkan secara resmi.

"Tentunya kalau soal jaketnya itu kan simbolik. Penjaketan itu simbolik tentu menyesuaikan dengan waktu dan tempat nanti di mana Ketua Umum yang akan menyematkan secara simbolis, dimulainya efektifnya beliau nanti Pak Jokowi sebagai Ketua Dewan Pembina," ujarnya.

Bestari berharap prosesi penyematan jaket PSI akan menjelaskan status politik Jokowi di hadapan publik, menegaskan bahwa ia tidak lagi berada di PDIP.

"Ya saya kira itu, bisa bersamaan diperkenalkan (turun keliling), nah sekaligus itu menjadi gong pertama Pak Jokowi bersama kita di dalam board PSI gitu ya," tuturnya.

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dikenal dengan simbol jaketnya dan telah aktif dalam politik Indonesia. Kaesang Pangarep saat ini memimpin partai tersebut, sementara Jokowi, sebagai Presiden ke-7, menunjukkan dukungan melalui kehadiran dan motivasi. Penyematan jaket PSI akan menjadi tanda resmi Jokowi bergabung dengan partai, menandai peralihan afiliasi politiknya dari PDIP. Dengan proses internal yang dijelaskan Jokowi, langkah ini menandai komitmen serius terhadap partai dan menunjukkan kesiapan Jokowi untuk terlibat secara aktif dalam kegiatan PSI.

Joko WidodoPSIjaket PSIDewan PembinaKaesang PangarepPDIPpartai internal

Komentar

Memuat komentar...