Juru Parkir Dihargai Rp100k Setelah Halangi Perampokan
Gambar atau konten salah?
Di Jalan Ahmad Yani Brebes, seorang juru parkir perempuan berusia 65 tahun bernama Kusriyati mengaku mendapatkan Rp 100 ribu sebagai “hadiah” setelah berhasil menghalangi percobaan perampokan yang menargetkan uang sebesar Rp 3,6 miliar.
Kusriyati tidak hanya menuruti tugasnya memarkir kendaraan, ia juga menjual kopi di tempat yang sama. Pada 15 Juni 2026, ia sedang melayani tiga pelanggan yang membeli kopi hitam dagangannya. Saat itu, sekelompok pelaku perampok memecahkan kaca mobil di depannya.
“Baru saja membuat 3 gelas kopi, terus ada orang pecah kaca dan mengambil uang. Saya lari dan teriak‑teriak,” ujar Kusriyati pada 18 Juni 2026. Ia berlari ke arah mobil sambil berteriak, membuat pelaku panik dan gagal membawa uang nasabah.
Setelah insiden, tiga pelanggan yang memesan kopi ternyata pergi tanpa membayar. Kusriyati menunggu hingga sore, namun ketiganya tidak kembali. “Pas saya lari itu kan ramai, mungkin ikut lari nggak tahu ke mana. Tapi nggak kembali, kopinya belum bayar,” tambahnya.
Penghargaan Rp 100 ribu diberikan oleh Kliwon Alwawan, pemilik uang yang gagal dicuri. Kusriyati kemudian membagikan uang tersebut kepada tiga temannya, masing-masing Rp 25 ribu. Ia mengaku hanya menerima bersih Rp 10 ribu karena harus memotong Rp 15 ribu untuk menombok tiga gelas kopi.
“Sisa Rp 10 ribu. Dipotong Rp 15 ribu untuk nomboki kopi 3 gelas,” jelasnya. Meski bersih Rp 10 ribu, ia tidak menyesal menolong korban. “Spontan aja, ada maling saya teriaki. Tidak tahu mau dikasih imbalan apa tidak,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa ia tidak takut diincar pelaku. Sebagai pekerja nonformal, ia sudah puluhan tahun bekerja di jalanan. “Pasrah aja. Sudah puluhan tahun kerja parkiran. Terus di sini kan ramai,” pungkasnya.
Aksi pencurian terjadi pada 15 Juni 2026 sekitar pukul 15.00 WIB. Kliwon, warga Desa Kluwut, Kecamatan Bulakamba, Brebes, mengungkap bahwa ia baru saja mengambil uang Rp 3,6 miliar dari bank. Setelah keluar, ia merasa curiga karena beberapa pengendara sepeda motor terus mengikuti mobilnya. Untuk menghindari kejahatan, ia memutuskan parkir di tempat ramai dan masuk ke kantor bank lain yang berdekatan.
Namun saat ia masuk, pelaku langsung memecahkan kaca mobil Pajero Sport hitam milik korban dan mengambil bungkusan plastik berisi uang. Kusriyati berteriak, Kliwon mendengar dan bergegas ke arah mobil. Ia menemukan kaca pecah dan uang berserakan di jalan.
“Saya langsung cek dan menghitung uang tersebut. Alhamdulillah masih utuh Rp 3,6 miliar sesuai jumlah yang saya ambil dari bank,” kata Kliwon.
Insiden ini menyoroti bagaimana tindakan spontan dari warga biasa dapat menghalangi kejahatan. Kusriyati, yang selama ini hanya menuruti tugasnya, menjadi contoh sederhana bahwa keberanian dan kewaspadaan dapat membuat perbedaan. Meskipun penghargaannya kecil, ia tetap bersyukur atas kesempatan membantu orang lain di tengah rutinitas harian.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Didit Prabowo Kunjungi Rumah Jokowi Setelah Malam 1 Suro
Pemadaman Lampu Lalu Lintas Simpang Artos, Polri Atur Arus
Didit Prabowo Kunjungi Rumah Jokowi di Solo, 11.02 WIB
Grand Prix Ceko 2026: Marquez Siap Menantang Rossi di Brno
Cuaca Jawa Tengah Hari Ini: Hujan Ringan di Pegunungan
Pedagang Daging Sapi Magelang Mogok 3 Hari, Harga Tinggi
Berita Terbaru
Juru Parkir Dihargai Rp100k Setelah Halangi Perampokan
5 Makanan Paling Tidak Disukai: Ikan Teri, Hati Sapi, Durian
Portugal Imbang 1-1 Melawan RD Kongo di Piala Dunia 2026
Joshua Baer Tewas di Kecelakaan Jet Pribadi Texas
Wisatawan 21 Tahun Amuk di Pelabuhan Buyuk, Polisi Tindak
Gempa 3,7 di Nias Selatan 18 Juni 2026, Tanpa Tsunami
Kia Carnival High Roof: atap tinggi, ruang lebih luas
