Pedagang Daging Sapi Magelang Mogok 3 Hari, Harga Tinggi

Iwan D. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Pedagang Daging Sapi Magelang Mogok 3 Hari, Harga Tinggi

Gambar atau konten salah?

Pedagang daging sapi di Kota Magelang akan melakukan mogok jualan selama tiga hari mulai 18 Juni 2026 hingga 20 Juni 2026 sebagai protes terhadap kenaikan harga daging sapi.

Salah satu pedagang, Istiyah berusia 62 tahun, mengumumkan bahwa aksi mogok akan berlangsung tiga hari, mulai 18 Juni 2026 sampai 20 Juni 2026. Ia menegaskan bahwa harga daging sapi terus naik, bahkan lebih mahal saat ini dibandingkan saat Lebaran.

Istiyah menyebut, “Salah satunya menekan harga daging sapi yang akhir-akhir ini selalu naik, naik dan naik. Malah sepertinya mahal saat ini daripada saat Lebaran. (Naik) Karena kelangkaan sapi,

Ia juga menambahkan bahwa pasokan daging berasal tidak hanya dari sekitar Magelang, tetapi juga dari Boyolali. “Kalau ambil sini semua harganya nggak sampai. Kalau dari Boyolali (harga) turun sedikit,” ujarnya pada 17 Juni 2026.

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang, Agus Dwi Windarto, para jagal sementara waktu tidak menyembelih sapi di RPH. Ia menegaskan bahwa stok daging tiga hari di pasar induk akan berkurang. “Ini secara otomatis kan stok daging tiga hari di pasar induk akan berkurang. Antisipasi kami dari dinas mengimbau kepada masyarakat agar sementara waktu bisa mengalihkan kebutuhan protein bisa disuplai selain dari daging sapi. Bisa beralih ke kambing, ikan segar, ayam dan sebagainya,” kata Agus.

Agus menambahkan bahwa tim Disperpa, yang terdiri dari dokter hewan dan tenaga lain, akan memantau kondisi di lapangan. “Kami dari Tim Disperpa yang terdiri dari dokter hewan dan sebagainya akan memantau kondisi di lapangan. Jangan sampai momentum tiga hari yang kami prediksi pasokan dagingnya nanti berkurang akan dimanfaatkan oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab memasukkan daging yang tidak Asuh (aman, sehat, utuh dan halal). Tim kami akan melakukan pengawasan selama tiga hari,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan kerjasama dengan Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Mikro (DPPKUM). “DPPKUM sudah menyikapi terkait dengan ketersediaan daging di pasar kemungkinan akan berkurang. Mereka antisipasi juga koordinasi dengan ritel-ritel modern,” tambah Agus.

Agus menyatakan bahwa ritel modern masih memiliki stok daging sapi yang cukup. “Tadi terinformasi dari (ritel modern) juga banyak sekali stok daging sapi di sana. Nanti masyarakat juga bisa beralih membeli di ritel modern masih tersedia,” ujarnya.

Menurut Agus, kebutuhan daging sapi di Kota Magelang rata‑rata 1 sampai 1,5 ton per hari untuk konsumsi. Ia menegaskan bahwa pasar terbesar berada di Rejowinangun, sedangkan pusat distribusi daging berada di Pasar Gotong Royong.

Sementara itu, pedagang bakso di Magelang juga menyiapkan langkah antisipasi. Pak Bendot, penjual bakso kerikil, mengatakan sudah menyiapkan stok bakso untuk tiga hari mulai 18 Juni 2026 hingga 20 Juni 2026. Ia menjelaskan, “Ini kita nyetok kira-kira buat hari Sabtu. Karena liburnya (pedagang) Kamis, Jumat, Sabtu. Dan tidak boleh ada transaksi di hari itu, jadi pedagang nggak boleh jualan,” kata Heni Kristiani, pelayan di bakso kerikil Pak Bendot di Taman Badaan, Kecamatan Magelang Utara, pada 17 Juni 2026.

Heni melanjutkan, “Jadi kita nyetok bakso. Dari kulakan kira-kira sampai Sabtu. Beli ada daging, urat. Hari ini beli banyak, urat saja sudah 15 kg (belum daging). Langsung dibuat bakso,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa tidak menggunakan pengawet. “Kan kita nggak pakai pengawet. Jadi kalau memang di-freezer ya sudah beku (baksonya). Kalau di-freezer awet,” tambahnya.

Dengan aksi mogok ini, pedagang daging sapi berharap harga daging dapat turun, sementara Disperpa dan DPPKUM berupaya menjaga pasokan dan mencegah penyalahgunaan pasar. Bakso sellers menyiapkan stok agar tetap dapat beroperasi selama periode mogok, mengandalkan bahan baku yang disimpan di freezer dan tidak menggunakan pengawet. Aksi ini mencerminkan ketegangan antara penjual, pemerintah, dan konsumen atas fluktuasi harga daging sapi di Kota Magelang.

Pedagang daging sapiMogokMagelangHarga daging naikDisperpaDPPKUMBakso

Komentar

Memuat komentar...