Wisatawan 21 Tahun Amuk di Pelabuhan Buyuk, Polisi Tindak
Gambar atau konten salah?
Pada Rabu (17 Juni 2026), seorang wisatawan wanita berusia 21 tahun asal Sumatera Utara mengamuk di Pelabuhan Buyuk, Nusa Penida, Bali. Ia berlari dan mengancam akan melompat ke laut. Konflik terjadi saat ia berseteru dengan pasangan tentang jadwal kapal menuju Sanur. Drama singkat ini membuat wisatawan dan pedagang di pelabuhan terkejut.
Kapolsek Nusa Penida Kompol I Ketut Kesuma Jaya mengungkapkan bahwa kejadian berlangsung sekitar pukul 11.30 Wita. Ia mengetahui situasi setelah warga sekitar yang terguncang melapor ke polisi.
Menurut Kesuma, "Beruntung personel Polsek Nusa Penida yang dipimpin Bripka I Wayan Darmawan dengan cepat mendatangi TKP. Lalu membantu menenangkan dengan berbicara dari hati ke hati, dan berhasil mengevakuasi wanita itu ke Mapolsek," menambahkan bahwa petugas segera menenangkan situasi.
Kisah konflik bermula ketika pasangan itu hendak kembali ke Denpasar. Di tengah keberangkatan, muncul perbedaan pendapat soal jam keberangkatan kapal. Wanita merasa ditinggalkan, emosinya meledak. Ia lari ke bibir dermaga dan mengancam nyebur ke laut.
Setelah duduk bersama di kantor polisi, pasangan itu berbaikan. Mereka sepakat berdamai dan tidak membuat laporan apapun. Kesuma menekankan bahwa tugas polisi tidak hanya mengamankan pelaku kriminal, tetapi juga mengatasi ancaman terhadap keselamatan masyarakat.
"Syukur situasi dapat segera dikendalikan dan diselesaikan secara damai," ujar Kesuma, menegaskan bahwa situasi berhasil diatasi dengan damai.
Kesuma juga mengimbau warga agar menyelesaikan masalah melalui komunikasi. "Kami mengimbau masyarakat agar mengedepankan komunikasi yang baik dalam menyelesaikan setiap permasalahan. Jangan ambil tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain," katanya.
Incidents like this menyoroti pentingnya komunikasi yang tenang dan peran polisi dalam menjaga keamanan di daerah wisata. Kejadian singkat ini menunjukkan bahwa intervensi cepat dapat mencegah eskalasi dan melindungi keselamatan publik.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
