Kabupaten Jembrana Ajukan Sekolah Rakyat 5,9 Hektare ke Pusat
Gambar atau konten salah?
Pemerintah Kabupaten Jembrana mengajukan rencana pembangunan sekolah rakyat ke pemerintah pusat. Sebagai persiapan, kabupaten menyiapkan lahan seluas 5,9 hektare di Kecamatan Melaya untuk fasilitas tersebut.
Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menegaskan bahwa sektor pendidikan di Gumi Makepung menghadapi tantangan besar. Ia mengatakan, “Tahun ini ada 58 guru yang pensiun. Secara keseluruhan, Jembrana masih kekurangan sekitar 210 guru.”
Ia menambahkan, “Kami tidak diperbolehkan mengangkat guru kontrak maupun honorer. Karena itu, kami berharap usulan formasi guru yang diajukan ke pemerintah pusat bisa disetujui.”
Masalah tenaga pendidik bukan satu-satunya kendala. Pemerintah Kabupaten mencatat bahwa 44 bangunan sekolah mengalami kerusakan. Dari jumlah tersebut, sembilan sekolah sudah diperbaiki tahun lalu. Tahun ini, kabupaten hanya mampu memperbaiki lima sekolah karena keterbatasan anggaran.
Untuk mengatasi keterbatasan tenaga, kabupaten melakukan penataan kembali tenaga pendidik agar distribusi lebih merata. Selain itu, kabupaten melihat program Kementerian Agama yang menawarkan pembangunan sekolah berbasis Hindu. Program ini menyertakan pembiayaan, mulai dari guru, bangunan hingga operasional, yang ditanggung pemerintah pusat. Di dalamnya juga tersedia asrama, sehingga dapat membantu mengurangi beban daerah.
Kembang berharap usulan pembangunan sekolah rakyat dapat disetujui. Ia mengaku telah berkoordinasi secara daring dengan Kementerian Sosial terkait usulan tersebut. “Kami sudah mengusulkan Sekolah Rakyat dan menyiapkan lahan seluas 5,9 hektare yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Bali. Lokasinya berada di Kecamatan Melaya,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan sekolah rakyat dapat mencegah anak-anak dari keluarga prasejahtera putus sekolah akibat hambatan ekonomi. Sekolah berkonsep asrama (boarding school) akan gratis dengan fasilitas lengkap, dibiayai penuh pemerintah pusat. Jika disetujui, sekolah tersebut dapat menerima siswa dari seluruh wilayah Jembrana, menampung jenjang pendidikan dari SD, SMP, hingga SMA.
Dengan rencana ini, kabupaten berharap dapat menstabilkan kualitas pendidikan, mengurangi kekurangan guru, dan memperbaiki infrastruktur sekolah yang rusak, sekaligus menyediakan tempat belajar yang terjangkau bagi semua anak di Jembrana.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Polda Bali Perkenalkan Sistem Online SKCK, Proses Cepat
Wisatawan 21 Tahun Amuk di Pelabuhan Buyuk, Polisi Tindak
Kebakaran Bangunan di Jalan Bypass Ngurah Rai, 18 Juni
Sampah Karangasem Meningkat 2 Ton Saat Galungan Khusus
SPMB 2026: Panduan Lengkap Pendaftaran dan Jalur Masuk
Ramalan Zodiak 18 Juni 2026: Harapan dan Tantangan Harian
Berita Terbaru
BPS Mulai Sensus Ekonomi 2026 Door-to-Door 15 Juni
Komisi V DPRD Jabar Evaluasi SPMB 2026 Masalah Sistem
Daveigh Chase, Bintang Lilo & The Ring, Meninggal Usia 35
Kafe Blue Butter Palagan Menyuguhkan Kucing Raksasa Elon
IHSG Turun 0,99% Karena Perkiraan Review MSCI Akan Datang Hari Ini
Video Mahasiswa Unair Tertangkap Aktif Seksual di Kelas
