McLaren Andra ST Terbelah, Kecelakaan Tunggal di Sukoharjo

Rizki W. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
McLaren Andra ST Terbelah, Kecelakaan Tunggal di Sukoharjo

Gambar atau konten salah?

Seorang YouTuber dan kreator konten game bernama Andra ST mengalami kecelakaan tunggal saat mengendarai mobil supercar McLaren miliknya di Sukoharjo. Peristiwa ini terjadi pada Rabu, 08 Juli 2026, sekitar pukul 01.45 WIB. Mobil sport yang baru dibeli tiga bulan lalu itu rusak parah hingga terbelah menjadi dua bagian.

Pria yang memiliki nama lengkap Febrian Paundra Alditama (21) itu sedang mengemudikan mobil bersama temannya, Robby Adel Pantjoro (21), yang merupakan warga Jakarta Timur. Sebelum kecelakaan terjadi, keduanya baru saja menonton pertandingan Piala Dunia 2026 antara Argentina melawan Mesir. Setelah pertandingan selesai, mereka memutuskan untuk berkeliling ke arah Solo.

Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Sukoharjo, Iptu Ardian, membenarkan bahwa pengemudi mobil tersebut adalah Andra ST. "Iya betul (pengemudinya content creator game Andra ST)," ujarnya pada Rabu, 08 Juli 2026.

Menurut keterangan polisi, McLaren yang dikendarai Andra ST merupakan keluaran tahun 2023. Supercar ini baru dibeli beberapa bulan lalu dan sudah terdaftar di Samsat Sukoharjo. "Mobil ini baru dibeli, keluaran tahun 2023. Sudah terdaftar di Samsat Sukoharjo. Ini kendaraan baru, tetapi keluaran tahun 2023. Kemungkinan sekitar 3 bulan (belinya). STNK-nya atas nama pengemudi sendiri," ungkap Ardian.

Momen pembelian mobil mewah itu sebelumnya sempat diunggah Andra ST di akun YouTube-nya pada 28 Maret 2026. Dalam video tersebut, ia menunjukkan proses pembelian McLaren barunya kepada para pengikutnya.

Saat dimintai keterangan oleh petugas, Andra mengaku mengemudikan mobil dengan kecepatan di bawah 100 km/jam. "Kalau menurut keterangan (pengemudi) tidak terlalu kencang, mungkin masih kecepatan di bawah 100 km/jam," papar Ardian.

Ardian juga menjelaskan bahwa mobil tersebut menggunakan pelat nomor B-331, yang ternyata bukan pelat nomor asli kendaraan. Pelat asli McLaren bernomor AD 124 ST baru turun beberapa hari sebelum kecelakaan terjadi. Meski begitu, pelat nomor yang asli ditemukan di dalam kendaraan. "STNK, pelat nomor baru jadi tanggal 6 kemarin. Mungkin belum sempat dipasang," ucapnya.

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menyelidiki penyebab kecelakaan yang mengakibatkan McLaren itu terbelah menjadi dua. Dari hasil penyelidikan, mobil diketahui melaju dari arah Sukoharjo menuju ke Solo. Kendaraan sempat berhenti karena lampu merah di Simpang Telukan.

Setelah berhenti di lampu merah, mobil kembali melaju. Namun, sekitar 100 meter dari simpang tersebut, mobil diduga mengalami selip hingga akhirnya tidak bisa dikendalikan. "Setelah kena lampu merah di simpang Telukan (Jalan Ciu), lalu berjalan dan terjadi selip, bannya selip. Pengemudi tidak bisa menguasai laju kendaraannya sehingga oleng ke kiri kemudian menabrak tiang," kata Ardian.

Benturan keras terjadi secara beruntun. Mobil sport berwarna kuning itu menghantam pagar, tiang telepon, dan tiang listrik. Akibatnya, kendaraan rusak parah hingga terbelah menjadi dua bagian. Bukan hanya itu, aki kendaraan yang terlempar akibat benturan juga menghantam pintu kaca sebuah minimarket di sisi timur jalan hingga pecah.

Meskipun kecelakaannya tergolong parah, polisi memastikan tidak menemukan indikasi bahwa pengemudi dalam kondisi mengantuk atau berada di bawah pengaruh alkohol maupun obat-obatan terlarang. "Tidak. Kondisi pengemudi dalam keadaan fit. Tidak terpengaruh alkohol, maupun mengantuk," ucap Ardian.

Hingga saat ini, Sat Lantas Polres Sukoharjo masih mendalami penyebab pasti kecelakaan tersebut. Namun, hasil penyelidikan sementara mengarah pada kecelakaan tunggal tanpa keterlibatan kendaraan lain. "Kesimpulan sementara dari kami, kami juga melihat dari video yang sudah kami dapatkan, dari mulai simpang empat hingga kejadian. Beberapa saksi sebagian sudah kami periksa, kemudian dikuatkan dengan olah TKP saat ini. Memang benar ini kejadian laka lantas tunggal," ucap Ardian usai olah TKP.

"Itu terjadi karena bannya selip. Ada bekas ban yang sudah kami cek, sehingga dugaan sementara dari hasil olah TKP ini bahwa benar laka lantas tunggal yang diakibatkan karena ban selip," jelasnya.

Akibat kecelakaan ini, Robby Adel Pantjoro yang duduk sebagai penumpang mengalami sejumlah luka. Ia mengeluhkan nyeri di dada dan lebam, dahi kanan lecet, serta pendarahan di telinga kiri. Meski demikian, kondisinya sadar dan segera dilarikan ke RS Indriati Solobaru. "Korban (Robby) sebagai penumpang McLaren masih menjalani perawatan di rumah sakit. Belum pulang," tutur Ardian.

Sementara itu, Andra ST mengalami dahi lecet, pipi kanan bengkak, serta nyeri di tangan kanan, kiri, dan kaki kiri. Ia dalam kondisi sadar dan sempat dibawa ke RS Indriati Solobaru. Namun, berbeda dengan temannya, Andra kini sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

Kecelakaan ini menjadi pengingat bahwa meskipun mobil memiliki performa tinggi, kondisi jalan dan faktor teknis seperti ban selip tetap bisa menyebabkan kecelakaan fatal. Ban yang selip membuat pengemudi kehilangan kendali, terutama pada kendaraan bertenaga besar seperti McLaren. Polisi masih terus menyelidiki lebih lanjut untuk memastikan tidak ada faktor lain yang menyebabkan kecelakaan tunggal ini.

kecelakaan tunggalAndra STMcLarenban selipSukoharjomobil sportkreator konten game

Komentar

Memuat komentar...