KBGO di Indonesia: 271 Kasus, Jawa Barat Paling Banyak
Gambar atau konten salah?
Di Indonesia, kekerasan digital masih menjadi masalah besar. Salah satu bentuknya adalah Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO), yang sering menargetkan perempuan melalui penyebaran privasi atau manipulasi identitas. Menurut data SafeNet, pada periode 1 Januari 2025 hingga 31 Maret 2025, 271 aduan—atau 64,22 %—berasal dari pelapor perempuan, sedangkan 142 aduan—33,65 %—berasal dari pelapor laki‑laki. Angka ini menunjukkan bahwa perempuan menjadi korban paling banyak.
Kasus KBGO tersebar di 30 provinsi, namun Jawa Barat mencatat jumlah aduan tertinggi: 116 kasus. Jakarta berada di posisi kedua dengan 50 aduan. Data ini menandakan perlunya perhatian lebih terhadap keamanan digital di wilayah tersebut.
Usia pelapor juga menjadi indikator penting. 248 aduan—47,87 %—didapatkan dari pelapor berusia 18 – 25 tahun, kelompok usia produktif. Hal ini menegaskan bahwa generasi muda sangat rentan terhadap ancaman digital.
Berbagai jenis pelanggaran tercatat. Jenis yang paling sering dilaporkan adalah ancaman penyebaran konten intim, dengan 202 aduan—47,87 %—dan pemerasan seksual (sextortion) dengan 104 aduan—26,64 %. Selain itu, ada pelaporan penyebaran konten intim tanpa izin, serangan personal lewat pesan pribadi, dan penyebaran data pribadi ke media sosial.
Modus penyebaran KBGO biasanya bermula dari hubungan pribadi—seperti pasangan, teman, atau keluarga. Manipulasi hubungan menjadi modus paling umum, diikuti konflik dalam pacaran atau pernikahan. Dalam beberapa kasus, pelaku menyebarkan foto atau video sebagai bentuk balas dendam (revenge porn).
Karena pelaku bisa berasal dari siapa saja, menjaga keamanan data pribadi menjadi prioritas. Berikut beberapa langkah praktis untuk melindungi privasi di dunia maya:
- Pisahkan akun pribadi dan publik. Gunakan akun terpisah untuk aktivitas pribadi dan publik. Ini membantu mencegah penyebaran foto atau video tanpa izin.
- Gunakan password kuat dan aktifkan verifikasi dua langkah. Password harus menggabungkan angka, huruf, dan simbol. Banyak platform sosial sudah menyediakan verifikasi dua langkah.
- Waspada aplikasi pihak ketiga. Hindari mengunduh aplikasi kencan atau aplikasi lain yang tidak jelas sumbernya. Aplikasi tidak bertanggung jawab dapat memanfaatkan data pribadi secara negatif.
- Lakukan data detox. Cek keberadaan data pribadi Anda melalui layanan yang disediakan oleh pihak ketiga seperti Tactical Tech dan Mozilla.
- Hati-hati dengan tautan yang dipendekkan. Tautan singkat dapat menuntun ke situs berbahaya. Verifikasi sumbernya sebelum mengklik.
Kejahatan digital semakin cerdik. Pelaku memanfaatkan kelengahan data pribadi untuk keuntungan mereka. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang untuk selalu waspada terhadap tautan yang tidak dikenal dan menjaga data pribadi dengan baik. Dengan langkah-langkah sederhana ini, risiko penyebaran foto atau video tanpa izin dapat diminimalkan.
Secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa perempuan dan usia 18 – 25 tahun paling rentan terhadap KBGO di Indonesia. Kebijakan dan tindakan preventif, baik dari pemerintah maupun individu, diperlukan untuk menanggulangi masalah ini. Melindungi privasi di ruang digital bukan hanya kewajiban, tetapi juga hak setiap orang untuk beraktivitas tanpa takut disalahgunakan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
DPRD Bogor Ubah Peraturan Daerah ke Braille Hari Jadi ke-544
Kementerian Sosial Buka 5.127 Posisi PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026
Ayi Solehudin Ditemukan di Gunung Salak setelah 2,5 Tahun
Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ternyata Miliki Aset Berlimpah
Rupiah Jatuh 14.000, Pasar Saham Turun 4.1%, Risiko Kredit
Dolar AS Kembali Menguat, Rupiah Turun di Bawah Rp18.000
Berita Terbaru
