Kebiasaan Makan Junk Food Sejak SD Bikin Remaja Buta Permanen

Ningsih R. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Kebiasaan Makan Junk Food Sejak SD Bikin Remaja Buta Permanen

Gambar atau konten salah?

Seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun di Inggris Raya mengalami kebutaan permanen. Penyebabnya adalah kebiasaan makan yang sangat terbatas sejak sekolah dasar. Ia hanya mau mengonsumsi makanan cepat saji atau junk food.

Kisah ini mulai terungkap saat ia berusia 14 tahun. Saat itu, orang tuanya membawanya ke dokter karena ia mengeluhkan kelelahan yang luar biasa. Dokter mencatat bahwa pasien ini adalah seorang picky eater atau sangat pemilih dalam hal makanan.

Hasil tes darah awal menunjukkan ia menderita anemia ringan. Selain itu, kadar vitamin B12 dalam tubuhnya sangat rendah. Vitamin B12 adalah nutrisi penting yang tidak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh. Satu-satunya cara mendapatkannya adalah dari makanan yang dikonsumsi.

Dokter kemudian memberikan suntikan suplemen B12. Mereka juga memberikan saran tentang pola makan yang lebih baik. Namun, masalah mulai muncul saat pasien berusia 15 tahun.

Pada usia itu, ia mulai mengeluh tentang gangguan penglihatan. Keluhan ini terus memburuk seiring waktu. Anehnya, pemeriksaan mata awal tidak menemukan kelainan struktural pada matanya. Baru pada usia 17 tahun, ia dirujuk ke ahli neuro-oftalmologi.

Hasil tes ketajaman visual sangat mengejutkan. Penglihatannya berada di angka 20/200 pada kedua mata. Dalam dunia medis, kondisi ini sudah masuk kategori kebutaan legal atau legally blind. Seseorang dengan kondisi ini hanya bisa melihat objek dengan jelas dari jarak maksimal 20 kaki. Padahal, orang normal bisa melihat objek yang sama dari jarak 200 kaki.

Dokter sempat bingung. Pasien tidak menggunakan narkoba, tidak minum alkohol, dan tidak merokok. Pemeriksaan saraf dan fisik matanya juga tidak menunjukkan bekas luka atau cedera.

Jawabannya akhirnya ditemukan melalui hasil laboratorium lanjutan. Pemeriksaan menunjukkan bahwa sel darah merah remaja tersebut membesar. Penyebabnya adalah defisit vitamin yang parah.

Kadar tembaga atau cuprum dalam darahnya anjlok. Kadar vitamin D juga sangat rendah. Kondisi ini diperparah oleh melonjaknya zat homosistein. Lonjakan ini terjadi karena tubuh kekurangan pasokan B12. Ternyata, pasien diam-diam berhenti mengonsumsi suntikan suplemen yang diresepkan dokter.

Saat ditanya tentang pola makannya, ia mengaku tidak bisa menoleransi tekstur makanan tertentu. Selama bertahun-tahun, menu hariannya hanya terdiri dari:

  • Kentang goreng cepat saji
  • Roti putih
  • Keripik kentang
  • Sosis
  • Ham olahan

Akibat minimnya asupan nutrisi esensial, ia didiagnosis mengidap nutritional optic neuropathy atau neuropati optik nutrisi. Ini adalah kondisi langka. Kombinasi defisit B12 dan tembaga memicu atrofi saraf optik. Saraf optik adalah kabel saraf yang mengirimkan informasi visual dari mata ke otak. Dalam kasus ini, saraf tersebut menyusut dan mati total.

Dokter segera mengambil tindakan. Mereka meresepkan suplemen nutrisi dosis tinggi. Mereka juga merujuk remaja tersebut ke layanan kesehatan mental. Rasa tidak ingin yang ekstrem terhadap tekstur makanan ini diidentifikasi dokter sebagai bentuk gangguan makan atau eating disorder.

Sayangnya, penanganan ini terlambat. Setelah diobati, kondisi penglihatannya tidak memburuk lebih lanjut. Namun, tidak ada sedikit pun perbaikan pada matanya.

Para dokter dalam laporan kasus ini menegaskan bahwa neuropati optik nutrisi sebenarnya bisa disembuhkan total jika dideteksi lebih awal. Tapi jika jaringan saraf optik sudah mati dan mengalami atrofi seperti yang dialami remaja ini, maka kehilangan penglihatan tersebut bersifat permanen. Tidak akan pernah bisa disembuhkan lagi.

Kasus ini menunjukkan bagaimana kebiasaan makan yang sangat terbatas sejak kecil bisa berakibat fatal. Gangguan makan yang tidak ditangani dengan serius dapat menyebabkan kerusakan permanen pada tubuh. Dalam kasus ini, kerusakan terjadi pada saraf optik yang mengakibatkan kebutaan. Penanganan dini sangat penting untuk mencegah kondisi yang tidak bisa diperbaiki lagi.

kebutaan permanenjunk fooddefisit vitamin B12neuropati optik nutrisigangguan makananemiaatrofi saraf optik

Komentar

Memuat komentar...