Kebiasaan Minum Es Kopi Lambat Merusak Enamel Gigi Serta Gula
Gambar atau konten salah?
Es kopi menjadi minuman favorit di tengah cuaca panas. Sensasi dingin dan rasa khasnya membuat banyak orang tidak bisa menolaknya. Namun, kebiasaan minum es kopi yang salah dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan gigi.
Menurut Dr. Deepa Chopra, dokter gigi di Whites Dental, es kopi dapat memberikan dampak buruk pada gigi. Ia menekankan bahwa kebiasaan menyeruput sedikit demi sedikit, yang biasanya dilakukan lama, menjadi faktor utama yang memperparah kerusakan gigi.
Secara alami, kopi mengandung asam. Asam ini melemahkan enamel, lapisan pelindung terluar gigi. Ketika enamel terus-menerus terpapar asam, lapisan tersebut akan terkikis perlahan. Proses ini tidak dapat diperbaiki secara alami, sehingga kerusakan menjadi permanen.
Jika kopi yang diminum mengandung gula, sirup, atau perasa lain, efek kerusakan semakin parah. Kombinasi asam dan gula menciptakan lingkungan ideal bagi bakteri untuk berkembang. Bakteri ini menghasilkan asam tambahan yang merusak gigi lebih cepat.
Dr. Chopra menyoroti bahwa durasi konsumsi es kopi menjadi masalah terbesar. Minum kopi panas biasanya selesai dalam waktu singkat, sedangkan es kopi sering dikonsumsi secara perlahan, bahkan bisa berjam-jam. Durasi panjang ini meningkatkan paparan asam dan gula ke gigi.
Kerusakan enamel yang bersifat permanen membuat gigi menjadi lebih sensitif, mudah berubah warna, dan rentan terhadap kerusakan lebih lanjut. Noda dari kopi juga dapat menempel pada permukaan gigi, membuatnya terlihat kuning atau kusam.
Untuk mengurangi risiko, Dr. Chopra menyarankan agar es kopi diminum dalam satu waktu, bukan menyeruputnya sepanjang hari. Mengurangi penggunaan gula atau sirup tambahan juga sangat penting. Cara sederhana ini dapat membantu menjaga kesehatan gigi sambil tetap menikmati minuman favorit.
Es kopi memang menyegarkan, tetapi kebiasaan minum yang salah dapat menimbulkan kerusakan gigi yang tidak dapat diperbaiki. Mengonsumsi es kopi secara teratur dan dalam jumlah terbatas, serta menghindari tambahan gula, dapat menjadi langkah preventif yang efektif. Dengan cara ini, Anda tetap dapat menikmati sensasi dingin tanpa mengorbankan kesehatan gigi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kusuka Kembali di Jakarta Fair 2026, Hadir Tas Edisi Spesial
Warung Nasi Lemak di Sungai Bayor: 30 Tahun Harga Tetap 4 Ribu
Belong Coffee di Klungkung Viral Tanpa Influencer, Menjadi Destinasi Keluarga
Nasi Bakar Liwet Derajat Jadi Trend Ciledug Tangerang
Jamie Tan MasterChef: Roti Canai Metode Kontroversial
SU MA Jakarta Selenggarakan ‘Passage’ dengan Chef Baru
Berita Terbaru
XLSmart: Jembatan Integrasi Tujuh Pilar Digital Indonesia
Inna Sri Sugiati Buka Usaha Asinan Fermentasi, BRI Mendukung
Pertamax Naik Rp 16.250: Menteri Jelaskan Penyesuaian Pasar
Klungkung Nyetujui Jalan Ida Dewa Agung Jambe Resmi
BMKG Prediksi Awal Kering 2026: 39,7% Wilayah Terpengaruh
Kelas Simulasi Interview Online 24 Juni, Harga Rp120k
