Kelas WhatsApp Marketing Batch 2 Digelar 30 Juli
Gambar atau konten salah?
Memiliki ratusan hingga ribuan kontak WhatsApp, tetapi angka penjualan tetap mandek. Ini bukan masalah sepele. Banyak orang mengalaminya. Akar persoalannya seringkali bukan pada jumlah kontak, melainkan pada bagaimana kontak tersebut dikelola dan didekati.
Sebuah kelas bertajuk Kelas WhatsApp Marketing: Maksimalin Cuan, Cuma Pakai WhatsApp Doang!!! Batch 2 hadir untuk mengatasi persoalan ini. Acara akan digelar secara online melalui Zoom pada Kamis, 30 Juli 2026, pukul 10.00 hingga 13.00 WIB.
Peserta akan diajak mempelajari beberapa hal inti. Pertama, cara membangun funnel sederhana langsung di WhatsApp. Kedua, menyusun strategi siaran atau broadcast yang relevan—tidak terkesan memaksa atau mengganggu. Ketiga, memahami waktu dan cara follow-up yang tepat. Tujuannya jelas: agar pesan tidak berakhir tanpa balasan, sekadar menjadi teks yang terbaca lalu diabaikan.
Di era digital saat ini, rentang perhatian orang memang semakin pendek. Namun, WhatsApp tetap menjadi saluran yang paling dekat dengan calon pelanggan. Masalahnya, menurut penyelenggara, ada pada eksekusi, bukan pada platformnya. Bukan soal aplikasinya yang salah, melainkan cara menggunakannya yang belum tepat.
Jika selama ini daftar kontak WhatsApp hanya menjadi kumpulan nama tanpa hasil nyata, kelas ini menawarkan cara untuk menyusun ulang pendekatan tersebut. Semua materi bersifat praktis. Peserta diharapkan bisa langsung menerapkannya begitu kelas selesai.
Pendaftaran dibuka melalui situs detikevent. Kelas ini adalah sesi kedua dari rangkaian yang sama, menandakan antusiasme terhadap topik ini cukup tinggi. Pada akhirnya, keberhasilan dalam pemasaran lewat WhatsApp lebih ditentukan oleh strategi dan konsistensi, bukan sekadar banyaknya kontak yang dimiliki.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Siswa Baru Antusias Jalani MPLS 2026, Ini Kisah Mereka
Sekolah Panggil Barber untuk Atur Rambut Siswa Baru
MPLS Labschool 2026: Tanpa Bentakan, Lebih Ramah
Ancaman Bom di Sekolah Jakarta, Polisi Kantongi Identitas Pelaku
MPLS Digelar, Menteri Peringatkan Bahaya Perundungan Anak
Cerita Orang Tua di Hari Pertama MPLS SD