Sekolah Panggil Barber untuk Atur Rambut Siswa Baru

Dani L. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Sekolah Panggil Barber untuk Atur Rambut Siswa Baru

Gambar atau konten salah?

MPLS di SMA Labschool Kebayoran tahun ini punya cara tersendiri untuk menyambut siswa baru. Bukan sekadar perkenalan biasa, sekolah menyiapkan berbagai kegiatan yang cukup unik. Tujuannya jelas: memperkenalkan seluruh aspek sekolah, termasuk peraturan yang harus dipatuhi.

Dalam menjalankan MPLS, sekolah berpedoman pada Permendikdasmen 12/2026. Aturan ini menjadi acuan utama. Selain itu, SMA Labschool Kebayoran juga punya pedoman internal yang mengatur jalannya kegiatan, termasuk soal atribut yang wajib dikenakan siswa baru.

Tibiadzka Keiko, Wakil Ketua OSIS SMA Labschool Kebayoran, menjelaskan bahwa sekolah sudah mengatur semua atribut siswa baru. Ia juga menjadi mitra sekolah dalam pelaksanaan MPLS. Di hari pertama, aturan langsung diterapkan. Salah satu yang paling ditekankan adalah soal rambut.

"Biasanya tuh rambut tuh, minimal gak boleh lewat alis ya kan, terus kalau cewek kebanyakan harus diikat rambutnya. Tapi itu aja sih maybe, emang kebanyakan tuh soal seragam, soal kerapihan," ujarnya di SMA Kebayoran Jakarta, Senin (13 Juli 2026).

Saat siswa datang, ternyata banyak yang belum mematuhi aturan rambut. Konsekuensi pun harus diterima. Namun, sekolah tidak langsung memberi hukuman berat. Ada cara lain.

Sekolah Panggil Barber

Andhika Bramantyo, Ketua MPK SMA Labschool Kebayoran, mengungkapkan bahwa sekolah memfasilitasi siswa yang perlu merapikan rambut. Caranya? Sekolah memanggil barber atau tukang cukur rambut. Langsung dirapikan di tempat.

"Sekolah tuh manggil barber. Jadi dirapihin langsung gitu. Jadi siswanya juga yang tidak menaati aturan juga harus diperlakukan konsekuensi kan, tapi sekali lagi konsekuensinya juga masih enak lah. Soalnya kan sama barber gitu, gak dicukur pitak gitu kan," sebutnya.

Kegiatan ini sama sekali bukan perpeloncoan. Sekolah berharap ini bisa menjadi pengingat bagi siswa baru untuk selalu menaati tata tertib. Selama MPLS, siswa juga mendapat materi dari Wakil Kepala Sekolah bidang kesiswaan. Materinya mencakup aturan dan atribut secara detail.

"Itu juga kita dijelasin banget soal apa yang boleh dan gak boleh, dan kalaupun kita melakukan kesalahan, pasti kita disosialisasi soal surat keterangan atau surat peringatan," imbuh Tibiadzka.

Kegiatan MPLS Lain di Labschool

MPLS di SMA Labschool Kebayoran berlangsung selama lima hari. Dua siswa baru, Sandrina Emily Damanik dan Qayz Algebra, mengaku sangat antusias. Mereka sudah tidak sabar menjalani empat hari ke depan.

Sandrina paling menantikan hari kelima, Jumat (17 Juli 2026). Hari itu kegiatan berlangsung di luar sekolah, tepatnya di sebuah taman. Ada banyak acara menarik.

"Hari kelima itu kita ada field trip, kita akan ke sebuah taman, kita akan ada penutup acara juga di situ, kita ada talent show, kita ada beberapa kegiatan di sana. Jadi itu cukup menjadi highlight untuk aku," ungkapnya.

Qayz juga menunggu-nunggu hari kelima. Tapi ia juga tertarik dengan hari kedua dan ketiga. Dua hari itu berkaitan dengan olahraga.

"Untuk Selasa-Rabu itu kami akan bermain olahraga, dan saya sendiri bermain basket dan teman-teman saya dan ada teman dekat saya juga main-main. Dan untuk hari Jumat kami akan pergi ke Taman Nasional dan kami akan visit beberapa (tempat), dan juga ada pentas seni," ceritanya.

Secara keseluruhan, MPLS di SMA Labschool Kebayoran tahun ini menekankan pada pengenalan aturan dan kedisiplinan sejak awal. Sekolah tidak segan memberikan konsekuensi, tapi tetap dalam koridor yang mendidik. Kegiatan seperti pemanggilan barber menjadi contoh bagaimana sekolah menegakkan aturan tanpa harus bersikap keras. Siswa baru pun terlihat antusias menyambut rangkaian kegiatan, terutama field trip dan pentas seni di hari terakhir.

MPLSSMA Labschoolatributbarberkonsekuensikedisiplinanfield trip

Komentar

Memuat komentar...