Cerita Orang Tua di Hari Pertama MPLS SD

Ani R. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Cerita Orang Tua di Hari Pertama MPLS SD

Gambar atau konten salah?

Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Senin, 13 Juli 2026, membawa cerita tersendiri. Bukan cuma soal anak-anak yang baru memulai petualangan di sekolah dasar, tapi juga soal orang tua yang ikut merasakan campur aduk perasaan.

Salah satunya dialami Anita Novianti. Putranya kini duduk di kelas 1 SDN Wirosaban, Kota Yogyakarta. Sebelum hari pertama tiba, Anita sudah mempersiapkan mental anaknya. Ia berusaha menanamkan keberanian dan kemandirian. Menurutnya, motivasi itu penting agar kepercayaan diri anaknya tumbuh.

"Karena waktu di TK itu, akhir-akhir masuk itu baru bisa ditinggal. Jadi ini mulai lagi libur, kan dua mingguan libur. Masuk awal jadi agak mulai kayak dulu. Karena waktu di TK itu, waktu puasa itu bisa ditinggal. Setelah libur puasa, kembali lagi kayak gitu. Jadi, modelnya anaknya itu masih kayak, gimana ya, rasa percaya dirinya masih kurang. Jadi ya, tetap di rumah dimotivasi," jelas Anita pada Senin, 13 Juli 2026.

Anita sadar betul bahwa ini masih awal. Proses adaptasi belum selesai. Putranya masih terlihat canggung dan malu-malu. Untuk membantu anaknya membayangkan punya teman baru, Anita memberikan contoh dari pengalaman kakaknya.

"Jadi saya cuma (bilang), 'Kakak itu dulu di SD tidak ada teman TK-nya, tapi udah langsung mau masuk sendiri tanpa ditemenin bunda', maksudnya buat dia bayangin, besok itu kamu sama itu berteman, kenalan, bisa jadi temannya semua. Cuma gitu aja sih yang diobrolin," ungkapnya.

"Biar punya rasa percaya diri, 'Oh besok aku punya teman ya di kelas baru. Ada teman baru'," imbuhnya.

Tak hanya ibu-ibu, ada juga ayah yang rela mengambil izin kerja demi mengantar anak di hari pertama MPLS. Taufik Zanuari adalah salah satunya. Ia meminta izin dari tempat kerjanya untuk menemani anaknya hingga MPLS selesai pukul 10.00 WIB.

"Emang (imbauan) dari Wali Kota Jogja sih, katanya suruh ayah (mengantar anak pada hari pertama sekolah)," jelasnya.

"Ya (menunggu sampai pulang), hari pertama," kata Taufik.

Menurut Taufik, persiapan anaknya masuk kelas 1 terasa cukup nyaman dan tidak rumit. Anak perempuannya bahkan sudah bersemangat sejak malam sebelumnya. Meski begitu, Taufik tetap memberikan arahan sebagai bekal anaknya masuk SD.

"Sebelum-sebelumnya udah dikasih tau dulu sebelum masuk 'gini-gini'. Nanti di kelas harus nurut sama guru-guru, gitu," ungkapnya.

Cerita-cerita ini menunjukkan bahwa MPLS bukan sekadar acara seremonial. Di baliknya, ada usaha orang tua menyiapkan mental anak, ada izin kerja yang diambil, dan ada harapan agar anak-anak bisa beradaptasi dengan lingkungan baru. Momen peralihan dari TK ke SD memang selalu penuh dinamika, baik bagi anak maupun orang tua yang mendampingi.

MPLSorang tuaanakadaptasisekolahmentalmotivasi

Komentar

Memuat komentar...