IHSG Melesat 2,28% ke 5.875,78

Dedi S. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
IHSG Melesat 2,28% ke 5.875,78

Gambar atau konten salah?

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup di zona hijau pada perdagangan Jumat, 3 Juli 2026. Indeks melesat 2,28% dan berakhir di level 5.875,78. Kenaikan ini terutama didorong oleh pergerakan saham BBCA, AMMN, dan DCII yang menjadi motor penggerak utama. Di sisi lain, pelemahan pada saham SMMA, BRPT, dan BYAN sedikit menghambat laju penguatan.

Dari sisi aktivitas investor, dana asing tercatat masih keluar (jual bersih) sebesar Rp16,58 miliar di pasar reguler. Namun, jika dilihat secara keseluruhan di seluruh pasar, investor asing justru mencatatkan pembelian bersih senilai Rp6,04 miliar.

Penguatan terjadi hampir di semua sektor. Sektor industri menjadi pemimpin dengan kenaikan paling tinggi, yaitu 3,61%. Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat tutup untuk memperingati Hari Kemerdekaan AS.

Di sisi lain, mulai mengalirnya dana pengembalian dari IPO JECX dan JELI dinilai bisa menambah likuiditas di pasar domestik. Sentimen positif ini juga terlihat dari kenaikan indeks MSCI Indonesia yang naik 2,82%.

PT Anabatic Technologies Tbk. (ATIC)

ATIC mengumumkan rencana untuk melakukan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD III). Perusahaan akan menerbitkan maksimal 578,84 juta lembar saham baru. Harga pelaksanaannya ditetapkan sebesar Rp500 per saham. Dengan begitu, dana yang berpotensi terkumpul mencapai Rp289,42 miliar.

Dalam aksi korporasi ini, setiap pemegang empat saham lama berhak untuk membeli satu saham baru (HMETD). Bagi pemegang saham yang tidak menggunakan haknya, potensi dilusi kepemilikan bisa mencapai 20%.

Pemegang saham utama, TIS Inc., yang memiliki 37,30% saham, menyatakan tidak akan menggunakan seluruh haknya dalam aksi ini. Dana yang diperoleh dari PMHMETD nantinya akan diprioritaskan untuk membayar sebagian pokok Obligasi Konversi Anabatic Tahun 2018 kepada TIS Inc. Selain itu, perusahaan juga akan mengandalkan fasilitas pinjaman dari bank dan kas internal sebagai bagian dari strategi pendanaan.

PT Singaraja Putra Tbk. (SINI)

SINI bersiap menggelar PMHMETD I. Perusahaan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 721,50 juta lembar saham baru dengan harga Rp5.000 per saham. Jika seluruh saham terserap, dana yang berpotensi dihimpun mencapai Rp3,61 triliun.

Sebagian besar dana, sekitar Rp1,51 triliun atau 41,92%, akan digunakan untuk mengakuisisi 99,99% saham Kemilau Mulia Sakti dari Petrosea (PTRO). Selanjutnya, Rp900 miliar dialokasikan untuk pelunasan pokok utang lebih awal. Lalu, Rp1,18 triliun akan disalurkan sebagai pinjaman kepada anak perusahaan. Sisanya, sekitar Rp10 miliar, disiapkan untuk kebutuhan modal kerja.

Perusahaan menetapkan rasio HMETD sebesar 2:3. Artinya, setiap pemegang dua saham lama berhak membeli tiga saham baru. Pemegang saham yang tidak menggunakan haknya berpotensi mengalami dilusi kepemilikan hingga 60%.

Dari sisi pemegang saham, Autum Prima Indonesia (API) menyatakan akan melaksanakan sebagian HMETD senilai Rp300 miliar. Sisa haknya akan dialihkan kepada Deli Indonesia Raya, Henan Putihrai Sekuritas, dan Trimegah Sekuritas Indonesia. Sementara itu, Batubara Development dan Hapsoro memilih untuk tidak menggunakan haknya dan mengalihkan seluruh HMETD kepada pihak yang telah ditunjuk. Kreasi Jasa Persada juga mengalihkan seluruh haknya senilai Rp712,05 miliar kepada Petrosea yang bertindak sebagai pembeli siaga.

Perdagangan dan pelaksanaan HMETD dijadwalkan berlangsung pada 14 Juli hingga 20 Juli 2026.

PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL)

NCKL memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp42,64 per saham. Total nilai dividen yang akan dibagikan mencapai Rp2,69 triliun untuk tahun buku 2025. Jumlah ini setara dengan sekitar 30,01% dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.

Keputusan ini didukung oleh kinerja keuangan yang tumbuh sepanjang tahun 2025. Pendapatan perusahaan meningkat 9,89% secara tahunan menjadi Rp29,63 triliun. Sementara itu, laba bersih melonjak 40,32% menjadi Rp8,95 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.

Dengan harga saham di level Rp860 pada penutupan perdagangan 3 Juli 2026, pembagian dividen ini mencerminkan dividend yield sekitar 4,96%. Jadwal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 8 Juli 2026. Pembayaran dividen direncanakan berlangsung pada 31 Juli 2026.

Rekomendasi Saham Hari Ini

  • TLKM - Buy 2490-2520 | TP 2540-2590 | SL 2360
  • UNTR - Buy 23600-23800 | TP 24300-24575 | SL 22600
  • ASII - Buy 4780-4800 | TP 4880-4980 | SL 4580
  • AMMN - Buy 3470-3490 | TP 3550-3600 | SL 3310
  • ARCI - Buy 985-1000 | TP 1025-1045 | SL 935

Perlu diingat, segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

Secara keseluruhan, pergerakan IHSG yang positif didukung oleh sentimen dari dalam negeri, seperti mulai cairnya dana pengembalian IPO dan aksi korporasi sejumlah emiten. Di sisi lain, aktivitas jual bersih asing di pasar reguler menunjukkan bahwa masih ada tekanan dari investor asing, meskipun secara total mereka masih membukukan beli bersih. Aksi korporasi seperti PMHMETD dari ATIC dan SINI, serta pembagian dividen dari NCKL, menjadi sorotan utama bagi investor dalam beberapa pekan ke depan.

IHSGsahamPMHMETDdivideninvestor asingaksi korporasilikuiditas

Komentar

Memuat komentar...