Kemenperin Evaluasi Dampak Kenaikan Pertamax Pada Manufaktur

Ningsih R. · 2 min baca · 1 hari lalu · 7 dibaca
Bisik.id
Kemenperin Evaluasi Dampak Kenaikan Pertamax Pada Manufaktur

Gambar atau konten salah?

Kementerian Perindustrian akan meninjau dampak kenaikan harga BBM nonsubsidi Pertamax pada sektor manufaktur. Harga Pertamax kini naik dari Rp 12.300/liter menjadi Rp 16.250/liter.

Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arief, menegaskan bahwa salah satu perhatian utama adalah potensi kenaikan biaya pengiriman bahan baku dan distribusi produk industri. Ia berkata, “Nanti kami lihat, mungkin ada pengaruhnya ke biaya pengiriman barang untuk bahan baku, atau pada produk manufaktur. Ketika dikirimkan dari industri ke distributor, ke ritel. Itu kami nanti cermati dulu untuk yang kenaikan harga baru-baru ini.”

Febri ditemui di kompleks DPR RI Senayan, Jakarta Pusat, pada hari Rabu, 10 Juni 2026. Ia menjelaskan bahwa meski kenaikan Pertamax menjadi fokus, dampak terbesar bagi industri masih berasal dari perubahan harga BBM subsidi.

“Oleh karena itu, pelaku industri mengapresiasi keputusan pemerintah yang mempertahankan harga BBM subsidi sehingga inflasi dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujarnya. Ia menambahkan, “Tapi yang kami cermati itu, harga BBM subsidi itu belum naik dan itu diapresiasi industri karena itu membuat demand industri masih tetap terjaga dengan baik.”

Febri menekankan bahwa konsumsi rumah tangga merupakan salah satu sumber utama permintaan produk manufaktur. “Konsumsi rumah tangga merupakan salah satu sumber utama permintaan produk manufaktur. Oleh karena itu, stabilitas harga BBM subsidi dinilai membantu menjaga daya beli masyarakat dan mendukung sektor manufaktur,” jelasnya.

Ia menutup dengan menegaskan bahwa harga BBM subsidi berdampak tidak langsung terhadap kenaikan harga produk manufaktur dan daya beli masyarakat. “Karena harga BBM subsidi itu berdampak tidak langsung terhadap kenaikan harga-harga produk manufaktur dan daya beli masyarakat. Kalau seandainya ada kenaikan harga BBM subsidi, maka itu akan menekan daya beli masyarakat dan sekaligus menekan demand produk manufaktur,” tutup Febri.

Dengan mempertahankan harga BBM subsidi, pemerintah berusaha menjaga stabilitas ekonomi. Kenaikan Pertamax diharapkan tidak menimbulkan lonjakan biaya bagi industri, namun tetap perlu dipantau secara detail oleh Kemenperin.

PertamaxBBM subsidiKemenperinManufakturHargaInflasiDaya beli

Komentar

Memuat komentar...