Kemenperin Evaluasi Dampak Kenaikan Pertamax Pada Manufaktur
Gambar atau konten salah?
Kementerian Perindustrian akan meninjau dampak kenaikan harga BBM nonsubsidi Pertamax pada sektor manufaktur. Harga Pertamax kini naik dari Rp 12.300/liter menjadi Rp 16.250/liter.
Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arief, menegaskan bahwa salah satu perhatian utama adalah potensi kenaikan biaya pengiriman bahan baku dan distribusi produk industri. Ia berkata, “Nanti kami lihat, mungkin ada pengaruhnya ke biaya pengiriman barang untuk bahan baku, atau pada produk manufaktur. Ketika dikirimkan dari industri ke distributor, ke ritel. Itu kami nanti cermati dulu untuk yang kenaikan harga baru-baru ini.”
Febri ditemui di kompleks DPR RI Senayan, Jakarta Pusat, pada hari Rabu, 10 Juni 2026. Ia menjelaskan bahwa meski kenaikan Pertamax menjadi fokus, dampak terbesar bagi industri masih berasal dari perubahan harga BBM subsidi.
“Oleh karena itu, pelaku industri mengapresiasi keputusan pemerintah yang mempertahankan harga BBM subsidi sehingga inflasi dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujarnya. Ia menambahkan, “Tapi yang kami cermati itu, harga BBM subsidi itu belum naik dan itu diapresiasi industri karena itu membuat demand industri masih tetap terjaga dengan baik.”
Febri menekankan bahwa konsumsi rumah tangga merupakan salah satu sumber utama permintaan produk manufaktur. “Konsumsi rumah tangga merupakan salah satu sumber utama permintaan produk manufaktur. Oleh karena itu, stabilitas harga BBM subsidi dinilai membantu menjaga daya beli masyarakat dan mendukung sektor manufaktur,” jelasnya.
Ia menutup dengan menegaskan bahwa harga BBM subsidi berdampak tidak langsung terhadap kenaikan harga produk manufaktur dan daya beli masyarakat. “Karena harga BBM subsidi itu berdampak tidak langsung terhadap kenaikan harga-harga produk manufaktur dan daya beli masyarakat. Kalau seandainya ada kenaikan harga BBM subsidi, maka itu akan menekan daya beli masyarakat dan sekaligus menekan demand produk manufaktur,” tutup Febri.
Dengan mempertahankan harga BBM subsidi, pemerintah berusaha menjaga stabilitas ekonomi. Kenaikan Pertamax diharapkan tidak menimbulkan lonjakan biaya bagi industri, namun tetap perlu dipantau secara detail oleh Kemenperin.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pertamax Naik Rp 16.250: Menteri Jelaskan Penyesuaian Pasar
Pemadaman Listrik Jawa: Bahlil Menegaskan Gangguan Teknis
Harga Pertamax Naik, Purbaya: Beberapa Konsumen Pindah
Pertamina Naikkan Harga BBM Non-Subsidi Hingga 16.250/ Liter
BPK: Lima ASN Ditangkap KPK Terkait Suap Pemerintah Daerah
Pemerintah & Komisi XI Sepakati Kerangka Fiskal 2027 RAPBN
Berita Terbaru
Mi Instan: Beban Sodium dan Risiko Metabolik pada Konsumen
Bupati Empat Lawang Tegaskan Anti KKN, Panggil Warga Awasi
Temuan Kepingan Emas di Candi Losari, Fokus Eksplorasi Baru
Piala Dunia 2026 Meksiko: Brazil Siap Hadapi Grup C
Semifinal AFF U-19 2026: Indonesia vs Australia 0-0
XLSmart: Jembatan Integrasi Tujuh Pilar Digital Indonesia
Inna Sri Sugiati Buka Usaha Asinan Fermentasi, BRI Mendukung
Pertamax Naik Rp 16.250: Menteri Jelaskan Penyesuaian Pasar
