Kenaikan Harga Pertamax 2026 Tidak Akan Membawa Inflasi

Wahyu T. · 1 min baca · 1 hari lalu · 56 dibaca
Bisik.id
Kenaikan Harga Pertamax 2026 Tidak Akan Membawa Inflasi

Gambar atau konten salah?

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan tentang kenaikan harga Pertamax (RON 92) yang mulai berlaku pada 10 Juni 2026. Ia menegaskan bahwa kenaikan tersebut tidak akan menimbulkan dampak besar pada inflasi.

“(Dampak kenaikan Pertamax terhadap inflasi) harusnya relatif minimum karena kan Pertamax nggak dipakai buat angkutan barang biasanya,” ujarnya di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (10 Juni 2026). Ia menambahkan, “Harusnya limited karena kan bukan buat angkutan umum, angkutan barang juga nggak pakai (Pertamax).”

Purbaya menjelaskan bahwa sebagian besar pengguna BBM di Indonesia lebih memilih bahan bakar dengan RON lebih rendah, seperti Pertalite dan Biosolar (Solar), yang masih mendapatkan subsidi pemerintah. Karena itu, penggunaan Pertamax di sektor transportasi umum dan barang tidak signifikan.

Menanggapi kemungkinan masyarakat beralih ke Pertalite akibat kenaikan harga Pertamax, Purbaya meminta klarifikasi lebih lanjut kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Ia menyebut adanya sistem nozzle control untuk memantau volume penyaluran BBM bersubsidi agar lebih tepat sasaran.

“Itu tanya ke Pak Bahlil, mestinya ada metode lagi nozzle control kalau nggak salah, tanya Pak Bahlil yang lebih ngerti,” kata Purbaya.

Di sisi lain, Pertamina Patra Niaga memutuskan menaikkan harga Pertamax dari Rp 12.300/liter menjadi Rp 16.250/liter. Harga Pertamax Green 95 juga naik dari Rp 12.900/liter menjadi Rp 17.000/liter.

Harga BBM bersubsidi tetap tidak berubah: Pertalite tetap Rp 10.000/liter dan Biosolar Rp 6.800/liter.

Dengan perubahan harga ini, pemerintah menegaskan bahwa kenaikan Pertamax tidak akan menimbulkan tekanan inflasi yang signifikan, karena sebagian besar pengguna masih mengandalkan bahan bakar bersubsidi.

PertamaxinflasiPurbaya Yudhi SadewaBiosolarPertalitenozzle controlPertamina Patra Niaga

Komentar

Memuat komentar...