Keracunan Makanan MBG: 17 Siswa Enrekang Terdampak, Selesai Tinjau
Gambar atau konten salah?
Di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, 17 siswa dari dua sekolah dasar diduga mengalami keracunan setelah menerima Makanan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah. Program MBG diselenggarakan oleh Mitra SPPG Baroko sebagai bagian dari upaya pemenuhan gizi bagi anak-anak kurang mampu.
"Informasi adanya dugaan keracunan makanan di Kecamatan Baroko, Kabupaten Enrekang, belum diketahui penyebabnya secara pasti, apakah karena mengkonsumsi MBG atau ada faktor lain," kata perwakilan Mitra SPPG Baroko, Taufiq, Selasa, 1 April 2026.
Taufiq menjelaskan bahwa Mitra SPPG Baroko melayani 1.850 penerima manfaat program MBG di Enrekang. Program ini menyediakan makanan sehat setiap minggu. Namun, hanya 17 siswa yang melaporkan keracunan setelah makan MBG.
Dari 1.850 penerima manfaat, hanya 17 orang di satu sekolah melapor ada kelainan. Yakni SD 195 Buntu Ampang. Selebihnya tak ada masalah, tuturnya. Siswa lain tidak menunjukkan gejala.
Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Pemeriksaan sampel makanan telah dilakukan dan sampel dikirim ke laboratorium di Makassar untuk analisis lebih detail.
"Sampel makanan telah dikirim ke laboratorium kesehatan di Makassar untuk memastikan faktor penyebab 17 siswa yang sempat dibawa ke Puskesmas Baroko," ujarnya.
Taufiq memastikan 17 siswa yang diduga keracunan sudah dalam kondisi normal. Beberapa di antaranya telah dipulangkan setelah perawatan medis di puskesmas. Mereka masih dipantau secara berkala.
"Kami senantiasa mengikuti arahan pihak kapus (kepala puskesmas) dan ikut mendampingi adik-adik yang dirawat. Bahkan ikut nginap di sekitar puskesmas. Tinggal 4 orang masih di puskesmas," jelas Taufiq. Pihak Mitra SPPG Baroko juga telah mengunjungi puskesmas secara rutin untuk memastikan kondisi pasien.
Sebelumnya, kasus dugaan keracunan terjadi di SDN 120 Baroko dan SD 195 Buntu Ampang, Kecamatan Baroko, Selasa, 31 Maret. Pada hari itu, siswa melaporkan muntah setelah menyantap menu MBG di sekolah. Sekolah segera menginformasikan kejadian tersebut kepada pihak terkait.
Siswa yang menyantap MBG mengaku muntah, pusing, lemas dan diare. Menu daging ayam yang dibagikan diduga menjadi sumber keracunan. Pemeriksaan toksin pada daging ayam masih berlangsung.
Dugaan sementara dari menu ayam. Untuk informasi pasti, pemeriksaan sampel di Makassar sedang berlangsung. Hasil akhir akan diumumkan setelah proses laboratorium selesai.
Kasus ini menyoroti pentingnya pengawasan mutu makanan di program bantuan sosial, meski sebagian besar penerima manfaat tetap aman. Pemerintah daerah dan Mitra SPPG Baroko berkomitmen untuk meningkatkan standar keamanan makanan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Khutbah Jumat Akhir Tahun: Refleksi dan Muhasabah 1447 H
Tanggal 04 Juni 2026 Dapat Dihitung 18 Dzulhijjah 1447 H
Weton Tulang Wangi: Tradisi Penanggalan Jawa Tetap Ada
Cek Bansos: Aplikasi Monitoring Bantuan Sosial di Ponsel
Doa Akhir Tahun 1448 H Dibaca Setelah Ashar 15 Juni 2026
1 Muharram 1448 H: 16 Juni 2026, Momen Amal dan Refleksi
Berita Terbaru
SIM Baru Kini Verifikasi Wajah, Mulai 1 Juli 2026 Indonesia
Pria 65 Tahun di Klampok Lor Berhenti Hidup, Kembali Mati
Persebaya Penasaran Ramadhan Sananta, Bebas Transfer
Rasa Terbakar Dada: Penyebab Utama dan Tanda Peringatan
Minum 3‑4 Cangkir Kopi Bisa Perlambat Penuaan 5 Tahun
Empat Anakan Harimau Sumatra Lahir di Taman Safari Prigen
Operasi Patuh 2026: 14 Hari Tepatkan Lalu Lintas Nasional
Vlahovic Bebas: Arsenal Tertarik, Juventus Tak Berikan Kontrak
