Kisah Sema: Lebam Tubuh Tanda Gagal Ginjal Stadium 5

Fandi R. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Kisah Sema: Lebam Tubuh Tanda Gagal Ginjal Stadium 5

Gambar atau konten salah?

Seorang perempuan bernama Sema (33) di Bekasi, Jawa Barat, membagikan kisahnya menjalani cuci darah setelah didiagnosis gagal ginjal stadium 5 pada tahun 2024. Cerita ini viral di media sosial, tepatnya melalui akun TikTok pribadinya.

Lewat unggahannya, Sema menjelaskan berbagai gejala yang ia alami sebelum akhirnya mendapat vonis dari dokter. Salah satu tanda yang paling ia rasakan adalah munculnya banyak lebam di tubuh. Selain itu, ada juga kantung mata yang tak kunjung hilang akibat penumpukan cairan, hilangnya nafsu makan, penurunan berat badan, wajah pucat, serta rasa mual dan muntah.

"Gejala yang aku rasain sebelum divonis gagal ginjal stadium 5. Ada banyak lebam di badan, munculnya kantung mata yang tidak hilang-hilang karena penumpukan cairan, tidak nafsu makan sama sekali, penurunan berat badan, pucat, mual, dan muntah," ungkap Sema melalui akun TikTok @semachintyaa.

Ia menekankan bahwa tujuannya berbagi cerita bukan untuk membuat orang lain panik. Sebaliknya, ia ingin meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya memperhatikan kondisi tubuh. Sema mendorong warganet untuk tidak takut memeriksakan diri ke dokter. Menurutnya, pemeriksaan dini bisa mempercepat proses perawatan.

"Tapi please banget kalian jangan parno-an ya. Niat aku sharing agar kalian lebih aware sama badan kalian. Jika kalian punya riwayat hipertensi, diabetes, asam urat, dan tanda-tanda seperti aku, nggak ada salahnya untuk cek darah," sambungnya.

Kondisi Sema sendiri dipicu oleh hipertensi. Ia menjelaskan bahwa perjalanan cuci darah tidak mudah dan harus dijalani dalam jangka panjang. Dalam situasi seperti ini, dukungan dari keluarga dan orang-orang terdekat menjadi sangat krusial.

Sema mengaku bersyukur karena hingga kini ia mendapat dukungan yang luar biasa. Kehadiran anaknya yang masih berusia 5 tahun menjadi kekuatan tersendiri baginya.

"Karena gagal ginjal ini berobatnya jangka panjang, saya sangat terbantu dengan bantuan yang hadir. Bukan soal materi, tapi kehadiran keluarga untuk membantu saya dalam mengurus anak maupun dalam mengantar ke RS dan lainnya sangat membantu," tandasnya.

Kisah Sema menyoroti bagaimana penyakit ginjal stadium lanjut bisa menyerang tanpa gejala yang khas di awal. Gejala seperti lebam di tubuh, kantung mata karena penumpukan cairan, dan penurunan nafsu makan sering dianggap sepele. Padahal, bagi penderita hipertensi atau diabetes, tanda-tanda ini perlu diwaspadai. Pemeriksaan rutin dan deteksi dini menjadi kunci agar penanganan bisa dilakukan sebelum kondisi memburuk.

gagal ginjalcuci darahgejalahipertensideteksi dinikesadaran kesehatandukungan keluarga

Komentar

Memuat komentar...