KNMP Banyuwangi: Nelayan Dijamin Harga Tetap, Gudang

Wulan M. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 73 dibaca
Bisik.id
KNMP Banyuwangi: Nelayan Dijamin Harga Tetap, Gudang

Gambar atau konten salah?

Pemerintah Indonesia kini memulai persiapan skema perlindungan harga bagi nelayan melalui Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Di Banyuwangi, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menegaskan bahwa hasil tangkapan nelayan yang belum terserap pasar dapat disimpan dan nantinya dibeli untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Di kunjungan tersebut, Zulhas menyampaikan salam Presiden Prabowo Subianto kepada sekitar 120 nelayan yang hadir. Ia menjelaskan bahwa pemerintah sedang menyiapkan fasilitas penunjang agar nelayan memiliki kepastian harga dan tidak lagi terpaksa menjual ikan dalam kondisi terdesak.

“Di sini juga disiapkan cool storage, pabrik es dan ada koperasi nelayan. Ikan yang ditangkap kalau tidak terjual disimpan dulu dan kalau tetap tidak terjual maka akan dibeli oleh SPPG. Sudah kita atur sehingga nelayan memiliki kepastian harga terjamin dan punya keuntungan,” terang Zulhas, Kamis 14 Mei 2026.

Menurut Zulhas, masalah utama nelayan selama ini adalah hasil tangkapan yang harus segera dijual sesaat setelah tiba di darat. Jika tidak terserap pasar, ikan berisiko rusak sehingga nelayan terpaksa menjual dengan harga murah.

Selama peninjauan, Zulhas melihat langsung fasilitas di KNMP Lateng, mulai dari pabrik es portabel, bengkel nelayan hingga kios perbekalan. Ia meminta semua fasilitas dimanfaatkan dan dirawat dengan baik agar benar-benar menjadi pusat aktivitas ekonomi nelayan.

“Seperti gabah, gabah dijamin harganya 6.500 kalau gak 6.500 maka dibeli oleh kopdes. Sehingga nelayan itu punya kepastian keuntungan. Di laut Capek nyari ikan di darat gak jelas berapa akan dibeli ikan itu,” kata Zulhas.

KNMP Lateng sendiri memiliki 204 nelayan aktif dengan sekitar 180 kapal kecil di bawah 5 GT dan tiga kelompok usaha bersama nelayan. Produksi perikanannya mencapai sekitar 1.260 ton per tahun dengan nilai sekitar Rp 31,5 miliar.

Kawasan tersebut juga memiliki peluang pengembangan berbagai unit usaha seperti pabrik es, warung, bengkel nelayan, sentra kuliner hingga mobil berpendingin untuk distribusi hasil tangkapan.

Pemerintah menargetkan pembangunan 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih hingga tahun 2029. Untuk tahap awal hingga 2026, ditargetkan sebanyak 1.369 KNMP selesai dibangun. Di Jawa Timur, empat titik KNMP telah rampung 100 persen, yakni di Tuban, Sumenep, Malang dan Banyuwangi.

Pemerintah berharap keberadaan KNMP dapat mengubah nasib nelayan melalui fasilitas penyimpanan, koperasi, akses pasar hingga integrasi dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Di sisi lain, nelayan asal Desa Lateng, Doni Sugianto (50), mengaku keberadaan KNMP cukup membantu para nelayan. Namun ia berharap seluruh fasilitas dapat segera beroperasi secara optimal.

“Harapannya bisa segera jalan ini, ya terbantu karena ikan yang gak laku itu bisa ditaruh di gudang sini dan dibeli koperasi,” kata Doni.

Saat ini, salah satu kendala utama yang dihadapi nelayan adalah ketersediaan bahan bakar minyak (BBM). Para nelayan berharap pembangunan SPBU nelayan di kawasan koperasi KNMP segera direalisasikan agar aktivitas melaut lebih mudah dan efisien.

Skema perlindungan harga ini menandai langkah konkret pemerintah untuk memberi daya tawar lebih tinggi kepada nelayan melalui hilirisasi produk perikanan dan penguatan ekosistem perlindungan hasil tangkapan. Dengan adanya fasilitas penyimpanan dan koperasi, nelayan dapat menghindari penjualan ikan pada harga rendah yang seringkali dipaksa oleh kondisi pasar. Pembangunan KNMP secara bertahap hingga 2029 diharapkan menciptakan jaringan ekonomi perikanan yang lebih stabil dan berkelanjutan, sekaligus mendukung program nutrisi masyarakat melalui Makan Bergizi Gratis.

Kampung Nelayan Merah Putihperlindungan hargaMakan Bergizi Gratisnelayancool storagepabrik eskoperasi nelayan

Komentar

Memuat komentar...