Kontroversi Penundaan Sanksi Balogun
Gambar atau konten salah?
FIFA memutuskan untuk menunda sanksi yang seharusnya diterima Folarin Balogun. Keputusan ini diumumkan tepat sebelum pertandingan Amerika Serikat melawan Belgia di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Balogun, striker berusia 25 tahun, mendapat kartu merah saat AS bertanding di babak 32 besar. Dengan penundaan ini, ia bisa bermain melawan Belgia pada Selasa, 07 Juli 2026 pagi WIB.
Keputusan FIFA ini terlihat mendadak. Banyak pihak menilai FIFA mengabaikan aturan disiplin yang sudah mereka buat sendiri. Ada juga isu yang beredar di belakang layar. Beberapa sumber menyebut ada campur tangan dari pejabat Gedung Putih kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino. Hal ini membuat keputusan tersebut semakin kontroversial.
Kecaman datang dari berbagai arah. Bukan hanya dari perwakilan Belgia yang akan menjadi lawan AS. Tim-tim lain juga ikut bersuara. Pelatih Norwegia, Stale Solbakken, dengan tegas menyatakan FIFA membuat kesalahan besar. Menurut Solbakken, Balogun seharusnya tetap dihukum larangan bermain. Tidak ada alasan untuk memberikan pengecualian.
"Menurut saya, itu adalah kesalahan besar dari FIFA. Menurut saya, itu bukan keputusan yang tepat. Dia mendapat kartu merah dan VAR menyimpulkan itu memang layak mendapat kartu merah. Dia dikeluarkan dari lapangan. Itu berarti dia diskors selama satu pertandingan," kata Solbakken seperti dikutip dari USA Today.
Solbakken juga menambahkan satu hal lagi. "Menurut saya, hal yang benar-benar buruk dari situasi itu adalah jika pada akhirnya Amerika Serikat menang. Karena jika mereka mengalahkan Belgia, hal itu akan menjadi nilai tambah tersendiri," katanya.
Juergen Klopp juga angkat bicara. Ia merasa kesal jika benar ada campur tangan pejabat AS dan Presiden FIFA dalam kasus ini. Klopp mengecam keras kemungkinan tersebut.
"Jika Trump dan Infantino benar-benar menyelesaikan masalah ini di antara mereka sendiri, itu gila, hal itu membuat segalanya dipertanyakan," kata Klopp seperti dilansir One Football.
Klopp kemudian memberikan pandangannya lebih lanjut. "Sebenarnya tidak ada dua pendapat mengenai hal ini. Jika memang itulah yang terjadi, masih ada kemungkinan Amerika Serikat tidak memainkannya juga karena mereka mengatakan, 'Kami tidak menginginkan hal seperti ini,'" kata Klopp.
"Kita semua menderita akibat keputusan yang salah. Meski demikian, kita semua belajar sepanjang hidup untuk menerimanya. Dan ini adalah keputusan yang didasarkan pada fakta," terangnya.
Keputusan FIFA ini membuka perdebatan besar tentang konsistensi aturan dalam sepak bola. Jika benar ada tekanan politik di balik penundaan sanksi Balogun, hal ini bisa merusak kredibilitas FIFA sebagai badan pengatur sepak bola dunia. Pertandingan antara AS dan Belgia sendiri akan menjadi sorotan, bukan hanya karena kualitas permainan, tetapi juga karena kontroversi yang menyertainya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
