Proses Produksi Air Minum Kemasan: Tak Sesederhana yang Dibayangkan

Hari W. · 4 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Proses Produksi Air Minum Kemasan: Tak Sesederhana yang Dibayangkan

Gambar atau konten salah?

Banyak orang mengira air minum dalam kemasan (AMDK) cukup diambil dari sumber lalu langsung dimasukkan ke botol. Kenyataannya tidak sesederhana itu. Ada serangkaian proses panjang yang harus dilalui. Tujuannya satu: menjaga kualitas, keamanan, dan kebersihan air hingga sampai ke tangan konsumen.

Di pabrik AQUA Klaten, Jawa Tengah, misalnya, proses produksi terbagi menjadi dua jalur. Jalur pertama untuk kemasan galon, disebut Jugs Production Flow Process. Jalur kedua untuk botol sekali pakai, disebut SPS Production Flow Process. Keduanya menggunakan air yang sama. Air itu telah melalui proses pengolahan dan pengawasan kualitas yang ketat.

Operations Director Regional 3 Danone Indonesia, Joshua Prajoga, menjelaskan setiap tahapan dirancang agar kualitas produk tetap konsisten. Mulai dari air diambil dari sumber hingga menjadi produk jadi.

"Kita menjaga konsistensi mulai dari sumber airnya, kemudian masuk ke reservoir, melalui water treatment dan filtrasi. Setelah air siap menjadi produk, baru masuk ke proses pengemasan. Setiap proses itu didesain dan dijaga sehingga kita bisa memberikan kualitas dan keamanan produk secara konsisten," jelas Joshua dalam kunjungan ke Pabrik AQUA Klaten, Selasa, 07 Juli 2026.

Sebelum Dikemas, Air Melewati Beberapa Tahapan

Baik untuk galon maupun botol sekali pakai, air berasal dari mata air yang sama. Air itu melewati tahapan pengolahan sebelum masuk ke mesin pengisian. Berikut alurnya.

1. Spring Water Resource dan Reservoir

Perjalanan dimulai dari mata air. Air kemudian dialirkan ke reservoir sebagai tempat penampungan sementara. Di tahap ini, kualitas sumber air terus dipantau melalui sumur pantau. Tujuannya memastikan kondisi fisik, kandungan mineral, dan parameter kualitas lainnya tetap sesuai standar.

2. Cartridge Filter

Dari reservoir, air masuk ke sistem cartridge filter. Tahap filtrasi ini menyaring partikel-partikel yang mungkin terbawa dari sumber. Air menjadi lebih bersih sebelum diproses lebih lanjut.

3. Disinfectant Ozone & Silver

Setelah penyaringan, air melewati tahap disinfeksi menggunakan ozon dan silver. Tahapan ini menjaga kebersihan air sebelum masuk ke tangki produk. Prosesnya tidak mengubah karakteristik alami air.

4. Product Tank

Air yang telah selesai diproses disimpan di product tank. Tangki ini menjadi titik akhir proses pengolahan air sekaligus sumber pasokan air menuju mesin pengisian. Baik untuk jalur produksi galon maupun botol sekali pakai.

Jugs Production Flow Process, Jalur Produksi untuk Galon

Galon berbeda dengan botol sekali pakai. Galon adalah kemasan yang digunakan berulang kali. Karena itu, proses produksinya diawali dengan pemeriksaan dan pencucian kemasan. Berikut tahapannya.

1. Botol kosong dari konsumen atau supplier

Galon kosong dari konsumen maupun supplier dikumpulkan terlebih dahulu sebelum memasuki jalur produksi.

2. Washing Machine

Seluruh galon masuk ke mesin pencuci. Di tahap ini ada beberapa proses sekaligus. Mulai dari penghitungan jumlah galon, pemeriksaan menggunakan mesin radar, inspeksi kondisi fisik kemasan, hingga proses pencucian dan sanitasi. Tujuannya agar galon benar-benar bersih sebelum digunakan kembali.

3. Filling Machine

Setelah lolos pencucian, galon menuju mesin pengisian. Air dari product tank diisikan ke setiap galon secara otomatis.

4. Cap Sealing

Galon yang telah terisi air dipasang tutup dan dilakukan proses penyegelan. Tujuannya agar kemasan tetap tertutup rapat selama distribusi.

5. Inspeksi

Tahap terakhir adalah inspeksi. Setiap galon diperiksa kembali. Volume isi, kondisi tutup, dan kualitas kemasan harus memenuhi standar sebelum dikirim ke konsumen.

SPS Production Flow Process, Jalur Produksi Botol Sekali Pakai

Pada botol sekali pakai, prosesnya berbeda. Kemasan diproduksi langsung di dalam area pabrik sebelum diisi air. Berikut tahapannya.

1. Preform Maker di Bottle Maker Machine

Proses diawali dari preform, yaitu tabung plastik kecil yang menjadi bahan dasar botol. Di dalam bottle maker machine, bahan PET dipadukan dengan rPET serta pewarna biru sesuai formulasi. Kemudian dipanaskan dan dibentuk menjadi botol. Karena botol langsung dibuat di area produksi, kemasan tidak perlu dipindahkan ke luar ruangan. Risiko kontaminasi bisa diminimalkan.

2. Filling Machine

Botol yang baru terbentuk langsung masuk ke mesin pengisian. Air dari product tank diisikan secara otomatis ke setiap botol.

3. Electric Visual Control

Setelah pengisian, seluruh botol diperiksa menggunakan sistem electric visual control. Pemeriksaan otomatis ini memastikan kondisi botol, volume isi, posisi tutup, hingga kemungkinan adanya cacat pada kemasan.

4. Labelling

Botol yang lolos pemeriksaan kemudian dipasangi label sesuai jenis produknya.

5. Packaging

Setelah diberi label, botol dikemas menjadi satuan penjualan menggunakan mesin pengemasan otomatis.

6. Palletizing

Tahap terakhir adalah palletizing. Produk yang telah dikemas disusun ke atas pallet secara otomatis. Tujuannya agar lebih mudah disimpan dan didistribusikan ke berbagai daerah.

Proses produksi air minum dalam kemasan ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan. Ada dua jalur produksi berbeda untuk galon dan botol sekali pakai. Keduanya sama-sama melalui pengolahan air yang ketat. Galon melewati pencucian dan inspeksi karena digunakan berulang. Botol sekali pakai dibuat langsung di pabrik untuk mengurangi risiko kontaminasi. Semua tahapan dirancang agar kualitas air tetap terjaga hingga ke tangan konsumen.

proses produksiAMDKAQUA Klatengalonbotol sekali pakaipengolahan airkualitas air

Komentar

Memuat komentar...