Konter Pulsa di Klaten Dibobol Maling, 633 Voucher Raib
Gambar atau konten salah?
Sebuah konter pulsa di Jalan Ronggowarsito, Desa Mireng, Kecamatan Trucuk, Klaten, dibobol maling pada dini hari. Pelaku membawa kabur ratusan voucher pulsa dan aksesori handphone. Total kerugian diperkirakan mencapai belasan juta rupiah.
Peristiwa itu baru diketahui pagi harinya oleh seorang karyawan yang hendak membuka toko. "Lha gemboknya hilang katanya," ujar Yanto, warga sekitar, saat ditemui di lokasi pada Kamis, 09 Juli 2026. Menurut Yanto, jalan di depan konter sebenarnya ramai pada malam hari. "Mungkin dini hari, kalau malam jalan masih ramai. Tadi polisi sampai siang menyelidiki di situ," tambahnya.
Kepolisian Resor Klaten melalui Kasi Humas AKP Suwoto membenarkan kejadian tersebut. "Pelakunya masih dalam penyelidikan, modusnya merusak kunci," jelas Suwoto saat dikonfirmasi. Ia menambahkan, karyawanlah yang pertama kali mengetahui dan kemudian melapor ke pemilik. Barang yang hilang tercatat sebanyak 633 lembar voucher pulsa berbagai operator dengan nilai sekitar Rp 18 juta, plus aksesori HP. Tidak ada handphone yang raib.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih memburu pelaku. Lokasi konter yang berada di pinggir jalan raya sebenarnya cukup strategis dan ramai pada jam-jam tertentu. Namun, kejadian ini menunjukkan bahwa tempat yang tampak ramai pun tetap rawan. Voucher pulsa yang dicuri dalam jumlah besar kemungkinan akan sulit dijual kembali tanpa jejak, mengingat sistem kode unik pada setiap voucher.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
