Krisis Chip AI Paksa Apple Naikkan Harga Produk

Surya B. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Krisis Chip AI Paksa Apple Naikkan Harga Produk

Gambar atau konten salah?

Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan kecerdasan buatan atau AI melonjak drastis. Kini, konsekuensinya mulai terasa. Lonjakan permintaan AI telah menciptakan krisis pasokan memori global, yang pada akhirnya mendorong kenaikan harga. Masalah ini begitu serius sehingga Apple pun terpaksa memberi peringatan kepada konsumen untuk bersiap mengeluarkan biaya lebih besar.

CEO Apple, Tim Cook, mengungkapkan kepada Wall Street Journal bahwa perusahaannya berencana menaikkan harga produk-produknya. Kenaikan ini, menurut Cook, tidak dapat dihindari karena kelangkaan memori yang sedang terjadi. Ia menekankan bahwa situasi ini sudah di luar kendali mereka.

"Dunia sedang didisrupsi oleh AI. Dan pada saat yang sama, bahkan sebelum kita mulai menikmati manfaat AI di perangkat kita, kita sudah harus membayar tagihannya," ujar Francisco Jeronimo, seorang analis dari IDC. Pernyataan ini menggambarkan betapa cepatnya dampak AI terasa di industri teknologi.

Chip AI, yang sebagian besar diproduksi oleh Nvidia, membutuhkan kapasitas memori dan penyimpanan yang sangat besar. Sayangnya, kapasitas ini hanya bisa diproduksi oleh segelintir vendor. Akibatnya, produsen smartphone, PC, dan perangkat lainnya terpaksa mengantre atau membayar lebih mahal untuk mendapatkan prioritas pasokan.

Pengakuan dari Apple ini membuktikan betapa luasnya dampak masalah tersebut. Produsen iPhone ini selama ini dianggap sangat kebal terhadap kenaikan harga berkat kekuatan pasar mereka. Namun, kenyataan berkata lain.

"Ini menunjukkan seberapa dalam masalahnya. Bahkan Apple pun tak aman, terlepas dari fakta mereka punya semua keahlian dan perencanaan jangka panjang, serta segalanya. Ini sudah di luar batas kapasitas mereka untuk membatasi dampaknya," kata Ranjit Atwal, analis di Gartner.

Cook enggan menyebutkan kapan tepatnya kenaikan harga akan mulai berlaku atau model mana yang akan terkena dampak. Salah satu kemungkinan adalah Apple hanya akan menaikkan harga untuk perangkat premium, seperti seri Pro. Pelanggan kelas atas dianggap lebih mampu menyerap kenaikan biaya tersebut.

Jeronimo memperkirakan Apple akan menaikkan harga iPhone Pro dan iPhone Pro Max sebesar USD 100. Sementara itu, harga untuk perangkat kelas bawah kemungkinan besar tidak akan berubah. Analis dari BofA Securities setuju dengan perkiraan ini. Mereka juga memperkirakan adanya kenaikan harga pada sebagian besar model Mac dan iPad.

Namun, ada potensi pendekatan lain yang bisa diambil Apple. Perusahaan bisa memanfaatkan situasi ini untuk merebut lebih banyak pangsa pasar. Dalam beberapa bulan terakhir, Apple telah membidik konsumen dengan anggaran lebih ketat melalui MacBook Neo dan iPhone 16e. Apple bisa diuntungkan ketika produsen Android terpaksa memangkas spesifikasi atau menaikkan harga.

Akar masalah kelangkaan pasokan ini terletak pada chip AI data center. Chip ini menggunakan memori bandwidth tinggi, yang kinerjanya lebih cepat dan membutuhkan lebih banyak daya dibandingkan memori smartphone biasa. Masalah utamanya adalah semua kebutuhan ini sangat bergantung pada kapasitas produksi dari tiga pemasok utama: Micron, SK Hynix, dan Samsung.

Ketika pemasok seperti Micron memproduksi satu unit memori HBM (High Bandwidth Memory), mereka harus merelakan produksi tiga unit memori smartphone konvensional. Para pemasok memori saat ini tengah membangun pabrik-pabrik baru. Namun, sebagian besar kapasitas tambahan tersebut kemungkinan besar masih akan dialokasikan untuk memori HBM yang jauh lebih menguntungkan.

Singkatnya, lonjakan AI telah menciptakan efek domino yang nyata di industri teknologi. Bahkan perusahaan sebesar Apple pun tidak kebal terhadap tekanan pasokan global ini. Konsumen harus bersiap menghadapi kenyataan bahwa perangkat canggih di masa depan akan datang dengan harga yang lebih tinggi.

lonjakan AIkrisis pasokan memorikenaikan hargaAppleTim Cookchip AINvidia

Komentar

Memuat komentar...