KSPI Usulkan BBM Aman, Pajak Ringan, Hindari PHK Massal
Gambar atau konten salah?
Jakarta – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengusulkan beberapa langkah agar potensi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal dapat ditekan.
Selasa, 14 April 2026
Langkah utama, menurutnya, adalah memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) industri tetap aman dan tidak langka.
Ia menekankan bahwa jika BBM menjadi langka, harga akan melonjak, dan biaya produksi akan naik. Hal ini dapat memaksa perusahaan melakukan efisiensi, termasuk pengurangan tenaga kerja. “Pertama, menekan dan memastikan BBM industri ini ketersediaannya jangan sampai langka. Karena kalau makin langka makin melambung tinggi lagi kan harganya. Kan ini dia BBM tidak bersubsidi,” ujar Said Iqbal.
Selain itu, pemerintah diminta memberikan relaksasi pajak kepada pelaku usaha. Kelonggaran ini diharapkan membantu menjaga kondisi keuangan perusahaan agar tetap stabil di tengah kenaikan biaya produksi. “Relaksasi pajak ini akan membuat fiskal keuangannya perusahaan jadi lebih longgar, misal pajak badan perusahaan dikurangi. Atau dengan mengurangi harga PPN, bisa 11% jadi 10% misalnya atau jadi 9% seperti yang Vietnam lakukan, harga jual produksi yang tertekan akibat adanya perang ini dia tetap bisa dijual dengan harga yang sama tidak perlu dinaikin karena PPN-nya kan turun,” jelas Said Iqbal.
Ia menegaskan perlunya penurunan tarif PPN dari 11% menjadi 10% atau bahkan 9%, seperti yang dilakukan Vietnam. Beban pajak yang lebih ringan dapat menjaga daya beli masyarakat, sehingga konsumsi tidak turun dan tekanan terhadap industri berkurang.
Upaya menjaga agar PHK tidak meluas sangat penting, karena jika tidak dikendalikan dapat menimbulkan dampak sosial yang lebih luas. Dilaporkan ada sekitar 10 perusahaan yang mulai merencanakan PHK. Meski belum terjadi PHK, perusahaan-perusahaan tersebut sudah mulai mengajak pekerja berdiskusi terkait potensi pengurangan tenaga kerja dalam tiga bulan ke depan.
Langkah-langkah ini diambil sebagai respons terhadap perang di Timur Tengah, yang telah menekan harga BBM dan biaya produksi secara global. Dengan menjaga pasokan BBM dan menurunkan beban pajak, KSPI berharap industri Indonesia dapat tetap stabil dan lapangan kerja terjaga.
Proposal KSPI menyoroti hubungan erat antara pasokan BBM, beban pajak, dan stabilitas tenaga kerja. Jika langkah-langkah tersebut diimplementasikan, risiko PHK massal dapat dikurangi, dan ekonomi industri dapat bertahan di tengah ketidakpastian global.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kenaikan Harga Minyakita Tertinggi Disepakati, Waktu Belum
PHK Januari–Mei 2026 Turun ke 23.470, Proyeksi CORE Naik
MBG Teriak Korupsi: BGN Diputar, Prabowo Tetap Optimis
Sekolah Jember Siapkan Lapangan Sepak Bola Internasional
BKN Tegaskan Poster CPNS 2026 Hoaks, Cek Sumber Resmi
DPR Setujui RUU P2SK, OJK Diperluas Tugas Pengawasan
Berita Terbaru
Kenaikan Harga Minyakita Tertinggi Disepakati, Waktu Belum
DPRD Bogor Ubah Peraturan Daerah ke Braille Hari Jadi ke-544
Kasus Katup Jantung Naik di Indonesia, Deteksi Awal Penting
Egy Maulana Vikri: Siap Tampil Maksimal di Skuad AFF 2026
Ganda Putri Indonesia Menang di Babak 16 Besar Open 2026
Ariston Pamer Andris 3: Water Heater Cerdas Kamar Mandi
PHK Januari–Mei 2026 Turun ke 23.470, Proyeksi CORE Naik
