Larangan Handphone di Taman Tigara India Lindungi Satwa
Gambar atau konten salah?
Destinasi konservasi alam di seluruh dunia kini meninjau kembali model pariwisata yang dipengaruhi oleh budaya influencer. Banyak hewan menjadi korban karena perilaku wisatawan yang tidak terkontrol.
Video viral menampilkan wisatawan di India yang berada di pusat konservasi harimau. Mereka berteriak, berkerumun di sekitar harimau, dan membuat satwa tersebut menjadi agresif. Insiden ini memicu keputusan Mahkamah Agung pada 1 November 2025 yang melarang penggunaan telepon seluler di beberapa cagar harimau paling terkenal di negara itu.
Di Taman Nasional Ranthambore dan Cagar Harimau Sariska, keduanya terletak di Rajasthan, aturan sudah diberlakukan sejak saat itu. Pengunjung tidak diperbolehkan membawa perangkat elektronik saat safari, guna menjaga ketenangan dan keselamatan harimau.
Tak hanya India, Kementerian Pariwisata Kenya juga mengumumkan standar baru bagi operator tur dan pembatasan bagi wisatawan yang mendekati hewan. Ini direspon oleh klip viral wisatawan yang bergegas memotret wildebeest di penyeberangan sungai. “Semua pengunjung harus tetap berada di dalam kendaraan mereka kecuali di area yang ditentukan,” kata kementerian tersebut seperti dikutip dari Travel Tomorrow pada 29 April 2026.
Menteri Pariwisata dan Satwa Liar, Rebecca Miano, berencana meningkatkan penegakan hukum melalui penambahan petugas di tempat-tempat sensitif. “Keselamatan pengunjung dan perlindungan satwa liar adalah yang terpenting. Mencegah interaksi berbahaya akan melindungi kehidupan dan integritas konservasi,” ucapnya.
Di Svalbard, peraturan baru membatasi pelayaran pengamatan satwa liar hingga jarak 300 hingga 500 meter dari beruang kutub, tergantung musimnya. Keseimbangan antara memberikan pengalaman wisatawan dan memastikan perlindungan hewan menjadi semakin sulit dicapai, kata para pemangku kepentingan.
Pertumbuhan pariwisata luar ruangan membawa perilaku pengunjung yang suka melakukan apa pun demi konten. Operator tur semakin sering menggambarkan pengunjung yang mengabaikan peringatan, mencoba mengambil foto selfie, dan mendekati hewan untuk mendapatkan sudut pandang yang lebih baik.
Penggunaan geotag menjadi masalah tambahan. Dengan memberi tahu orang lain di mana hewan berada, lebih banyak pengunjung tertarik. Seorang pengunjung Afrika Selatan mengatakan bahwa pondok safari kecil tempat dia menginap telah berhasil menyelamatkan badak hitam dari perburuan, berkat kebijakan yang melarang tamu memberi geotag pada foto mereka. Namun, pengunjung anonim melaporkan perilaku buruk, seperti anak remaja yang “dengan sengaja berpura-pura batuk untuk mencoba mengganggu cheetah yang sedang beristirahat.” Anak-anak tersebut dipisahkan ke dalam kendaraan terpisah pada perjalanan berikutnya, sementara tamu wanita dewasa tidak menunjukkan minat untuk melihat burung, hanya gajah, dan menjauh dari kelompok meskipun telah diberi instruksi untuk tidak melakukannya.
Teknologi seluler juga memicu masalah bagi operator. Pengunjung dapat membagikan lokasi kelompok hewan hanya dengan menekan tombol, sehingga para pengemudi jip yang ingin memenuhi tugas mereka membawa pengunjung lebih dekat dan berinteraksi langsung dengan satwa liar, semua berkumpul di tempat yang sama. Hal ini menambah jumlah kendaraan, orang, dan kebisingan, serta menghalangi kemampuan hewan untuk menyelinap pergi dengan tenang.
Peraturan baru di berbagai destinasi menunjukkan upaya konsisten untuk melindungi satwa liar dari dampak negatif pariwisata. Namun, tantangan tetap ada ketika teknologi dan perilaku pengunjung terus berkembang. Melalui penegakan hukum yang lebih ketat dan edukasi yang lebih intensif, diharapkan keseimbangan antara pengalaman wisatawan dan konservasi dapat terjaga.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
