Lima Hiu Tutul Terdampar di Cilacap dalam Dua Bulan
Gambar atau konten salah?
Seekor hiu tutul, atau yang lebih dikenal dengan nama whale shark, kembali ditemukan dalam kondisi terdampar di pesisir Kabupaten Cilacap. Peristiwa ini terjadi di Pantai Bleberan, yang berlokasi di Desa Bunton, Kecamatan Adipala. Lokasi persisnya berada di sebelah barat area Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Hiu tersebut memiliki ukuran yang cukup besar, yakni sekitar 4,5 hingga 5 meter.
Penemuan ini menjadi perhatian serius bagi para pegiat konservasi. Pasalnya, ini adalah hiu tutul kelima yang ditemukan terdampar di pesisir Cilacap dalam kurun waktu dua bulan terakhir. Sejak pertengahan Mei lalu, setidaknya sudah ada empat hiu tutul yang terdampar di pantai-pantai di Cilacap.
Jumawan, seorang Pegiat Konservasi Laut Kabupaten Cilacap, menjelaskan bahwa hiu tutul ini pertama kali dilihat oleh warga sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu, warga sedang berwisata di kawasan pantai. "Yang menemukan warga biasa yang sedang berwisata sekitar pukul enam pagi," kata Jumawan saat dihubungi pada Selasa, 14 Juli 2026.
Menurut Jumawan, ukuran hiu tutul yang ditemukan kali ini hampir sama dengan hiu yang sebelumnya terdampar di Pantai Pagubugan. Panjangnya diperkirakan mencapai 4,5 hingga 5 meter, dengan bobot yang ditaksir mencapai satu ton. "Ukurannya hampir sama seperti yang beberapa waktu lalu ditemukan di Pantai Pagubugan. Bobotnya mungkin sekitar satu ton," ujarnya.
Hingga saat ini, penyebab pasti hiu tutul tersebut terdampar dan akhirnya mati masih belum diketahui. Tim dari Yayasan Sealife dan para peneliti dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto tengah melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Mereka akan berusaha mengungkap faktor-faktor yang menyebabkan hewan laut yang dilindungi ini berakhir di pantai. "Kita belum bisa mengindikasikan penyebab kematiannya. Ini akan dibedah lagi untuk dicari tahu penyebabnya, karena ini sudah menjadi temuan kelima selama dua bulan terakhir," ungkap Jumawan.
Jumawan menduga, kondisi pantai yang landai menjadi salah satu faktor yang memungkinkan hiu tutul masuk terlalu dekat ke bibir pantai. Kemungkinan besar, hiu tersebut sedang mencari makan di perairan dangkal. Saat air laut mulai surut, satwa berukuran besar ini diduga kesulitan untuk kembali ke perairan yang lebih dalam. "Posisi pantainya memang sangat landai, jadi ada kemungkinan hiu ini sedang mencari makan. Waktu ditemukan menurut informasi masih ada tanda-tanda kehidupan, tetapi karena air sedang surut, dia tidak bisa kembali lagi ke tengah," jelasnya.
Selanjutnya, bangkai hiu tutul akan segera dievakuasi dari lokasi penemuan. Tim akan melakukan bedah lambung untuk mengambil sampel. Sampel tersebut nantinya akan dianalisis guna mengungkap penyebab kematian. Setelah proses pemeriksaan selesai, bangkai hiu tersebut akan dikuburkan. "Nanti akan ditarik, dilakukan bedah lambung, diambil sampelnya, kemudian dikubur," pungkas Jumawan.
Sebelumnya, pada Minggu, 17 Mei, seekor hiu tutul berukuran besar ditemukan terdampar di kawasan Pantai Pagubugan, Kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap. Satwa laut yang dilindungi itu ditemukan dalam kondisi lemas sebelum akhirnya mati di bibir pantai.
Masih di pekan yang sama, pada Sabtu, 23 Mei, hiu tutul sepanjang sekitar 4,5 meter dengan bobot diperkirakan mencapai 1 ton ditemukan dalam kondisi lemas di Pantai Banjarsari, Kecamatan Nusawungu. Hiu tutul tersebut mati saat hendak diselamatkan.
Kemudian, pada 22 Juni, hiu tutul seberat 1,2 ton ditemukan terdampar di kawasan Pantai Cemara Sewu, Desa Bunton, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap.
Rangkaian peristiwa ini menunjukkan adanya pola yang perlu diwaspadai. Lima kejadian dalam dua bulan terakhir menandakan bahwa ada faktor lingkungan atau kondisi tertentu di perairan Cilacap yang menyebabkan hiu-hiu raksasa ini kerap terdampar. Penelitian lebih lanjut dari tim ahli diharapkan dapat mengungkap penyebab pastinya, apakah terkait dengan perubahan arus laut, ketersediaan makanan, atau faktor lainnya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
MPLS di SR Semarang Berjalan, Pembangunan 99 Persen
Warga Pati Babak Belur Dihakimi Massa di Jepara
Vicky Prasetyo Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Penipuan Rp 213 Juta
Prakiraan Cuaca Jateng 14 Juli: Hujan Ringan di 3 Wilayah
Hanya Tiga Murid Baru, SDN Purwoyoso 01 Tetap Gelar MPLS Meriah
Camat Boyolali Dicopot Usai Kirim Video Porno
Berita Terbaru
Wali Kota Usul Larangan Truk di Dago Atas
Gangguan Jiwa Bisa Memangkas 10-20 Tahun Hidup
Susu Kental Manis vs Evaporasi: Beda Rasa, Beda Fungsi
Mbappe Pulih, Siap Hadapi Spanyol di Semifinal
Unand Beri Jaminan Kuliah Bagi Mahasiswa Hilang
Badut Edukasi Warnai MPLS SD di Cimahi
MPLS di SR Semarang Berjalan, Pembangunan 99 Persen
Tes Buta Warna: Tebak 7 Benda Tersembunyi
Haaland Bawa Pulang Rakun Mainan dari Piala Dunia 2026
