Livin' Mandiri Tembus 40 Juta Pengguna
Gambar atau konten salah?
Bank Mandiri melaporkan pertumbuhan yang stabil pada aplikasi perbankan digital andalannya, Livin' by Mandiri. Pertumbuhan ini terjadi seiring dengan aktivitas transaksi masyarakat yang tetap berjalan lancar. Salah satu fitur yang mendorong peningkatan tersebut adalah penarikan tunai tanpa kartu atau cardless withdrawal.
Sebagai mitra strategis pemerintah, Bank Mandiri berkomitmen untuk terus mendukung momentum ini. Caranya adalah dengan memperkuat layanan keuangan digital yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengembangan berbagai fitur dan kemampuan Livin' by Mandiri. Aplikasi ini dirancang untuk memberikan pengalaman transaksi yang mulus, praktis, dan terintegrasi. Tujuannya adalah untuk mendukung berbagai kebutuhan finansial nasabah sehari-hari.
Yanto Masyap, yang menjabat sebagai SVP Digital Retail Banking Bank Mandiri, menyampaikan pendapatnya. Menurutnya, kehadiran layanan digital yang andal dan efisien sangat penting. Layanan ini berperan dalam menjaga kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat. Hal ini terutama penting di tengah mobilitas yang tinggi dan kebutuhan transaksi yang semakin dinamis.
"Bank Mandiri terus memperkuat Livin' by Mandiri sebagai bagian dari strategi menghadirkan keunggulan berkelanjutan melalui layanan digital yang adaptif, relevan, dan terintegrasi. Kami ingin memastikan setiap inovasi yang dihadirkan mampu memberikan kemudahan transaksi sekaligus memperkuat peran perseroan dalam membangun ekosistem penggerak negeri yang inklusif dan berdaya saing," ujar Yanto beberapa waktu lalu.
Kebutuhan masyarakat terhadap layanan perbankan yang andal dan menyeluruh tercermin dari jumlah pengguna Livin' by Mandiri. Jumlah ini terus bertumbuh secara berkelanjutan. Hingga Mei 2026, jumlah pengguna Livin' by Mandiri tercatat mencapai 40,3 juta pengguna. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 28 persen secara tahunan atau year on year (YoY).
Pada periode yang sama, frekuensi transaksi Livin' by Mandiri juga meningkat. Frekuensi transaksi naik 19 persen secara YoY menjadi 2,2 miliar transaksi. Nilai transaksinya pun ikut melonjak. Total nilai transaksi mencapai Rp2.083 triliun, atau tumbuh 19,6 persen secara YoY. Capaian ini menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital Bank Mandiri.
Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, Bank Mandiri terus memperkuat kemampuan Livin' by Mandiri. Aplikasi ini dikembangkan sebagai super app yang mampu menampung berbagai kebutuhan transaksi nasabah dalam satu platform terintegrasi. Layanan yang tersedia cukup beragam. Mulai dari transfer antarbank dan BI-FAST, pembayaran tagihan rutin, isi ulang e-wallet, transaksi QRIS di berbagai merchant, hingga pembelian tiket perjalanan dan kebutuhan gaya hidup melalui fitur Livin' Sukha. Kehadiran fitur-fitur yang saling terhubung ini semakin memperkuat posisi Livin' by Mandiri sebagai pusat aktivitas transaksi digital nasabah.
Untuk meningkatkan kenyamanan nasabah, Bank Mandiri juga menghadirkan fitur Livin' Call di aplikasi Livin' by Mandiri. Melalui fitur ini, nasabah bisa terhubung langsung dengan agen call center Bank Mandiri. Yang menarik, layanan ini tidak dikenakan biaya pulsa. Dengan begitu, kebutuhan informasi atau bantuan layanan dapat diakses dengan lebih cepat dan praktis.
Berbagai inisiatif ini merupakan bagian dari strategi keunggulan berkelanjutan Bank Mandiri. Strategi ini mengedepankan reliability, scalability, dan customer centricity dalam pengembangan layanan digital. Dengan pendekatan yang terukur dan pengelolaan risiko yang disiplin, Bank Mandiri optimistis mampu menjaga performa layanan di tengah tingginya aktivitas transaksi masyarakat.
"Ke depan, kami akan terus memperkuat inovasi layanan serta kolaborasi strategis guna memperluas akses keuangan yang inklusif sekaligus mendukung pengembangan ekosistem digital nasional secara berkelanjutan," pungkas Yanto.
Secara keseluruhan, data hingga Mei 2026 menunjukkan bahwa Livin' by Mandiri berhasil mencatatkan pertumbuhan pengguna dan volume transaksi yang signifikan. Hal ini menandakan bahwa aplikasi tersebut semakin diterima dan menjadi andalan masyarakat untuk berbagai kebutuhan transaksi keuangan sehari-hari. Bank Mandiri pun terus berupaya menambah fitur dan meningkatkan kualitas layanan untuk mempertahankan kepercayaan nasabah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bali Siapkan 3 Kawasan Surga Pajak, Pajak 0% Ditawarkan
Levi's Bungkam FIFA, Logo Disensor Malah Viral
Dolar AS Sentuh Rp 17.967, Rupiah Melemah 15 Poin
Ekspor 26 Ton Kelapa Parut Gorontalo ke Jerman Tembus Rp1,2 Miliar
Rosan Roeslani panggil Prabowo, 258 BUMN sudah digabung
RANS IPO: Harga Premium Rp 135-170
Berita Terbaru
Yamaha Fazzio Hybrid: Dari Kanvas Kreatif hingga Motor Fungsional
Rektor ITB Usulkan Mahasiswa Tahu Nilai UTBK Dulu Sebelum Daftar Kampus
Toyota Fortuner Pelat Merah Dilelang, Pajak Cuma Rp 1,8 Juta
Tecno Rilis EllaClaw, Agen AI yang Bisa Otomatiskan Tugas Ponsel
Ahli Bantah Gempa California dan Jepang Saling Terkait
Jepang Kembali Gagalkan Tim Eropa, Lolos ke 32 Besar Piala Dunia