RANS IPO: Harga Premium Rp 135-170

Wulan M. · 4 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
RANS IPO: Harga Premium Rp 135-170

Gambar atau konten salah?

Jakarta — PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) menetapkan harga saham antara Rp 135 hingga Rp 170 per lembar saat melantai di bursa melalui penawaran umum saham perdana atau IPO bulan depan. Dari sisi valuasi, saham ini disebut-sebut masuk kategori premium atau overvalue, artinya harganya dinilai lebih tinggi dari nilai wajar.

Alrich Paskalis Tambolang, Equity Research Analyst dari Phintraco Sekuritas, menjelaskan bahwa kapitalisasi pasar RANS diperkirakan mencapai sekitar Rp 1,7 triliun hingga Rp 2,1 triliun. Angka ini dihitung berdasarkan rentang harga penawaran awal dengan laba bersih sekitar Rp 56,7 miliar sepanjang tahun 2025.

Menurut Alrich, valuasi RANS mencerminkan Price to Earnings Ratio (PER) sekitar 30 hingga 38 kali. Ia menilai angka ini masuk dalam kategori premium. Alasannya, perusahaan masih dalam fase ekspansi dan belum punya catatan pertumbuhan laba yang stabil.

"Valuasi tersebut mencerminkan PER sekitar 30-38 kali. Secara relatif, valuasi ini dapat dikategorikan premium atau overvalue untuk perusahaan yang masih berada dalam fase ekspansi dan belum memiliki rekam jejak pertumbuhan laba yang sepenuhnya konsisten," kata Alrich saat dihubungi pada Selasa, 23 Juni 2026.

Meski begitu, Alrich menilai saham RANS tergolong langka di Bursa Efek Indonesia (BEI). Tidak banyak perusahaan yang menggabungkan bisnis media, hiburan, kekayaan intelektual (IP), dan ekosistem digital dalam satu entitas.

RANS disebut punya prospek karena kemampuannya memonetisasi audiens dan mengembangkan IP. Berbeda dengan bisnis media konvensional yang hanya mengandalkan iklan, RANS punya peluang untuk mengembangkan berbagai sumber pendapatan. Mulai dari konten digital, acara, manajemen talenta, lisensi, hingga merchandise. Perusahaan juga disebut bisa mengembangkan bisnis baru seperti kecerdasan buatan (AI) dan wahana hiburan.

Alrich menekankan, investor tetap perlu memperhatikan kemampuan RANS dalam menjaga pertumbuhan pendapatan dan laba dalam jangka panjang. Dalam kondisi ini, ia menilai ekspektasi pertumbuhan menjadi faktor penopang valuasi saham yang mencerminkan fundamental perusahaan.

"Dengan valuasi yang relatif premium, investor perlu memberikan perhatian lebih pada kemampuan perseroan dalam menjaga konsistensi pertumbuhan pendapatan dan laba dalam jangka panjang," tambahnya.

Bakal Diserbu Ritel?

Kiprah perdana RANS disebut akan menarik minat investor ritel. Alasannya, perusahaan punya popularitas kuat di kalangan anak muda. RANS disebut memiliki model bisnis unik yang menggabungkan konten digital, hiburan, makanan dan minuman (F&B), hingga properti dalam satu naungan merek.

Namun, investor institusi disebut akan sangat selektif terhadap model bisnis creator economy yang saat ini masih berkembang. Di sisi lain, IPO perusahaan digelar di tengah volatilitas pasar.

"Minat retail kemungkinan tinggi karena brand awareness RANS kuat di segmen muda, tapi institusi lebih selektif terhadap model bisnis creator economy yang masih berkembang. Timing IPO di pasar volatile jadi tantangan tambahan," jelas Muhammad Wafi, Head of Research KISI Sekuritas, saat dihubungi.

Menurutnya, saham RANS menarik untuk investor ritel yang berinvestasi secara thematic play. Sementara bagi investor fundamental, Wafi menilai perlu mencermati konsistensi pendapatan dan monetisasi aset di luar personal brand.

Meski begitu, Wafi menilai RANS memiliki diversifikasi positif. Namun menurutnya, lingkup bisnis perusahaan sulit untuk menentukan valuasi. Biasanya, perusahaan pembanding (peers) hanya fokus di satu sektor.

Wafi menilai, rentang harga penawaran awal perlu dibandingkan dengan PER dan Price to Book Value (PBV) yang didasarkan pada laporan keuangan tahun buku 2025. Selain itu, ada risiko personal atau key person risk jika tokoh utama RANS terganggu.

"Menarik sebagai thematic play untuk investor retail, tapi investor fundamental perlu lihat konsistensi earnings dan monetisasi aset di luar personal brand. Pricing di rentang bawah lebih aman untuk downside protection pasca listing," jelasnya.

Peluang Harga Saham Naik

Elandry Pratama, Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, menilai sulit untuk menetapkan target harga spesifik untuk RANS. Pergerakan harga saham ditentukan berdasarkan permintaan, aliran ritel, dan partisipasi institusi di awal kiprah.

Namun menurutnya, perusahaan dengan nama besar biasanya akan bergerak naik di awal kiprahnya. Selanjutnya, RANS akan masuk dalam fase price discovery, yaitu periode di mana pasar berupaya menemukan nilai wajar saham perusahaan.

"Secara umum, saham dengan strong brand seperti ini biasanya berpotensi mengalami pergerakan yang lebih agresif di awal, sebelum akhirnya pasar masuk ke fase price discovery berbasis fundamental," jelas Elandry.

Elandry menilai, harga IPO biasanya tidak hanya mencerminkan kinerja saat ini, tetapi memuat ekspektasi jangka menengah. Karena itu, potensi volatilitas di awal perdagangan masih cukup tinggi.

"Menurut saya untuk IPO RANS di rentang Rp 135 - Rp 170 per saham, market akan lebih banyak bermain di story vs fundamental execution. Jadi respons awalnya sangat dipengaruhi oleh market sentiment dan brand strength," pungkasnya.

Secara keseluruhan, IPO RANS menghadirkan perpaduan antara popularitas merek dan tantangan fundamental. Valuasi premium menjadi daya tarik sekaligus risiko, terutama bagi investor yang mengincar keuntungan jangka pendek. Sementara itu, konsistensi laba dan kemampuan monetisasi di luar personal brand menjadi kunci bagi mereka yang ingin berinvestasi lebih lama.

IPORANSvaluasipremiumekspansihiburandigital

Komentar

Memuat komentar...