Locavore Ubud Masuk Ke-44 Asia's 50 Best 2026 Indonesia
Gambar atau konten salah?
Locavore NXT Ubud menorehkan namanya di panggung internasional dengan masuk ke Asia's 50 Best Restaurants 2026. Restoran ini menempati posisi ke-44 pada daftar yang diterbitkan oleh William Reed. Ini bukan kali pertama Locavore NXT mendapat pengakuan global.
Terletak di Jalan A.A. Gede Rai, Gang Pura Panti Bija, Ubud, restoran ini sebelumnya masuk ke The 50 Best sebagai restoran ke-92 di antara 100 yang terbaik di dunia. Sejak 2016, Locavore NXT telah menonjolkan bahan-bahan lokal Indonesia sebagai inti konsepnya.
Lokasi restoran ini juga pernah dinobatkan sebagai restoran terbaik di Indonesia pada tahun 2019. Sejak pindah ke alamat baru pada 2023, Locavore NXT telah menata lima musim menu dengan tema berbeda, yang berubah setiap enam bulan.
Di hari Sabtu, 04 April 2026, kami mengunjungi restoran ini. Chef dan Co-Founder Locavore NXT, Ray Adriansyah, menyapa kami dengan kata, “Menurut saya, Locavore bukan sekadar restoran saja. Karena kami adalah restoran yang fokus pada Indonesian ingredients atau produce saja.”
Restoran ini menawarkan lebih dari sekadar makanan. Di ruang pertama, Lobby Bar menampung tamu seperti gudang kecil yang tertata rapi. Di sana, tamu dapat membuat reservasi, memesan minuman selamat datang, dan menikmati makanan ringan sebelum melanjutkan ke ruang berikutnya.
Setelah lobby, kami turun ke mushroom chamber, ruang bawah tanah yang menyimpan puluhan koleksi jamur pangan. Di sana, jamur seperti Jamur Lion's Mane (Hericium erinaceus), jamur tiram, dan jamur kuping dibudidayakan. Ellen, salah satu staf, menjelaskan, “Ada tim sendiri yang menanam, mengembangbiakkan, dan mengelola jamur ini di ruangan tersendiri.”
Di ruang jamur, dua layar monitor menampilkan data tentang puluhan buah dan sayuran lain yang sudah dipakai sejak 2016. Informasi ini tetap terupdate, menandakan komitmen restoran terhadap bahan lokal.
Setelah menjelajahi ruang jamur, kami melanjutkan ke beberapa ruangan lain: bar, kantin staf, dan tempat pengolahan sampah anorganik serta organik. Kantin staf menjadi tempat istirahat bagi karyawan sambil menikmati hidangan makan siang yang berbeda sesuai tema yang ditetapkan.
Pengolahan sampah di restoran ini kreatif. Semua sisa makanan diolah menjadi pakan ulat, yang kemudian digunakan di kebun untuk kesuburan tanah. Sampah anorganik dipisahkan dan dijual ke pihak ketiga yang sudah bekerja sama. Praktik ini menonjolkan siklus tertutup yang diusung oleh Locavore NXT.
Setelah tur, kami masuk ke ruang utama main dining. Di sana, belasan staf dan chef sedang menyiapkan 16 hidangan pembuka untuk 11 tamu yang akan datang menikmati sesi makan siang. Dua hidangan awal yang menonjol adalah Cured Fish dan Young Coconut.
Setelah menyantap pembuka, tamu akan disuguhkan menu utama berjudul The Source. Menu ini berubah setiap enam bulan, menyesuaikan musim dan tema yang baru. Ray menegaskan, “Restoran kami memang unik. Guest experience memang berbeda setiap enam bulan atau tiap season.”
Waktu makan siang dimulai pukul 12.00 Wita, sementara makan malam dimulai pukul 18.00 Wita. Restoran ini menyesuaikan menu dengan musim, sehingga setiap kunjungan menawarkan pengalaman rasa yang berbeda.
Ruang-ruang lain di Locavore NXT, seperti ruang fermentasi dan program edukasi tentang jamur serta tanaman pangan asli Indonesia, menambah nilai edukatif bagi tamu. Program-program ini menekankan pentingnya bahan lokal dan inovasi kuliner yang berkelanjutan.
Lokasi restoran di Ubud menempatkannya di pusat budaya dan alam. Jalan A.A. Gede Rai, Gang Pura Panti Bija, menjadi latar yang mendukung konsep restoran yang memadukan tradisi dan modernitas.
Dengan masuk ke Asia's 50 Best Restaurants 2026, Locavore NXT menegaskan posisi sebagai pelopor dalam mempromosikan bahan lokal Indonesia. Keberhasilan ini juga menandai bahwa restoran yang berfokus pada keberlanjutan dan inovasi dapat bersaing di panggung internasional.
Secara keseluruhan, Locavore NXT menampilkan kombinasi unik antara seni kuliner, inovasi bahan, dan praktik berkelanjutan. Pengalaman tamu yang berubah setiap musim menambah daya tarik restoran ini, menjadikannya contoh bagi restoran lain yang ingin berfokus pada bahan lokal dan keberlanjutan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Lombok Cooking Class Jakarta 18 Juni: Ayam Bakar Taliwang
Pasar Beriman Tomohon Batasi Satwa Liar, Baru 2024
Dua Lipa Pilih Maxwell Food Centre: Surga Kuliner Singapura
Fan Sumu Bikin Replika Qingming 7m dengan 60kg Cokelat
Hotel Penitipan Starter Sourdough Jadi Trend di Swedia
Prabowo Tekankan Standar 8 Potong Ayam MBG, Kumink Jelaskan
Berita Terbaru
Jonatan Christie Batalkan Alwi Farhan, Raih Papan Indonesia
Jadwal Salat Denpasar 05 Juni 2026: Subuh, Zuhur, Asar
Jakarta Menang di Short Course, Ade Jona Cita Olimpiade
BMKG Prediksi Cuaca Jawa Timur 5 Juni 2026: Variasi Tinggi
McDonald's Indonesia Gelar Kampanye FIFA World Cup 2026
ORADO Resmi Jadi Anggota KONI, Domino Menjadi Olahraga Nasional
Suporter AS Kekecewa: Tempat Duduk Piala Dunia 2026 Terbagi
Batam Siapkan Jalan & Landfill TPA Telaga Punggur, Rp45,45 M
