MacBook Neo Harga Murah, Acer Siap Tindak Pasar

Fandi R. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 80 dibaca
Bisik.id
MacBook Neo Harga Murah, Acer Siap Tindak Pasar

Gambar atau konten salah?

MacBook Neo tiba di pasar Indonesia dengan harga yang lebih murah dari yang diperkirakan, membuat banyak orang terkejut. Penawaran ini menekan kompetisi di segmen laptop, dan Acer segera menyiapkan strategi untuk menghadapi persaingan baru ini.

Di Jakarta, Matius Tirtawirya, Consumer and Gaming Notebook Product Manager Acer Indonesia, menjelaskan rencana perusahaan. Ia mengatakan, Acer akan memonitor pasar terlebih dulu sebelum menyiapkan produk serupa untuk melawan MacBook Neo. Matius menekankan pentingnya melihat reaksi pasar sebelum memutuskan apakah akan meluncurkan SKU dengan rentang harga yang sama.

Ia menambahkan, “Pertama kita akan melihat reaksi market dulu. Karena kita akan monitor di situ, karena ketika nanti hasilnya bagus atau tidak, pastinya Acer juga akan melihat apakah Acer nanti akan membuat SKU yang sama, di range harga seperti itu, ataupun seperti apa.” Matius menyoroti bahwa pengalaman pengguna menjadi faktor utama. “Jika pengalaman pengguna di rentang harga tersebut kurang memuaskan, mungkin kita tidak akan mengeluarkan solusi seperti itu. Tapi yang poin utamanya adalah pengalaman pengguna dengan SKU Acer,” ujarnya.

Perubahan nilai tukar rupiah juga menjadi perhatian. Matius menegaskan bahwa produk Acer, yang sebagian besar diimpor, akan terdampak. “Kita semua brand yang produknya diimpor pasti merasakan efek pelemahan nilai rupiah terhadap dolar,” jelasnya. Ia menekankan bahwa harga Acer sudah naik sejak akhir tahun 2026 karena krisis RAM dan kenaikan biaya platform marketplace.

Ia menyebutkan, “Kalau misalkan suka memperhatikan marketplace, sebenarnya kalau dibandingkan dari, contoh Desember tahun lalu, terus kemudian di beberapa bulan belakangan ini, itu bisa dilihat sebenarnya peningkatannya lebih dari 10%.” Ia menambahkan bahwa kenaikan ini terlihat di semua brand, termasuk Tokopedia dan Shopee, serta platform yang memberikan fee lebih tinggi.

Meski harga naik, penjualan Acer masih cukup baik. Matius berharap pemerintah dapat membantu melalui kebijakan yang menjaga daya beli masyarakat. “Kita terus berharap kalau misalkan pemerintah Indonesia itu punya improvement lah, sehingga daya beli masyarakat ini tidak menurun ke depannya. Karena sebentar lagi back to school, kemudian nanti kita juga ada promo‑promo yang lebih menarik, biar semuanya itu bisa sukses,” pungkasnya.

Keputusan Acer untuk menunggu reaksi pasar sebelum meluncurkan produk baru menunjukkan pendekatan yang hati‑hati. Sementara MacBook Neo menantang segmen harga, Acer tetap fokus pada pengalaman pengguna dan menjaga harga tetap kompetitif. Kondisi ekonomi, khususnya nilai tukar rupiah, menjadi faktor penting yang memengaruhi strategi kedua perusahaan. Dengan persaingan yang semakin ketat, langkah-langkah yang diambil oleh kedua pihak akan memengaruhi pilihan konsumen di masa depan.

MacBook NeoAcerPasar IndonesiaHargaPersainganPengalaman penggunaNilai tukar rupiah

Komentar

Memuat komentar...