MacBook Neo Harga Murah, Acer Siap Tindak Pasar
Gambar atau konten salah?
MacBook Neo tiba di pasar Indonesia dengan harga yang lebih murah dari yang diperkirakan, membuat banyak orang terkejut. Penawaran ini menekan kompetisi di segmen laptop, dan Acer segera menyiapkan strategi untuk menghadapi persaingan baru ini.
Di Jakarta, Matius Tirtawirya, Consumer and Gaming Notebook Product Manager Acer Indonesia, menjelaskan rencana perusahaan. Ia mengatakan, Acer akan memonitor pasar terlebih dulu sebelum menyiapkan produk serupa untuk melawan MacBook Neo. Matius menekankan pentingnya melihat reaksi pasar sebelum memutuskan apakah akan meluncurkan SKU dengan rentang harga yang sama.
Ia menambahkan, “Pertama kita akan melihat reaksi market dulu. Karena kita akan monitor di situ, karena ketika nanti hasilnya bagus atau tidak, pastinya Acer juga akan melihat apakah Acer nanti akan membuat SKU yang sama, di range harga seperti itu, ataupun seperti apa.” Matius menyoroti bahwa pengalaman pengguna menjadi faktor utama. “Jika pengalaman pengguna di rentang harga tersebut kurang memuaskan, mungkin kita tidak akan mengeluarkan solusi seperti itu. Tapi yang poin utamanya adalah pengalaman pengguna dengan SKU Acer,” ujarnya.
Perubahan nilai tukar rupiah juga menjadi perhatian. Matius menegaskan bahwa produk Acer, yang sebagian besar diimpor, akan terdampak. “Kita semua brand yang produknya diimpor pasti merasakan efek pelemahan nilai rupiah terhadap dolar,” jelasnya. Ia menekankan bahwa harga Acer sudah naik sejak akhir tahun 2026 karena krisis RAM dan kenaikan biaya platform marketplace.
Ia menyebutkan, “Kalau misalkan suka memperhatikan marketplace, sebenarnya kalau dibandingkan dari, contoh Desember tahun lalu, terus kemudian di beberapa bulan belakangan ini, itu bisa dilihat sebenarnya peningkatannya lebih dari 10%.” Ia menambahkan bahwa kenaikan ini terlihat di semua brand, termasuk Tokopedia dan Shopee, serta platform yang memberikan fee lebih tinggi.
Meski harga naik, penjualan Acer masih cukup baik. Matius berharap pemerintah dapat membantu melalui kebijakan yang menjaga daya beli masyarakat. “Kita terus berharap kalau misalkan pemerintah Indonesia itu punya improvement lah, sehingga daya beli masyarakat ini tidak menurun ke depannya. Karena sebentar lagi back to school, kemudian nanti kita juga ada promo‑promo yang lebih menarik, biar semuanya itu bisa sukses,” pungkasnya.
Keputusan Acer untuk menunggu reaksi pasar sebelum meluncurkan produk baru menunjukkan pendekatan yang hati‑hati. Sementara MacBook Neo menantang segmen harga, Acer tetap fokus pada pengalaman pengguna dan menjaga harga tetap kompetitif. Kondisi ekonomi, khususnya nilai tukar rupiah, menjadi faktor penting yang memengaruhi strategi kedua perusahaan. Dengan persaingan yang semakin ketat, langkah-langkah yang diambil oleh kedua pihak akan memengaruhi pilihan konsumen di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Google Ungkap Cara Jitu Kendalikan Biaya Token AI
Logitech Rilis Kamera AI yang 'Hilang' untuk Ruang Rapat
Iran Eksploitasi Celah SS7 untuk Lacak Tentara AS
Prediksi Final Piala Dunia 2026 Viral, Netizen Curiga
Cyber Breaker Season 3: Peserta Melonjak ke 916
Piala Dunia 2026: 48 Tim, Tiga Negara, Hadiah Fantastis
Berita Terbaru
Harga Batu Bara Juli 2026 Naik di Sebagian Besar Kategori
Iran Minta Houthi Siap Tutup Laut Merah, Dua Jalur Minyak Terancam
Pertamina Bantah Keras Transporter Mogok Salurkan BBM
Penjualan Batu Bara Sitaan Negara Raup Rp20 Miliar
Antrean SPBU Sumut Mulai Normal, Stok BBM Aman
Antrean BBM di Medan Mulai Terurai
Harga Minyak RI Anjlok Drastis ke US$83,45 per Barel
Serangan Iran di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Anjlok
MSCI Perketat Aturan Saham 'Murah' Mulai Agustus 2026
